Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Cara Perajin Tempe Kampung Sanan Siasati Naiknya Harga Kedelai

Redaksi by Redaksi
Januari 5, 2021 3:24 pm
in Berita
Sentra industri tempe di kampung Sanan, Malang. (foto:Azmy).

Sentra industri tempe di kampung Sanan, Malang. (foto:Azmy).

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Melambungnya harga kedelai di pasaran tak membuat produsen tempe di Kota Malang mandek produksi. Berbagai macam cara dilakukan para perajin mensiasatinya. Agar biaya produksi tak membengkak. Ada yang mengecilkan ukuran tempe, ada pula  yang menaikkan harga.

Hal ini diungkapkan Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Kota Malang, Chamdani, bahwa siasat ini muncul pasca lonjakan tajam harga bahan baku kedelai impor.  Semula Rp 6.500-7.600 per kilogram, kini Rp 9.100 – Rp 10.000 per kilogram.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

“Kenaikan harga (kedelai) itu  mulai awal November 2020. Naik sekitar Rp 1.600 dari harga awal. Sekarang, sudah sampai Rp 9.150 per kilogram,” kata Chamdani dihubungi, Selasa (5/1/2021).

Pengecilan ukuran tempe atau pengurangan isi pada keripik tempe terpaksa dilakoni perajin. Misalnya, dari satu lonjoran tempe dengan ukuran lebar 23 cm, panjang 52 cm dan tebal 6 cm, itu diperkecil.

Salah seorang perajin tempe dan keripik tempe di kampung Sanan.(foto:Azmy)

Sekarang  lebar 20 cm, panjang 50 cm dan tebal 4,5 cm. Diperkecil ukurannya (satu lonjoran). ”Tapi sebagian juga ada yang tetap, tapi memilih untuk menaikkan harga,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang perajin tempe, Laili Afrida (58) mengatakan, terkadang agar biaya produksi tak bengkak, isian kripik tempe dikurangi tanpa mengurangi kualitas dan rasa.

Hal senada diakui perajin tempe lain, bahwa dirinya terpaksa melepas tempe ke pasaran dengan ukuran yang lebih kecil.

”Karena harganya gak bisa ikut naik. Siapa yang mau beli kalau harganya ikutan naik,” katanya yang diamini sejumlah ibu perajin tempe di Kampung Sanan.

Chamdani juga menambahkan, warga perajin tempe memilih tetap menggunakan kedelai impor dibanding kedelai lokal, meski harganya melambung tinggi. Kata dia, lebih kurang karena soal kualitas. ”Kalau untuk tempe pakai kedelai lokal kurang bagus,” ungkapnya.

Rata-rata, lanjut Chamdani, kebutuhan kedelai untuk perajin tempe di Kampung Sanan  bisa mencapai 17,5 hingga 20 ton per hari. “Tapi kalau untuk kebutuhan perajin se-Kota Malang, bisa sampai 25-30 ton,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kenaikan bahan baku kedelai ini sudah terjadi sejak sekitar Agustus 2020 silam. Dari yang semula Rp 6.500 per kilogram, tiap bulannya terus merangkak hingga kini mencapai Rp 9.200 hingga Rp 10.000 per kilogram.

Tags: perajin tempesananrejotempetempe sananrejo

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Inflasi Kota Malang Tahun 2020 Terendah Dalam 10 Tahun Terakhir

Inflasi Kota Malang Tahun 2020 Terendah Dalam 10 Tahun Terakhir

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.