Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu memperkuat ketahanan kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas melalui peluncuran tiga program strategis pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kawasan penyangga kehidupan jutaan masyarakat di Jawa Timur.
Peluncuran program berlangsung di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Rabu (5/8/2026).
Tiga program tersebut meliputi penanaman pohon konservasi, peresmian Desa Tangguh Bencana (Destana), dan peresmian Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) Desa Giripurno.
Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, perwakilan Perum Perhutani, PT United Tractors Tbk, serta jajaran pejabat dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Desa, dan BPBD Jawa Timur.
Baca juga: Hulu Kota Batu Mulai Gundul, Pemkot Batu Siapkan Pengawasan Ketat Lahan Pertanian
Dalam sambutannya, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan posisi geografis Kota Batu sebagai daerah pegunungan membawa tanggung jawab besar sekaligus tantangan iklim yang kompleks.
Menurut dia, potensi bencana seperti tanah longsor, banjir, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuntut pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat upaya mitigasi.
“Menjaga Kota Batu sesungguhnya bukan hanya menjaga wilayah administratif, tapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem yang memberikan manfaat jutaan masyarakat di bagian hilir. Pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi juga harus memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana,” ujar Nurochman.
Nurochman menjelaskan, tiga program ekologis yang diluncurkan saling melengkapi. Penanaman pohon menjadi investasi ekologis untuk menjaga daya dukung kawasan hulu DAS Brantas sekaligus menahan laju perubahan iklim.
Program tersebut juga melibatkan warga Desa Giripurno sebagai garda terdepan yang mandiri dan siap siaga menghadapi bencana melalui Destana. Upaya itu diperkuat dengan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pengoperasian TPS3R.
Baca juga: Peneliti UB Beberkan Kandungan Mikroplastik di DAS Brantas Masuk Skala Serius
Dalam kesempatan itu, Nurochman menyampaikan apresiasi kepada BNPB, Perum Perhutani, dan PT United Tractors Tbk atas kolaborasi lintas sektor yang mendukung program tersebut. Menurut dia, langkah itu sejalan dengan visi pembangunan daerah mBatu SAE (Madani, Berkelanjutan, Agropolitan, dan Ekologis).
Politisi PKB tersebut berharap Desa Giripurno menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kota Batu dalam mengintegrasikan konservasi alam, ketangguhan bencana, dan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
“Semoga kolaborasi yang kita bangun hari ini tidak berhenti sebagai sebuah seremoni, tetapi menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang tangguh dan lingkungan yang lestari demi masa depan anak cucu nanti,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























