Malang, Tugumalang.id – Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) bersama Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) melepasliarkan 100 ekor tukik jenis lekang di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Sekolah Alam untuk mengedukasi generasi muda tentang pelestarian lingkungan.
Sejumlah mahasiswa Unikama dan siswa SDN 2 Tambakasri ikut ambil bagian dalam pelepasan tukik tersebut sebagai bentuk pembelajaran langsung mengenai pentingnya menjaga kelestarian penyu dan ekosistem laut.
Tukik merupakan sebutan untuk anak penyu. Di Pantai Bajulmati, telur penyu direlokasi ke penangkaran agar terhindar dari predator maupun pemburu.
Setelah menetas, tukik dirawat selama 15 hari sebelum dilepas kembali ke laut. Program konservasi itu rutin dilakukan BSTC sejak 2012.

Baca juga: Unikama dan BSTC Tanam Mangrove di Pantai Bajulmati, Edukasi Siswa Jaga Ekosistem Pesisir
Rektor Unikama, Prof Sudi Dul Aji, mengatakan pelepasan tukik menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mewujudkan program Green Campus. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan sejak dini pada pentingnya menjaga lingkungan.
“Tukik yang kami lepas akan hidup (di habitatnya). Penyu-penyu itu nanti akan memengaruhi lingkungan di sekitarnya (agar lestari). Inilah yang sebenarnya ingin kami harapkan,” ujar Sudi.
Ketua BSTC Sutari menjelaskan, 100 tukik yang dilepas kali ini berasal dari satu sarang telur penyu yang sebelumnya telah direlokasi. Relokasi dilakukan untuk melindungi telur penyu dari ancaman perburuan maupun gangguan di kawasan wisata.
“Jadi pada bulan-bulan tertentu penyu bertelur itu, kami harus merelokasi dan menetaskan di semi-alam,” jelas Sutari.
Sejak 2012 hingga 2025, BSTC telah merelokasi 345 sarang, mengamankan 34.659 butir telur, menetaskan 28.640 ekor tukik, serta melepasliarkan 27.625 ekor tukik. Sepanjang 2026, BSTC juga telah melepasliarkan sekitar 1.000 ekor tukik.
Baca juga: Pembekalan KKN Unikama, 618 Mahasiswa Siap Dorong Transformasi Desa Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

Jenis penyu yang paling sering mendarat di Pantai Bajulmati ialah penyu lekang. Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi lokasi pendaratan penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing, dan penyu pipih.
“Walaupun yang terbanyak itu lekang, tapi penyu sisik dan hijau itu juga mulai banyak. Ini menandakan bahwa berkat kegiatan kami, populasi penyu semakin imbang,” kata Sutari.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko

























