Malang, Tugumalang.id – Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) bersama Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), menggelar Sekolah Alam yang diisi aksi penanaman mangrove secara simbolis di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Malang Selatan.
Sekolah Alam itu juga diikuti siswa kelas VI SDN 2 Tambaksari, yang mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir sejak dini.
Rektor Unikama Prof. Sudi Dul Aji mengatakan, keterlibatan kampus dalam kegiatan tersebut merupakan langkah konkret mewujudkan komitmen Green Campus yang berfokus pada pelestarian lingkungan.
“Kami melakukan proses edukasi dan melibatkan anak-anak SD. Mudah-mudahan ini berdampak pada pemahaman mereka bahwa peduli lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini,” ujarnya.

Baca juga: Pembekalan KKN Unikama, 618 Mahasiswa Siap Dorong Transformasi Desa Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal
Sudi menjelaskan, Pantai Bajulmati dipilih karena merupakan kawasan konservasi yang memiliki tiga zona penting, yakni kawasan penyangga, kawasan penyeimbang, dan kawasan inti.
“Keberadaan mangrove dan kualitas air yang baik sangat berpengaruh bagi habitat satwa terlindungi di sana,” katanya.
Melalui penanaman mangrove tersebut, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga vegetasi pesisir. Ketua BSTC Sutari mengatakan, mangrove merupakan tanaman yang dilindungi undang-undang dan memiliki fungsi ekologis yang sangat luas.
“Mangrove itu dilindungi undang-undang dan punya banyak fungsi. Di yayasan kami ada divisi konservasi yang meliputi penyu dan mangrove,” paparnya.
Menurut Sutari, keberhasilan pelestarian mangrove tidak ditentukan oleh banyaknya pohon yang ditanam, melainkan konsistensi dalam merawatnya.
“Menanam itu mudah, tetapi yang terpenting adalah siapa yang merawatnya. Anggaran dan energi untuk perawatan itu jauh lebih besar daripada sekadar menanam,” tegasnya.
Baca juga: Unikama Terapkan Etnopedagogi Digital dalam Pembelajaran Berdampak
Karena itu, ia berharap lahir generasi penerus yang mampu melanjutkan upaya konservasi mangrove dan menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kolaborasi dan Sekolah Alam, ia berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong mempelajari konservasi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























