MALANG, Tugumalang.id – Sebanyak 618 mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mengikuti program pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi Berdampak pada 21-21 Juli 2026 di Aula Sarwakirti.
Selama dua hari mengikuti pembekalan, mahasiswa mendapatkan wawasan tentang kompetensi akademik, sosial, dan teknis sebelum diterjunkan ke desa-desa. Nantinya selama mengikuti program KKN, mahasiswa melaksanakan program pengabdian yang berorientasi pada kebermanfaatan dan keberlanjutan.
Direktur Direktorat Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP3M) Unikama, Prof. Mujiono, M.Pd menjelaskan pelaksanaan KKN tahun ini mengusung tema Transformasi Desa Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Inovasi Teknologi.
Baca Juga: Unikama Jadi Lokasi Uji Petik Sistem Pengukuran Kinerja Dosen LLDIKTI VII
Lewat tema ini, Unikama ingin memperkuat peran sivitas akademika dalam mendukung pembangunan desa melalui pengabdian yang berdampak.

“KKN terintegrasi berdampak kami selenggarakan untuk mendukung transformasi desa berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal, inovasi teknologi, dan partisipasi masyarakat yang terintegrasi,” kata Prof. Mujiono.
Lima Pilar Kebijakan
Lebih lanjut, Prof. Mujiono menjelaskan bahwa DP3M Unikama merancang pelaksanaan program KKN tahun berpijak pada lima pilar kebijakan.
Kelima pilar tersebut yakni pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, penguatan pendidikan dan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta penguatan sektor lingkungan dan kesehatan.
Baca Juga: Perkuat Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fapet Unikama Jalin Kolaborasi Strategis dengan UPT PT & HMT Batu
Pilar ini diperkuat dengan satu flagship program yaitu digitalisasi desa yang diarahkan untuk mengembangkan potensi desa, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Program KKN tahun 2026 ini diikuti oleh 618 mahasiswa yang terdiri dari 488 mahasiswa reguler, 100 mahasiswa kelas karyawan, dan 27 mahasiswa yang mengikuti free form.
Tidak hanya itu, Unikama juga telah memberangkatkan mahasiswa peserta program International Service yang difasilitasi Universiti Teknikal Melaka Malaysia (UTeM). Program ini merupakan bagian dari penguatan jejaring pengabdian masyarakat di tingkat internasional.
Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si mengatakan pelaksanaan program KKN yang mengusung tema terintegrasi berdampak, bukan sekadar slogan tetapi juga menuntut tanggung jawab mahasiswa.

Menurutnya melalui program KKN ini, mahasiswa diharapkan menghasilkan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat bukan sekadar memenuhi kewajiban selama masa KKN.
“Yang kami harapkan bukan banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bermanfaat, dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” tegasnya.
Prof. Sudi menjelaskan bahwa desa kini berkembang semakin dinamis sehingga membuka ruang bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk berkolaborasi.
Melalui observasi lapangan, dialog dengan pemerintah desa, dan pemetaan kebutuhan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi pada sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga digitalisasi layanan desa.
Pihaknya juga mengingatkan pentingnya menghormati budaya dan kearifan lokal selama menjalankan KKN.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat menjadi kunci agar program pengabdian dapat diterima dan terus berlanjut setelah KKN berakhir.
Prof. Sudi mengajak seluruh peserta memanfaatkan pembekalan secara maksimal dengan menyerap materi dari para narasumber serta menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.
Melalui pembekalan ini, Unikama berharap seluruh peserta KKN mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A
























