Malang, Tugumalang.id – Sebanyak 14 guru SMK asal Jawa Timur lolos seleksi nasional Program Magang Luar Negeri 2026 yang digelar Kemendikdasmen. Mereka menjadi bagian dari 50 guru dari berbagai daerah yang akan mengikuti peningkatan kompetensi di Jerman selama tiga bulan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai membenarkan hal tersebut. Terpilihnya 14 guru dari Jatim menjadi capaian membanggakan karena kuota program tersebut sangat terbatas dan melalui proses seleksi ketat.
“Ini menjadi prestasi tersendiri karena guru-guru di Jawa Timur mampu membawa nama Jatim untuk magang kerja di luar negeri,” ungkap Aries, Rabu (2/9/2026).
Terpilihnya mereka menunjukkan kualitas tenaga pendidik SMK di Jawa Timur semakin baik. Kuota peserta dari seluruh Indonesia juga terbatas sehingga seleksi dilakukan sangat ketat.
“Dari kuota 50, 14 guru terpilih dari Jatim. Itu sangat luar biasa,” ujarnya.
Baca juga: SMKN 2 Malang Tekankan Makna Kemerdekaan Lewat Disiplin dan Karya Nyata, Dorong Raih Mimpi
Aries berharap pengalaman yang diperoleh para guru selama berada di Jerman tidak berhenti pada peningkatan kompetensi pribadi. Ilmu dan pengalaman tersebut diharapkan dibawa kembali ke sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi.
“Harapan kita setelah mereka magang kerja di luar negeri dan kembali ke Indonesia, mereka menjadi guru yang tentunya bisa diimplementasikan dalam kinerja untuk memberikan dampak terhadap mutu pendidikan, terutama pendidikan vokasi,” jelasnya.
Ke-14 guru tersebut yakni Ade Priyo Widhikdo dari SMKS Semen Gresik, Aftoni Heri Septian Pamungkas dari SMK Negeri 3 Tuban, Dhani Trie Prasetyo dari SMK Negeri 3 Buduran, Miftah Ilhami dari SMK Negeri 2 Sampang, Rozaq Mustofa Lutfi dari SMK Negeri 2 Pamekasan, Shodiq dari SMK Negeri 10 Malang, dan Suharianto dari SMK Negeri 1 Gedangan.
Kemudian Abdian Putra Primana dari SMK Negeri 1 Udanawu, Angga Panca Alam Anugrah dari SMKS Krian 2 Sidoarjo, Galih Heri Sasongko dari SMK Negeri 1 Bangil, Habibah Eky Gumilar dari SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Hermawan dari SMK Negeri 2 Singosari, Rizki Alviyansyah dari SMK Negeri 1 Singosari, dan Pujirianto dari SMK Negeri 1 Bando Magetan.
Baca juga: Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026
Secara nasional, Kemendikdasmen melepas 50 guru SMK untuk mengikuti program tersebut. Para peserta mengikuti pembelajaran di dua institusi, yakni Dresden University of Technology untuk 34 guru dan Festo Germany bagi 16 guru.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan para peserta bukan dipilih secara sembarangan. Mereka telah melewati proses seleksi yang ketat dan dinilai layak mengikuti program internasional tersebut.
“Peserta yang berangkat ini adalah guru-guru SMK yang terseleksi dengan sangat ketat. Bapak Ibu berangkat bukan karena ditunjuk, berangkat karena memang Bapak Ibu layak untuk dapat berangkat mengikuti program ini,” kata Mu’ti saat pelepasan di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Mu’ti berharap pengalaman para guru selama di Jerman dapat menular kepada guru lain dan berdampak langsung terhadap siswa.
“Ada trickle-down effect, ada proses di mana Bapak Ibu sekalian dapat mentransformasikan pengalamannya kepada guru-guru SMK yang lainnya,” ujarnya.
Menurut Mu’ti, penguatan kompetensi guru SMK juga harus bermuara pada kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja sekaligus membangun jiwa kewirausahaan.
“Kesiapan para murid SMK untuk berwirausaha menjadi bagian penting dari program peningkatan kualitas SMK,” tambahnya.
Program tersebut mencakup bidang teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi konstruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan. Pendanaan peserta turut dibantu melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































