Malang, Tugumalang.id – Mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) membantu Kelompok Pembudi Daya Ikan (Pokdakan) Molek Jaya di Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, meningkatkan produktivitas budi daya ikan melalui teknologi Smart Feeder berbasis Internet of Things (IoT).
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unikama menyerahkan sekaligus meresmikan penggunaan teknologi tersebut kepada Pokdakan Molek Jaya pada Minggu (23/11/2025).
Penelitian yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek senilai Rp 120 juta itu merupakan puncak program Penerapan Smart Farming untuk Menjamin Ketahanan Pangan Bergizi dan Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Desa Talangagung.
Program tersebut menyasar dua kelompok masyarakat di Desa Talangagung. Yakni Pokdakan Molek Jaya yang diketuai Fitranda Susanto dan Pokmas Anggrungan Maju Bersama yang dipimpin Zainul Arief. Masing-masing kelompok beranggotakan 23 orang.
Pokdakan Molek Jaya mengelola lebih dari 15 kolam budi daya ikan gurami, nila, dan lele. Produksinya rata-rata 30-40 kilogram per siklus. Sementara permintaan pasar mencapai sekitar 100 kilogram per minggu.
Selama ini, pemberian pakan dan pemantauan kualitas air masih dilakukan secara manual. Tingkat kematian ikan sempat mencapai sekitar 20 persen. Hasil produksi pun kerap tidak stabil.
Ketua Tim Pengabdian Dr. Andi Nu Graha, S.E., M.Si. menjelaskan, program tersebut dilatarbelakangi rendahnya produktivitas budi daya ikan air tawar di Desa Talangagung. Padahal, potensi budi daya ikan di desa tersebut cukup besar.
“Untuk itu, kami menghadirkan teknologi auto feeder tenaga surya serta sensor pH dan suhu berbasis IoT yang terhubung ke aplikasi Android agar mereka dapat memantau kondisi kolam secara langsung,” kata Andi.
Baca juga: Mahasiswa Unikama Terapkan Smart Farming untuk Budidaya Ikan di Kepanjen
Smart Feeder yang dikembangkan tim mahasiswa terdiri atas beberapa komponen utama. Di antaranya sistem pemberian pakan otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 dan sensor pemantau suhu serta pH air secara real-time.
Teknologi tersebut juga dilengkapi kendali aerator jarak jauh melalui aplikasi Android. Panel surya menjadi sumber energi mandiri sehingga alat tetap dapat beroperasi meski terjadi pemadaman listrik.
Seluruh data kondisi kolam dapat dipantau kapan saja melalui ponsel.
Rangkaian program dimulai dengan sosialisasi kepada perangkat desa dan warga pada 30 September 2025. Dilanjutkan pelatihan manajemen usaha mikro dan literasi keuangan digital bagi anggota pokmas pada Oktober 2025.
Pemasangan perangkat auto feeder dan sensor kualitas air dilakukan pada 19 November 2025. Uji coba dan pendampingan penggunaan alat kepada mitra berjalan lancar. Seluruh proses pemasangan rampung 100 persen sebelum alat diresmikan pada 23 November 2025.
Koordinator Lapangan Tim PPM BEM Unikama Candra Prasetyo mengatakan, gagasan Smart Feeder lahir dari observasi langsung tim mahasiswa di lapangan sejak awal program.
“Kami melihat sendiri bagaimana kelompok budidaya di sini bolak balik ke kolam setiap hari hanya untuk memastikan pakan dan kondisi air aman. Dari situ kami mencoba merancang alat yang bisa meringankan pekerjaan mereka sekaligus membuat hasil panen lebih terjamin,” ungkapnya.
Hartono, salah satu pengurus Pokdakan Molek Jaya, mengaku terbantu dengan teknologi tersebut.
“Sekarang kami tidak perlu terus menerus mengecek kolam secara manual. Kalau ada perubahan suhu atau kualitas air yang tidak normal, kami langsung tahu lewat aplikasi di ponsel,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswa Unikama Bantu Transformasi Desa Mbaran
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, penerapan teknologi tersebut berhasil meningkatkan efisiensi pemberian pakan hingga sekitar 40 persen. Angka kematian ikan juga turun hingga di bawah 10 persen.
Produksi ikan tercatat meningkat hingga sekitar 60 persen dibandingkan sebelum program berjalan. Tingkat pemanfaatan alat mencapai 100 persen pada kolam utama mitra.
Pemberdayaan tersebut juga mendorong pengembangan olahan kuliner berbahan dasar ikan.
Melalui pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan digital, dan branding produk, pokmas yang dipimpin Zainul Arief berhasil mengembangkan tiga varian produk olahan ikan bernilai tambah.
Produk tersebut mulai dipasarkan secara digital melalui media sosial dan platform e-commerce. Dengan demikian, tercipta rantai pasok lokal antara pembudi daya dan pelaku UMKM di desa.
“Program ini sangat membantu warga kami, khususnya kelompok pembudi daya ikan dan pelaku UMKM. Kami berkomitmen mendukung penuh keberlanjutan program ini agar manfaatnya terus dirasakan Masyarakat Talangagung,” ungkap Kepala Desa Talangagung Tarmuji.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko






























