Malang, Tugumalang.id – Dosen Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Dr. Hj. Nur Mahmudah, MA, berpartisipasi dalam Halaqah Kepemimpinan Ulama Perempuan di Yogyakarta, 19–21 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Pra Kongres Ulama Perempuan (KUPI) ke-3 yang akan diselenggarakan pada 2027 mendatang.
Nur Mahmudah mengaku bangga dan terhormat dapat menjadi perwakilan UIN Malang dalam kegiatan tersebut. Dia turut aktif dalam upaya memperkuat keulamaan perempuan dan pengetahuan keislaman yang responsif terhadap pengalaman perempuan.
“Saya sangat antusias dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari kegiatan ini sebagai wakil UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bagi saya, halaqah ini menjadi ruang penting untuk membangun sinergi antar ulama perempuan sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan dalam membaca teks keagamaan dan realitas sosial kemasyarakatan,” ujar Nur Mahmudah.
Menurut dia, sinergi antarulama perempuan penting untuk menghadirkan pembacaan keagamaan yang mampu mempertemukan teks dan realitas.
Baca juga: Penelitian Dosen UIN Malang Ungkap Dua Kategori Kufur dalam Al-Qur’an
Dalam konteks tersebut, trilogi KUPI, yakni Ma’ruf, Mubadalah, dan Keadilan Hakiki, menjadi pijakan penting dalam membaca teks keagamaan sekaligus memahami realitas sosial kemasyarakatan.
“Trilogi KUPI, yaitu Ma’ruf, Mubadalah, dan Keadilan Hakiki, memberikan kerangka penting dalam membaca teks sekaligus realitas sosial kemasyarakatan. Kerangka ini membantu agar pengetahuan dan pandangan keagamaan tidak berhenti pada teks, tetapi juga mampu merespons pengalaman nyata dan persoalan yang dihadapi masyarakat,” bebernya.
Nur Mahmudah menambahkan, keterlibatannya dalam halaqah bukan hanya menjadi kesempatan untuk memperkuat kapasitas personal. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses membangun jejaring dan sinergi keilmuan di antara ulama perempuan.
Bagi UIN Malang, partisipasi dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen penguatan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan kajian Islam yang kritis, kontekstual, dan responsif terhadap dinamika masyarakat.
Dalam bidang Al-Qur’an dan Tafsir, pengalaman perempuan dan realitas sosial memiliki posisi penting dalam proses produksi pengetahuan keagamaan.
Baca juga: Dosen UIN Malang Kaji Konsep Al-Huzn dalam Al-Qur’an, Kesedihan Dinilai Bisa Jadi Jalan Pemulihan
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah mempersiapkan peserta sebagai tim perumus hasil musyawarah keagamaan KUPI pada Kongres KUPI ke-3.
Musyawarah keagamaan menjadi salah satu forum penting KUPI untuk mempertemukan khazanah keilmuan Islam dengan pengalaman perempuan dan realitas sosial.
Forum tersebut digunakan untuk merumuskan pandangan keagamaan atas berbagai persoalan kontemporer.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko






























