Tugumalang.id – Fasilitas jalur pedestrian dibangun untuk memberikan ruang khusus bagi pejalan kaki saat beraktivitas. Selain meningkatkan keamanan dan kenyamanan, jalur ini juga menghubungkan masyarakat dengan berbagai pusat kegiatan, mulai dari kawasan perdagangan, perkantoran, ruang terbuka publik, kawasan wisata, hingga area pendidikan.
Di Kota Malang, sejumlah koridor jalan telah dilengkapi jalur pedestrian sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan.
Baca Juga: Kampung Wisata Justru Meredup Saat Pedestrian Kayutangan Kota Malang Ditata
Beberapa di antaranya berada di ruas jalan yang kerap dilalui masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Jalur tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses berbagai fasilitas publik dengan berjalan kaki.
1. Kawasan Kayutangan Heritage
Koridor Kayutangan Heritage menjadi salah satu kawasan yang mengutamakan akses bagi pejalan kaki. Trotoar di sepanjang Jalan Basuki Rahmat terhubung dengan pertokoan, bangunan cagar budaya, tempat makan, dan akses menuju Kampung Heritage Kayutangan.
Penataan kawasan ini juga dilengkapi bangku, lampu penerangan, penyeberangan jalan, serta jalur yang memudahkan pengunjung menjelajahi kawasan dengan berjalan kaki.
Fungsi trotoar di kawasan tersebut juga terus dijaga sebagai ruang khusus pejalan kaki, termasuk melalui penertiban pedagang yang menggunakan trotoar sebagai lokasi berjualan.
2. Jalan Besar Ijen
Jalan Besar Ijen merupakan salah satu koridor pedestrian paling dikenal di Kota Malang. Trotoarnya membentang di kedua sisi jalan dengan deretan pohon mahoni yang menjadi ciri khas kawasan heritage tersebut.
Baca Juga: Kampung Wisata Justru Meredup Saat Pedestrian Kayutangan Kota Malang Ditata
Pemerintah Kota Malang sebelumnya melakukan pelebaran pedestrian hingga sekitar tiga meter untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, kemudian meresmikan penyelesaian pembangunan kawasan pedestrian tersebut sebagai bagian dari penataan Ijen Boulevard.
Koridor ini juga menjadi lokasi pelaksanaan Car Free Day setiap akhir pekan sehingga banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berjalan kaki maupun berolahraga.
3. Alun-Alun Kota Malang
Area di sekitar Alun-Alun Kota Malang memiliki jaringan trotoar yang menghubungkan berbagai fasilitas publik, seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, kawasan kuliner, serta jalan utama di pusat kota.
Jalur pedestrian di kawasan ini menjadi akses utama bagi masyarakat yang berkunjung ke alun-alun maupun menuju pusat aktivitas di sekitarnya.
4. Jalan Semeru
Pemerintah Kota Malang memperlebar trotoar di kawasan Jalan Bromo–Semeru dari sekitar 7–8 meter menjadi sekitar 9 meter pada beberapa titik sebagai bagian dari penataan kawasan.
Di sepanjang koridor ini juga tersedia bangku taman (street furniture) yang dapat dimanfaatkan pejalan kaki, salah satunya di sekitar Kantor PLN.
Selain sebagai akses menuju Stadion Gajayana dan kawasan kuliner, jalur pedestrian di Jalan Semeru juga menjadi bagian dari upaya peningkatan fasilitas bagi pejalan kaki di pusat kota.
5. Kawasan Velodrome Kota Malang
Kawasan Velodrome di Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, juga memiliki jalur pedestrian yang mengelilingi area ruang terbuka hijau dan Hutan Kota Velodrome. Jalur tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berjalan kaki, jogging, maupun mengakses berbagai fasilitas di kawasan tersebut.
Setiap Minggu pagi, pedestrian di sekitar Velodrome juga ramai dilalui warga yang berkunjung ke Pasar Minggu Velodrome maupun memanfaatkan ruang publik untuk berolahraga dan beraktivitas.
6. Jalan Veteran
Jalan Veteran termasuk salah satu koridor di Kota Malang dengan aktivitas pejalan kaki yang cukup tinggi karena berada di kawasan pendidikan.
Jalur pedestrian di sepanjang jalan ini dimanfaatkan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat untuk mengakses berbagai fasilitas, termasuk Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, serta sejumlah sekolah di sekitarnya.
Keberadaan trotoar juga mendukung mobilitas pejalan kaki menuju halte, area pertokoan, dan fasilitas umum di sepanjang koridor Jalan Veteran.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A
























