Selasa, Juli 21, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Kampung Wisata Justru Meredup Saat Pedestrian Kayutangan Kota Malang Ditata

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2023 1:46 pm
in Peristiwa
Sudut sudut gang Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang yang tampak sepi pengunjung.

Sudut sudut gang Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang yang tampak sepi pengunjung. Foto/M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Penataan pedestrian kawasan Kayutangan Heritage yang dilakukan Pemerintah Kota Malang tampaknya tak memberikan dampak positif bagi kampung wisata setempat.

Pasalnya, Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang justru meredup saat pedestrian di Jalan Jenderal Basuki Rachmat dipercantik.

READ ALSO

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Lampu hias, box telephone, replika trem kereta api, kursi-kursi taman beserta bunga-bunga taman menghiasi pedestrian jalan itu. Dan itu memang tampak meriah.

Tetapi di dalam gang-gang Kampoeng Heritage Kajoetangan tampak sepi. Hanya warga setempat berlalu lalang hingga beberapa warga bercengkrama sembari menanti wisatawan mengunjungi dagangannya.

Rudi Haris (67), warga Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang mengatakan bahwa pengunjung saat ini lebih banyak memilih hiruk pikuk pedestrian dari pada kampung wisatanya.

Padahal, wisata tematik Kampoeng Heritage Kajoetangan merupakan pelopor yang melambungkan nama kawasan Kayutangan hingga dilirik wisatawan.

Warga Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang, Rudi Haris atau Mbah Ndut (baju merah) menjelaskan kondisi kampung terkini. Foto/M Sholeh

“Sekarang yang masuk Kampoeng Heritage Kajoetangan hanya di bawah 1 persen saja. Tentu pengunjung lebih memilih pedestrian,” kata pria yang akrab disapa Mbah Ndut itu.

Dia mengaku heran dengan langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Malang yang justru mempercantik pedestrian dari pada perkampungan yang menjadi tempat wisata sejak 2018 itu. Di mana, penataan pedestrian itu justru meredupkan kampung wisata tematik tersebut.

“Orang mengatakan enak warganya, di luar ramai. Jangan salah, yang ramai hanya di luar, dalamnya ya sepi. Padahal di kampung ini dulu pernah digunakan untuk film Yo Wes Ben dan beberapa film dokumenter,” ungkapnya.

Antusiasme Warga Menurun

Menurutnya, antusias warga Kampoeng Heritage Kajoetangan saat ini sudah mulai menurun untuk meramaikan kampung. Pasalnya, kampung itu tak banyak dilirik wisatawan lagi.

“Masyarakat sudah capai, buat apa buka kalau tidak ada pengunjung. Kalau saya kan memang hanya untuk mengisi waktu, jadi mau buka warung nanti sepi atau tidak enggak masalah,” bebernya.

Bahkan Mbah Ndut saat ini hanya membuka warungnya di hari Sabtu dan Minggu. Sebab menurutnya, pengunjung warung miliknya hanya dari wisatawan. Padahal dahulu sejak 2018, warungnya buka setiap hari dan ramai pengunjung.

Mbah Ndut menceritakan awal mula dirinya membuka warung kopi. Dikatakan, dahulu dia membuka warung sembako. Namun karena kampung itu menjadi tempat wisata, dia merubah haluan dengan membuka warung kopi untuk wisatawan.

Bahkan dia juga menata warung sedemikian rupa dengan barang barang koleksi kuno untuk menambah kesan heritage. Namun sayang gelas gelas kopinya kini hanya digunakan di akhir pekan saja.

“Dulu sempat ditanya teman teman, kok saya nekat ganti jual kopi. Ya harus nekat,” ucapnya.

Saat itu, dia memandang bahwa rumahnya punya potensi dikunjungi wisatawan. Rumahnya berdiri sejak 1923 atau seratus tahun yang lalu. Terlebih, ayah Mbah Ndut juga seorang veteran perang saat perebutan Jembatan Merah yakni Muhammad Ahiyat.

“Kalau dipikir-pikir rumah ini harusnya adalah hari ulang tahunnya ke 100 tahun. Kalau histori rumahnya dulu hanya rumah singgah biasa dan pernah jadi lumbung padi,” bebernya.

Kondisi Kampoeng Heritage Kajoetangan saat ini sudah tak sesuai dengan harapannya pada 5 tahun yang lalu. Dia mengaku dalam sepekan pernah tak satupun warungnya dikunjungi pembeli. Dia mengaku sering mendapati hal itu.

Dia berharap pemerintah juga memperhatikan keberlangsungan perekonomian warga dan kampung wisata itu. “Mudah mudahan nanti bisa ramai kembali. Kasihan warga yang sudah membangun kampung ini menjadi kampung wisata,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A

Tags: Kampung wisatakayutangan heritagekota malangPengunjung Wisata

Related Posts

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta
Peristiwa

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Sabtu, 18 Jul 2026
Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji
Peristiwa

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Sabtu, 11 Jul 2026
Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka
Peristiwa

Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka

Selasa, 7 Jul 2026
Proses evakuasi truk tangki yang terguling. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Dahului Kendaraan di Tikungan, Pemotor Tewas Tertimpa Truk Tangki di Karangkates

Selasa, 23 Jun 2026
hangus dilalap api
Peristiwa

2 Rumah Warga Desa Pendem Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp700 Juta

Senin, 8 Jun 2026
Next Post
Kondisi gedung tua pabrik jamur di Kota Batu.

Cerita Horor di Pabrik Jamur Kota Batu dan Kondisinya Kini

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.