Sabtu, September 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Kampung Wisata Justru Meredup Saat Pedestrian Kayutangan Kota Malang Ditata

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2023 1:46 pm
in Peristiwa
Sudut sudut gang Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang yang tampak sepi pengunjung.

Sudut sudut gang Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang yang tampak sepi pengunjung. Foto/M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Penataan pedestrian kawasan Kayutangan Heritage yang dilakukan Pemerintah Kota Malang tampaknya tak memberikan dampak positif bagi kampung wisata setempat.

Pasalnya, Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang justru meredup saat pedestrian di Jalan Jenderal Basuki Rachmat dipercantik.

READ ALSO

Tabrakan Beruntun di Karangploso Tewaskan Pengendara Motor

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Lampu hias, box telephone, replika trem kereta api, kursi-kursi taman beserta bunga-bunga taman menghiasi pedestrian jalan itu. Dan itu memang tampak meriah.

Tetapi di dalam gang-gang Kampoeng Heritage Kajoetangan tampak sepi. Hanya warga setempat berlalu lalang hingga beberapa warga bercengkrama sembari menanti wisatawan mengunjungi dagangannya.

Rudi Haris (67), warga Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang mengatakan bahwa pengunjung saat ini lebih banyak memilih hiruk pikuk pedestrian dari pada kampung wisatanya.

Padahal, wisata tematik Kampoeng Heritage Kajoetangan merupakan pelopor yang melambungkan nama kawasan Kayutangan hingga dilirik wisatawan.

Warga Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang, Rudi Haris atau Mbah Ndut (baju merah) menjelaskan kondisi kampung terkini. Foto/M Sholeh

“Sekarang yang masuk Kampoeng Heritage Kajoetangan hanya di bawah 1 persen saja. Tentu pengunjung lebih memilih pedestrian,” kata pria yang akrab disapa Mbah Ndut itu.

Dia mengaku heran dengan langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Malang yang justru mempercantik pedestrian dari pada perkampungan yang menjadi tempat wisata sejak 2018 itu. Di mana, penataan pedestrian itu justru meredupkan kampung wisata tematik tersebut.

“Orang mengatakan enak warganya, di luar ramai. Jangan salah, yang ramai hanya di luar, dalamnya ya sepi. Padahal di kampung ini dulu pernah digunakan untuk film Yo Wes Ben dan beberapa film dokumenter,” ungkapnya.

Antusiasme Warga Menurun

Menurutnya, antusias warga Kampoeng Heritage Kajoetangan saat ini sudah mulai menurun untuk meramaikan kampung. Pasalnya, kampung itu tak banyak dilirik wisatawan lagi.

“Masyarakat sudah capai, buat apa buka kalau tidak ada pengunjung. Kalau saya kan memang hanya untuk mengisi waktu, jadi mau buka warung nanti sepi atau tidak enggak masalah,” bebernya.

Bahkan Mbah Ndut saat ini hanya membuka warungnya di hari Sabtu dan Minggu. Sebab menurutnya, pengunjung warung miliknya hanya dari wisatawan. Padahal dahulu sejak 2018, warungnya buka setiap hari dan ramai pengunjung.

Mbah Ndut menceritakan awal mula dirinya membuka warung kopi. Dikatakan, dahulu dia membuka warung sembako. Namun karena kampung itu menjadi tempat wisata, dia merubah haluan dengan membuka warung kopi untuk wisatawan.

Bahkan dia juga menata warung sedemikian rupa dengan barang barang koleksi kuno untuk menambah kesan heritage. Namun sayang gelas gelas kopinya kini hanya digunakan di akhir pekan saja.

“Dulu sempat ditanya teman teman, kok saya nekat ganti jual kopi. Ya harus nekat,” ucapnya.

Saat itu, dia memandang bahwa rumahnya punya potensi dikunjungi wisatawan. Rumahnya berdiri sejak 1923 atau seratus tahun yang lalu. Terlebih, ayah Mbah Ndut juga seorang veteran perang saat perebutan Jembatan Merah yakni Muhammad Ahiyat.

“Kalau dipikir-pikir rumah ini harusnya adalah hari ulang tahunnya ke 100 tahun. Kalau histori rumahnya dulu hanya rumah singgah biasa dan pernah jadi lumbung padi,” bebernya.

Kondisi Kampoeng Heritage Kajoetangan saat ini sudah tak sesuai dengan harapannya pada 5 tahun yang lalu. Dia mengaku dalam sepekan pernah tak satupun warungnya dikunjungi pembeli. Dia mengaku sering mendapati hal itu.

Dia berharap pemerintah juga memperhatikan keberlangsungan perekonomian warga dan kampung wisata itu. “Mudah mudahan nanti bisa ramai kembali. Kasihan warga yang sudah membangun kampung ini menjadi kampung wisata,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A

Tags: Kampung wisatakayutangan heritagekota malangPengunjung Wisata

Related Posts

Tabrakan Beruntun di Karangploso Tewaskan Pengendara Motor
Peristiwa

Tabrakan Beruntun di Karangploso Tewaskan Pengendara Motor

Kamis, 3 Sep 2026
Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total
Peristiwa

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Kamis, 27 Agu 2026
Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu
Peristiwa

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Rabu, 12 Agu 2026
Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang
Peristiwa

Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang

Sabtu, 1 Agu 2026
Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas
Peristiwa

Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas

Kamis, 23 Jul 2026
Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta
Peristiwa

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Sabtu, 18 Jul 2026
Next Post
Kondisi gedung tua pabrik jamur di Kota Batu.

Cerita Horor di Pabrik Jamur Kota Batu dan Kondisinya Kini

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.