Rabu, Oktober 21, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Kampung Wisata Justru Meredup Saat Pedestrian Kayutangan Kota Malang Ditata

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2023 1:46 pm
in Peristiwa
Sudut sudut gang Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang yang tampak sepi pengunjung.

Sudut sudut gang Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang yang tampak sepi pengunjung. Foto/M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Penataan pedestrian kawasan Kayutangan Heritage yang dilakukan Pemerintah Kota Malang tampaknya tak memberikan dampak positif bagi kampung wisata setempat.

Pasalnya, Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang justru meredup saat pedestrian di Jalan Jenderal Basuki Rachmat dipercantik.

READ ALSO

Kapolresta Malang Kota Bekali Siswa SMKN 4 Wawasan Kebangsaan untuk Cegah Kenakalan Remaja

Polresta Malang Kota Tes Urine 40 Pengunjung Tempat Hiburan Malam

Lampu hias, box telephone, replika trem kereta api, kursi-kursi taman beserta bunga-bunga taman menghiasi pedestrian jalan itu. Dan itu memang tampak meriah.

Tetapi di dalam gang-gang Kampoeng Heritage Kajoetangan tampak sepi. Hanya warga setempat berlalu lalang hingga beberapa warga bercengkrama sembari menanti wisatawan mengunjungi dagangannya.

Rudi Haris (67), warga Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang mengatakan bahwa pengunjung saat ini lebih banyak memilih hiruk pikuk pedestrian dari pada kampung wisatanya.

Padahal, wisata tematik Kampoeng Heritage Kajoetangan merupakan pelopor yang melambungkan nama kawasan Kayutangan hingga dilirik wisatawan.

Warga Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang, Rudi Haris atau Mbah Ndut (baju merah) menjelaskan kondisi kampung terkini. Foto/M Sholeh

“Sekarang yang masuk Kampoeng Heritage Kajoetangan hanya di bawah 1 persen saja. Tentu pengunjung lebih memilih pedestrian,” kata pria yang akrab disapa Mbah Ndut itu.

Dia mengaku heran dengan langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Malang yang justru mempercantik pedestrian dari pada perkampungan yang menjadi tempat wisata sejak 2018 itu. Di mana, penataan pedestrian itu justru meredupkan kampung wisata tematik tersebut.

“Orang mengatakan enak warganya, di luar ramai. Jangan salah, yang ramai hanya di luar, dalamnya ya sepi. Padahal di kampung ini dulu pernah digunakan untuk film Yo Wes Ben dan beberapa film dokumenter,” ungkapnya.

Antusiasme Warga Menurun

Menurutnya, antusias warga Kampoeng Heritage Kajoetangan saat ini sudah mulai menurun untuk meramaikan kampung. Pasalnya, kampung itu tak banyak dilirik wisatawan lagi.

“Masyarakat sudah capai, buat apa buka kalau tidak ada pengunjung. Kalau saya kan memang hanya untuk mengisi waktu, jadi mau buka warung nanti sepi atau tidak enggak masalah,” bebernya.

Bahkan Mbah Ndut saat ini hanya membuka warungnya di hari Sabtu dan Minggu. Sebab menurutnya, pengunjung warung miliknya hanya dari wisatawan. Padahal dahulu sejak 2018, warungnya buka setiap hari dan ramai pengunjung.

Mbah Ndut menceritakan awal mula dirinya membuka warung kopi. Dikatakan, dahulu dia membuka warung sembako. Namun karena kampung itu menjadi tempat wisata, dia merubah haluan dengan membuka warung kopi untuk wisatawan.

Bahkan dia juga menata warung sedemikian rupa dengan barang barang koleksi kuno untuk menambah kesan heritage. Namun sayang gelas gelas kopinya kini hanya digunakan di akhir pekan saja.

“Dulu sempat ditanya teman teman, kok saya nekat ganti jual kopi. Ya harus nekat,” ucapnya.

Saat itu, dia memandang bahwa rumahnya punya potensi dikunjungi wisatawan. Rumahnya berdiri sejak 1923 atau seratus tahun yang lalu. Terlebih, ayah Mbah Ndut juga seorang veteran perang saat perebutan Jembatan Merah yakni Muhammad Ahiyat.

“Kalau dipikir-pikir rumah ini harusnya adalah hari ulang tahunnya ke 100 tahun. Kalau histori rumahnya dulu hanya rumah singgah biasa dan pernah jadi lumbung padi,” bebernya.

Kondisi Kampoeng Heritage Kajoetangan saat ini sudah tak sesuai dengan harapannya pada 5 tahun yang lalu. Dia mengaku dalam sepekan pernah tak satupun warungnya dikunjungi pembeli. Dia mengaku sering mendapati hal itu.

Dia berharap pemerintah juga memperhatikan keberlangsungan perekonomian warga dan kampung wisata itu. “Mudah mudahan nanti bisa ramai kembali. Kasihan warga yang sudah membangun kampung ini menjadi kampung wisata,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A

Tags: Kampung wisatakayutangan heritagekota malangPengunjung Wisata

Related Posts

Kapolresta Malang Kota Bekali Siswa SMKN 4 Wawasan Kebangsaan untuk Cegah Kenakalan Remaja
Peristiwa

Kapolresta Malang Kota Bekali Siswa SMKN 4 Wawasan Kebangsaan untuk Cegah Kenakalan Remaja

Selasa, 20 Okt 2026
Polresta Malang Kota Tes Urine 40 Pengunjung Tempat Hiburan Malam
Peristiwa

Polresta Malang Kota Tes Urine 40 Pengunjung Tempat Hiburan Malam

Selasa, 20 Okt 2026
Kandang Ayam dan Gudang Pupuk Terbakar di Junrejo Kota Batu
Peristiwa

Kandang Ayam dan Gudang Pupuk Terbakar di Junrejo Kota Batu

Senin, 19 Okt 2026
TNI Gadungan di Malang Diduga Tipu Warga, Korem Temukan Atribut Militer
Peristiwa

TNI Gadungan di Malang Diduga Tipu Warga, Korem Temukan Atribut Militer

Senin, 19 Okt 2026
Polres Malang Cek Stok BBM di SPBU, Warga Diminta Tak Borong
Peristiwa

Polres Malang Pantau Distribusi BBM, Penimbunan Bakal Ditindak

Senin, 19 Okt 2026
Kapolres Batu Sambangi Siswa SMAN 2, Tekankan Bahaya Bullying
Peristiwa

Kapolres Batu Sambangi Siswa SMAN 2, Tekankan Bahaya Bullying

Senin, 19 Okt 2026
Next Post
Kondisi gedung tua pabrik jamur di Kota Batu.

Cerita Horor di Pabrik Jamur Kota Batu dan Kondisinya Kini

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.