Tugumalang.id – Tempat belajar membatik di Malang menjadi buruan wisatawan atau pelajar. Hal ini sebagai upaya menjaga warisan budaya leluhur.
Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang dibuat menggunakan teknik perintang warna dengan malam (lilin) dan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2009.
Selain dipakai sebagai busana, batik juga menjadi keterampilan yang terus dilestarikan melalui berbagai pelatihan dan workshop.
Baca Juga: Pengolahan Limbah Batik Seng, Dari Sisa Produksi Menjadi Sumber Daya Berkelanjutan
Di Malang, terdapat beberapa tempat yang membuka kelas membatik untuk berbagai kalangan. Peserta dapat mencoba langsung setiap tahap pembuatannya, mulai dari menggambar pola, mencanting, hingga proses pewarnaan kain. Berikut beberapa tempat belajar membatik di Malang.
1. LKP Soendari Batik
Belajar membatik dari nol dapat dilakukan di LKP Soendari Batik yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang. Tempat ini membuka kelas untuk masyarakat umum, baik peserta perorangan maupun rombongan dari sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan instansi.
Selama pelatihan, peserta mempelajari setiap tahapan membatik, mulai dari membuat pola, menggunakan canting dan malam, hingga proses pewarnaan kain.
LKP Soendari Batik juga menyediakan pelatihan batik tulis, batik cap, batik cetak, dan batik jumputan. Peserta dapat memilih motif, ukuran kain, serta teknik membatik yang ingin dipelajari.
Selain kelas reguler, tersedia pula workshop harian, Batik Art Therapy, dan program Piknik Membatik yang dikemas sebagai kegiatan belajar di luar ruangan. Pelatihan dapat diikuti setiap hari dengan melakukan reservasi terlebih dahulu.
2. Galeri Dadap Batik Batu
Selain sebagai tempat produksi batik, Galeri Dadap Batik Batu yang terletak di Jalan Pronoyudo Nomor 75, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, membuka kelas membatik yang dapat diikuti wisatawan, pelajar, komunitas, hingga instansi.
Selain sebagai tempat produksi batik, galeri ini juga mengembangkan wisata edukasi yang mengenalkan proses pembuatan batik khas Batu.
Selama pelatihan, peserta mempelajari setiap tahapan membatik, mulai dari mengenal motif khas Batu, seperti motif anggrek, membuat pola, mencanting menggunakan malam, proses pewarnaan, hingga pelorodan. Peralatan membatik telah disediakan, sementara hasil karya peserta dapat dibawa pulang setelah kegiatan selesai.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Perajin Batik di Kepanjen Banjir Pesanan
Di luar kegiatan pelatihan, Galeri Dadap Batik juga memproduksi batik tulis dan batik cap dengan motif khas Kota Batu, termasuk Batik Anggrek Dadaprejo yang dikembangkan sebagai salah satu identitas batik daerah setempat.
3. Batik Krajan “DW”
Workshop membatik juga rutin digelar oleh Batik Krajan DW, Karangploso, Kabupaten Malang. Peserta tidak hanya dikenalkan pada teknik batik tulis dan batik cap, tetapi juga shibori serta ecoprint.
Seluruh tahapan pembuatan batik dipraktikkan secara langsung, mulai dari mencanting, pewarnaan, hingga pelorodan. Selain di galeri, kegiatan juga kerap dilaksanakan melalui kolaborasi dengan hotel dan ruang kreatif di Malang maupun Kota Batu.
4. Batik Blimbing Malang
Motif batik khas Malangan menjadi salah satu materi yang dikenalkan dalam kelas membatik di Batik Blimbing Malang. Sentra batik yang berlokasi di Jalan Candi Jago Nomor 6, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ini membuka program edukasi membatik yang dapat diikuti masyarakat umum, wisatawan, pelajar, hingga rombongan instansi.
Selain mengenal filosofi motif, peserta juga mempraktikkan proses membatik secara langsung, mulai dari menggunakan canting dan malam hingga pewarnaan kain.
Batik Blimbing Malang juga memperkenalkan teknik jumputan dan shibori dalam beberapa kegiatan pelatihannya. Setelah workshop selesai, hasil karya peserta dapat dibawa pulang.
5. Kampung Batik Bunulrejo
Suasana belajar membatik dapat dijumpai di Kampung Batik RW 10, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kawasan ini mengembangkan wisata edukasi yang mengajak pengunjung mengenal batik tulis khas Malangan melalui praktik langsung bersama para perajin.
Kegiatan diawali dengan pengenalan sejarah Kampung Batik Bunulrejo dan filosofi sejumlah motif lokal, kemudian dilanjutkan dengan praktik mencanting, proses pewarnaan kain, hingga penjemuran. Hasil batik yang telah selesai dikerjakan dapat dibawa pulang oleh peserta.
Beberapa motif yang diperkenalkan dalam pelatihan antara lain Tirto Telogo, Kembang Kantil, dan Topeng Malangan. Program ini dapat diikuti melalui reservasi, terutama untuk kunjungan sekolah, mahasiswa, maupun rombongan wisata edukasi.
Selain memproduksi batik, sejumlah tempat tersebut juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat yang ingin mempelajari proses pembuatan batik secara langsung. Pelaksanaan kelas umumnya dilakukan sesuai jadwal atau melalui sistem reservasi yang ditetapkan masing-masing pengelola.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A
























