MALANG, Tugumalang.id – Gebyar Ritual 1 Suro di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang kembali digelar usai vakum sejak masa pandemi COVID-19. Puncak acara berupa kirab budaya, penyekaran agung, dan pembakaran Buto Sengkolo berlangsung pada Selasa (16/6/2026).
Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.000 warga Desa Wonosari. Mereka tergabung sebagai peserta kirab budaya dengan mengenakan pakaian adat dan mengarak tumpeng menuju ke Pesarean Gunung Kawi.
Baca Juga: Gunung Kawi, Surga Wisata tersembunyi di Kabupaten Malang
Ketua Panitia Gebyar Ritual 1 Suro 2026, Muji Rukun Santoso, mengatakan peserta berasal dari satu kontingen desa dan empat kontingen dusun di Desa Wonosari, yakni Dusun Sumbersari, Pijiombo, Kampung Baru, dan Wonosari.

“Tahun ini kami mengambil tema Penyekaran Agung, yaitu penyekaran ke makam beliau Mbah Djugo dan Mbah Raden Imam Soedjono,” kata Muji yang juga merupakan Kepala Dusun Wonosari.
Rute kirab budaya berjarak sekitar satu kilometer. Peserta diberangkatkan dari Terminal Wonosari menuju ke selatan, lalu berbelok ke timur.
Di gapura masuk kawasan pesarean, peserta kembali belok ke utara lalu berjalan lurus hingga melewati Klenteng Kwan Im. Garis finish berada di Pesarean Gunung Kawi.
Baca Juga: Sambut Bulan Bung Karno, PDIP Kota Malang Gaungkan Spirit Gotong Royong
Setelah prosesi kirab selesai, peserta akan melaksanakan penyekaran dengan membawa tumpeng sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan syukur. Panitia juga menyiapkan gunungan hasil bumi berupa aneka buah-buahan yang akan diperebutkan masyarakat setelah prosesi doa dan ikrar selesai dilaksanakan.

“Ini bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa. Setelah diikrarkan nanti buah-buahan itu akan dibagikan kepada masyarakat,” kata Muji.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum kebangkitan kembali tradisi yang sempat terhenti cukup lama. Festival ini sudah pernah dilaksanakan selama 10 tahun.
“Setelah itu kena COVID dan kegiatan ini sempat terhenti. Ini baru kita akan memulai lagi,” ungkap Muji.
Selain kirab budaya, rangkaian acara juga akan menampilkan berbagai kesenian tradisional. Sejak Sabtu (13/6/2026), anak-anak muda Desa Wonosari telah mementaskan seni bantengan, tari topeng, jaranan, tari sekar kawi, ruwatan Buto Sengkolo, dan kegiatan lainnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A


















