Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

Kisah Inspiratif, Perempuan asal Pacitan yang Ikhlas Rawat ODGJ meski Kerap Dicibir Warga

Redaksi by Redaksi
Oktober 11, 2021 10:22 am
in Featured
Murwati Handayani, relawan ODGJ, ketika menyambangi Bambang, ODGJ yang tinggal di gedung tua di depan SMAN Punung Kabupaten Pacitan. (Foto: Risma Wigati/Tugu Malang)

Murwati Handayani, relawan ODGJ, ketika menyambangi Bambang, ODGJ yang tinggal di gedung tua di depan SMAN Punung Kabupaten Pacitan. (Foto: Risma Wigati)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

PACITAN, Tugumalang.id – Kisah inspiratif kali ini datang dari warga asal Pacitan yaitu Murwati Handayani. Bersama timnya, dia rela merawat orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Padahal, ODGJ kerap kali dianggap sebelah mata sebagai orang yang kurang waras, berambut gimbal, dan lusuh. Namun, Murwati Handayani dan timnya tetap ikhlas merawat ODGJ meski kerap kali mereka mendapat cibiran dari warga. Seperti apakah kisahnya?

Beberapa tahun terakhir, Bu Titik, sapaan akrab Murwati Handayani, mulai fokus merawat para ODGJ, khususnya yang berada di Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Lantas apa yang mendorongnya bersedia melakukan hal tersebut?

READ ALSO

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. Kalau semua hanya memberi belas kasihan tanpa aksi turun tangan langsung, kapan mereka akan menjadi bersih?” ungkapnya kepada Tugu Malang, partner Tugu Jatim, di kediamannya di Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Minggu (10/10/2021).

Titik mengatakan, kepedulian yang dia lakukan berawal dari inisiatifnya untuk memberikan makanan sekadarnya ketika ada ODGJ yang lewat sejak beberapa tahun yang lalu. Dia melanjutkan, niatnya pun semakin memuncak ketika masa awal pandemi, ada kejadian ODGJ yang terbaring di jalan dan telah sakaratul maut ketika dirinya menghampiri dengan membawa makanan dan minuman. Hal itulah yang memicu dan menggerakkan hatinya untuk peduli kepada mereka.

“Banyak orang yang mampu, tapi jarang ada yang mau membantu mereka (ODGJ, red),” kata dia.

Ketika ditanya tentang kegiatannya sebagai relawan ODGJ, perempuan yang menjabat sebagai ibu ketua RT tersebut mengungkapkan, kegiatan rutinnya yaitu bersih-bersih dengan mencukur rambut, memotong kuku, memandikan, memberi makanan dan minuman dua kali sehari, hingga memberi pakaian. Menurut dia, satu lagi kegiatan yang tak kalah penting yaitu mengajak para ODGJ berkomunikasi. Sebab, dengan sering ngobrol dan berbincang-bincang diharapkan dapat merangsang kesembuhan jiwa mereka.

Dalam melancarkan aksi sosialnya, perempuan yang juga menjabat sebagai ASN di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Punung tersebut mengaku tidak sendirian melakukannya.

“Yang pasti ada dukungan dari keluarga. Tanpa izin suami, kami (tim, red) tidak bisa keluar rumah. Ketika kebutuhan anak belum tercukupi, kami tidak bisa berangkat. Kami juga dibantu oleh relawan dan masyarakat sekitar tempat ODGJ tersebut berada,” ujarnya.

Dia membeberkan, masyarakat juga memberikan makanan dan minuman. Jika ada ODGJ yang sakit, tapi masyarakat tidak bisa merawat secara intensif sehingga relawan yang turun tangan untuk merawatnya.

Setelah lama menjadi relawan dan menangani para ODGJ, dia mendapat banyak pelajaran berharga. Bahkan, dia menemukan adanya jiwa solidaritas dan semangat berbagi yang luar biasa dari salah satu ODGJ yang dirawat.

“Ternyata orang-orang yang dianggap kurang waras, justru bisa lebih waras dari kita. Setelah diamati, ada ODGJ yang sangat peduli kepada sesamanya. Ketika memiliki makanan berlebih, dia bersedia memberikan makanannya kepada orang lain. Jiwa berbagi dan solidaritasnya luar biasa. Bahkan, kepada orang-orang istimewa yang lewat dia mau memberikan makanannya. Lebih dari itu, ketika saya mengatakan, Mas maaf yo, aku ora ngoleh-olehi jeruk. Nyapo, Mbak? Aku rande duit. Uang yang ada di kantongnya ditawarkan kepada saya. Yang awalnya saya ingin tertawa, justru berubah jadi terharu,” ujar perempuan yang sangat inspiratif tersebut.

Dia melanjutkan, dirinya dan relawan menganggap para ODGJ ini memiliki pikiran-pikiran luar biasa. Mereka mengingat kekurangan, kesulitan orang lain, bahkan mengingat sisa makanannya sendiri. Hingga ODGJ yang bernama Bambang pernah mengatakan bahwa minta dibelikan ayam karena nasi sisa makanannya sayang untuk dibuang.

Sementara itu, dia juga menjelaskan salah satu kebiasaan ODGJ lain bernama Suparman dengan julukan Gibol, yang suka bersalawat, wiridan, berzikir, dan melafalkan ayat-ayat dan asma Allah.

“Ketika kesepian, dia justru bersalawat dan berzikir. Tidak meracau sembarangan. Jika diminta mengucap bismillah, dia mengucap bismilah. Ketika dipancing syahadat, dia juga dapat mengucapkannya. Ketika dipancing salawat, dia justru bisa melanjutkan dengan ayat Alquran yang panjang, dengan bacaan tajwid yang sempurna. Tentu saja hal ini menampar kita, orang yang menganggap diri kita lebih waras dari mereka,” katanya.

Ditanya soal respons orang-orang sekitar terhadap kegiatan sosial yang telah dijalaninya selama ini, Titik mengatakan, selain ada tanggapan positif, tak jarang dia mendengar tanggapan negatif.

“Ada yang mengatakan pencitraan, cari muka, tebar pesona, demi konten, bahkan yang agak menyakitkan, insentifnya berapa? Padahal, semua mestinya tahu kami berdiri sendiri dan mengeluarkan biaya sendiri. Kami tidak bisa membungkam cibiran dari mereka untuk tidak mengatakan itu. Tapi, kami yang harus menutup telinga agar tidak mendengarkannya,” ujarnya.

Hingga kini, sudah banyak ODGJ yang telah dirawat olehnya sebagai relawan. Ada yang memang menetap, ada pula yang hanya datang sebentar kemudian berlalu.

Dia pun menuturkan, hampir semua biaya perawatan ditanggung oleh keuangan pribadi, meski dirinya tidak menafikkan ada sumbangan dari beberapa donatur, berupa alat potong rambut, pakaian, dan lain-lainnya. Hingga saat ini sudah ada respons dari pemerintah, yakni dari dinas sosial dan dinas kesehatan, meski belum ada anggaran atau dana secara langsung yang dikucurkan untuk pembiayaan perawatan ODGJ kepada Titik dan timnya.

Terakhir, Titik dan timnya berharap para ODGJ ini bisa segera sembuh, bertemu keluarganya, dan masih diakui oleh keluarganya. Selain itu, semoga lebih banyak lagi orang yang mau peduli kepada para ODGJ di mana pun berada.

“Semoga lebih banyak lagi orang yang mau peduli kepada para ODGJ di mana pun berada dan membantu mereka,” ujarnya.

 

Penulis: Risma Wigati

Editor: Dwi Lindawati

 

Tags: Kisah inspiratifodgjODGJ PacitanPacitanPasien ODGJRelawan ODGJ

Related Posts

Wisatawan melintasi hutan mangrove di CMC Tiga Warna. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Kamis, 10 Jul 2025
Cak Sindu, pendiri Studi Akting Malang (SAM), yang percaya bahwa akting bukan hanya sekeda seni peran. (Foto: Dohir Herliato/Sindu)
Featured

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

Rabu, 7 Mei 2025
Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis
Featured

Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis

Selasa, 21 Jan 2025
Polresta Malang Kota membongkar sindikat curanmor di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Selasa, 24 Des 2024
Batik karya Utik Mardiati motif kupu-kupu yang sudah dijahit menjadi rok. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Batik Utik Mardiati, Narasi Cerita dalam Selembar Kain

Sabtu, 30 Nov 2024
Soetarjo, gerilyawan pejuang yang masih hidup saat berkisah tentang masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Foto: Azmy
Featured

Kisah Pejuang Gerilyawan Agresi Militer yang Kini Hidup di Malang, Bolak-Balik Ditangkap Belanda

Jumat, 23 Agu 2024
Next Post
FEB Unisma adakan studi industri ke IAPI dan OJK Malang.

Studi Industri HMJA Akuntansi FEB UNISMA ke IAPI dan OJK Kupas Masa Depan Profesi Akuntansi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.