Tugumalang.id – Sejumlah jalan tembus dan akses penghubung di Malang sering dimanfaatkan warga untuk mempersingkat waktu perjalanan. Namun, tidak semua jalur alternatif tersebut dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan seperti kendaraan roda empat.
Meski berfungsi sebagai penghubung antar kawasan, sebagian jalur memiliki lebar yang terbatas sehingga hanya dapat dilewati kendaraan roda dua, pesepeda, maupun pejalan kaki.
Karena itu, pengguna jalan yang belum familiar dengan kondisi wilayah setempat perlu memperhatikan karakteristik setiap jalur sebelum melintas.
Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi Polres Batu Diresmikan, Akses Warga Desa Kini Lebih Efektif
Berikut sejumlah jalan tembus dan akses penghubung di Malang yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, pesepeda, maupun pejalan kaki.
1. Jembatan Pelor
Bagi warga Kota Malang, Jembatan Pelor sudah lama dikenal sebagai akses penghubung yang dapat memangkas waktu perjalanan antara kawasan Oro-Oro Dowo dan Samaan.
Jembatan sepanjang sekitar 148 meter yang melintasi Sungai Brantas ini digunakan sebagai jalur alternatif, terutama kendaraan roda dua.
Namun, lebar jembatan yang terbatas membuat akses membuat akses ini tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Berdasarkan keterangan warga yang dilansir dari berbagai media, sejumlah pengendara mobil sempat memasuki jalur ini setelah mengikuti petunjuk navigasi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, warga kini telah memasang banner pemberitahuan bahwa mobil tidak dapat melintasi jembatan pelor.
2. Jembatan Bunul
Jembatan Bunul menjadi salah satu akses penghubung antara kawasan Bunulrejo di Kecamatan Blimbing dan Sawojajar di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Baca Juga: Eksplorasi Horor Lokal Tapi Lucu Lewat Art Toys di Pop Angker, Mulai Sugeng Mutilasi hingga Hantu Jembatan Cangar
Meski cukup ramai dilalui, akses ini memiliki lebar yang terbatas sehingga lebih umum digunakan oleh pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.
Pada sisi timur jembatan terdapat kontur jalan berupa tanjakan dan turunan yang cukup curam. Kondisi tersebut membuat akses ini tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
3. Jembatan Tegalgondo-Sengkaling
Jembatan di belakang kawasan Taman Rekreasi Sengkaling ini menghubungkan wilayah Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, dengan Kecamatan Dau. Akses ini sering dimanfaatkan untuk menghindari kepadatan di Jalan Raya Tlogomas.
Jalur Tegalgondo juga kerap dipersiapkan oleh Dinas Perhubungan sebagai rute alternatif saat periode libur panjang. Akses ini menghubungkan kawasan Tegalgondo dengan Pendem, Kota Batu, sebagai jalur alternatif untuk membantu mengurai kepadatan di ruas jalan utama.
Namun, lebar jalur yang terbatas membuatnya lebih umum dilalui kendaraan roda dua dibandingkan mobil.
4. Jembatan Biru Polinema
Bagi mahasiswa Politeknik Negeri Malang dan warga sekitar, Jembatan Biru Polinema merupakan akses penghubung yang berada di kawasan Jalan Terusan Kembang Turi, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Jembatan ini dikenal oleh pengendara lokal karena kondisi jalurnya yang sempit, memiliki tanjakan, serta sudut kemiringan yang cukup ekstrem. Akses tersebut diprioritaskan untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.
5. Jembatan Mbetek
Jembatan Betek yang juga dikenal dengan nama Jembatan KH. A. Fattah atau Tembalangan berada di Jalan Cendana Bawah, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Secara struktur dan lebar, akses jembatan ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua.
Jembatan tersebut menghubungkan wilayah Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, dengan Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Jalur ini juga kerap dimanfaatkan sebagai rute alternatif khusus motor untuk memangkas waktu perjalanan dari kawasan Jalan Mayjen Panjaitan menuju area Universitas Brawijaya (UB).
Beberapa jalan tembus dan jembatan penghubung di Kota Malang memiliki fungsi sebagai jalur alternatif di berbagai kawasan. Setiap akses tersebut memiliki kondisi dan batasan yang berbeda, termasuk lebar jalan dan jenis kendaraan yang dapat melintas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A





























