Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Menuju Idul Fitri Kebangsaan: Dari Taqwa Personal ke Etika Bernegara

Redaksi by Redaksi
Maret 15, 2026 1:29 pm
in Ruang Cendekia
Menuju Idul Fitri Kebangsaan

Aries Musnandar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Dr. Aries Musnandar*

Diskursus publik belakangan ini riuh dengan istilah “omon-omon”, sebuah sindiran satir terhadap jurang lebar yang memisahkan antara retorika di podium dan fakta di lapangan. Dalam konteks bernegara, fenomena ini menjadi manifestasi krisis integritas yang akut.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Pidato-pidato kebangsaan yang dipenuhi diksi religius dan etis kerap hanya menjadi kosmetik politik, sementara di balik layar, intervensi terhadap independensi lembaga negara terus berjalan demi syahwat kekuasaan yang pragmatis.

Idul Fitri semestinya tidak berhenti pada seremoni saling memaafkan yang bersifat superfisial. Lebih dari itu, Idul Fitri harus menjadi momentum “Fitrah Kebangsaan” yang menuntut kembalinya integritas personal ke dalam praktik bernegara.

Jika taqwa hanya dipahami secara privat sebagai ritual kesalehan individu, tetapi abai terhadap etika publik, maka kita sedang menyaksikan pendangkalan makna agama dalam ruang sipil. Taqwa yang hakiki bukan sekadar komoditas lisan, melainkan konsistensi antara sumpah jabatan dan tindakan nyata.

Baca juga: Kapan Idul Fitri 2026? BMKG dan BRIN Ungkap Prediksi 1 Syawal 1447 Hijriah

Persoalan fundamental bangsa hari ini adalah lumpuhnya profesionalitas akibat intervensi yang mengganggu marwah Trias Politika. Kita menyaksikan proses sebab-akibat yang nyata: ketika ambisi kekuasaan tidak lagi mengenal batas etika, independensi lembaga legislatif dan yudikatif pun dipertaruhkan.

Hukum yang seharusnya menjadi panglima tertinggi perlahan bergeser menjadi instrumen yang dapat “dipesan” atau diintervensi. Padahal, tanpa pemisahan kekuasaan yang tegas dan bersih dari gangguan, keadilan sosial hanyalah fatamorgana dalam narasi pidato.

Di sinilah relevansi ibadah puasa yang baru saja kita lalui diuji. Puasa merupakan laboratorium pengendalian diri (self-restraint) yang paling radikal. Jika secara personal seorang hamba mampu menahan hal-hal yang halal demi ketaatan kepada Sang Pencipta, maka secara kolektif dalam kehidupan kebangsaan, para elite semestinya memiliki ketahanan moral untuk menahan diri dari godaan mengangkangi konstitusi atau merusak tatanan demokrasi.

Indikator keberhasilan puasa seorang hamba bukan terletak pada kemeriahan hari raya, melainkan pada transformasi perilaku pasca-Ramadhan. Secara analogis, keberhasilan “Idul Fitri Kebangsaan” harus diukur dari pergeseran perilaku kolektif ke arah yang lebih positif dan bermartabat.

Baca juga: Layanan Imigrasi Tutup 18-24 Maret 2026 Saat Nyepi dan Idul Fitri

Jika kondisi berbangsa dan bernegara belum menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik, jika korupsi tetap langgeng dan intervensi tetap menjadi tradisi, maka puasa kita secara substantif belum memiliki makna dan belum menyentuh rida-Nya.

Rida Allah tidak akan turun pada sebuah bangsa yang membiarkan kebenaran diputarbalikkan oleh retorika hampa. Idul Fitri tahun ini harus menjadi tenggat bagi para penyelenggara negara untuk kembali ke fitrah integritas, yakni sebuah titik balik ketika taqwa tidak lagi disandera oleh kepentingan sempit, melainkan mewujud dalam etika bernegara yang bersih, jujur, dan profesional. Tanpa itu, kita hanya akan terjebak dalam siklus ritual tahunan yang hampa rasa dan miskin makna.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tentang Penulis

Aries Musnandar, dosen PAI FIK dan Program Pascasarjana Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Memiliki pengalaman bekerja di dunia usaha dan industri selama dua dekade, terutama di perusahaan multinasional.

redaktur: jatmiko

Tags: Aries Musnandaretika bernegaraidul fitriintegritas publikkrisis integritasMenuju Idul Fitri Kebangsaantaqwa personalTrias Politika

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Koni Kabupaten Malang

Ketua Umum KONI Kabupaten Malang Darmadi Siapkan Porkab 2026 untuk Jaring Atlet Berprestasi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.