Kota Batu, Tugumalang.id – Desa Bulukerto di Kota Batu, Jawa Timur, kini memiliki kerajinan khas berupa Batik Kamulyan. Karya wastra tersebut menonjolkan motif ikonik satwa endemik langka Elang Jawa yang hidup di kawasan hutan kaki Gunung Arjuna dan berbatasan langsung dengan wilayah Desa Bulukerto.
Produk batik tulis itu diresmikan pada Sabtu (28/2/2026) oleh Ketua Dekranasda Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, didampingi Ibu Wakil Wali Kota Batu, Rida Heli Suyanto, jajaran OPD, Camat Bumiaji, Kepala Desa Bulukerto, akademisi dari UMM, serta BNN Kota Batu.
Kehadiran Batik Kamulyan semakin memperkaya potensi lokal berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Batu. Motif burung yang kerap disebut sebagai “Burung Garuda” tersebut tidak hanya memperkuat identitas desa, tetapi juga mengandung pesan kuat tentang konservasi satwa dan kelestarian lingkungan.
Baca juga: Jelang Lebaran, Perajin Batik di Kepanjen Banjir Pesanan
Motif Elang Jawa dan Komitmen Konservasi
Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, menjelaskan bahwa pemilihan motif tersebut berangkat dari keberadaan Elang Jawa yang masih bertahan di habitat alaminya di Kota Batu. Hingga kini, BKSDA telah mengidentifikasi tiga ekor Elang Jawa yang hidup di kawasan hutan Gunung Pucung, Desa Bulukerto.
Sejak 2023, Pemerintah Desa Bulukerto berkomitmen melindungi populasi burung tersebut dengan bekerja sama dengan BKSDA. Langkah itu selaras dengan visi program Batu SAE yang menitikberatkan aspek ekologi. Pemberdayaan ekonomi melalui batik diharapkan berjalan beriringan dengan pelestarian alam.
“Elang Jawa menjadi satu-satunya spesies endemik dan langka yang masih bertahan di Kota Batu. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita untuk menjaganya,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Mawan itu menambahkan, Batik Kamulyan dikerjakan oleh tujuh ibu-ibu pembatik yang berkarya di galeri batik milik desa.
Dari sisi penamaan, Kamulyan terinspirasi dari Sumber Umbul Gemulo. Kata “Gemulo” berasal dari kata “Mulyo” yang berarti sejahtera, mulia, atau bermartabat.
“Lewat filosofi pembuatan batik ini, kami berharap masyarakat Desa Bulukerto senantiasa memperoleh kemuliaan dan kesejahteraan dalam kehidupannya. Semoga langkah kecil ini menjadi titik tolak kemajuan besar bagi desa,” imbuhnya.
Baca juga: 5 Toko Batik Terbaik di Malang: Wisata Belanja dan Warisan Budaya dalam Satu Tempat
Dorongan Naik Kelas hingga Nasional
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, menyampaikan apresiasi atas lahirnya Batik Kamulyan yang sarat kisah dan pesan lokalitas. Ia berkomitmen memperkenalkan warisan wastra tersebut lebih luas ke depannya.
Meski demikian, ia menegaskan agar eksistensi Batik Kamulyan tidak berhenti pada seremoni peresmian. Ia mendorong agar batik tersebut mampu naik kelas dan dikenal hingga tingkat nasional melalui Dekranasda.
“Saya harap nantinya motif Elang Jawa pada batik ini tidak hanya diproduksi untuk busana saja, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif lainnya,” ujarnya.
Ke depan, ia juga akan merekomendasikan kepada seluruh perangkat desa dan lembaga adat untuk mengenakan Batik Kamulyan dalam berbagai kegiatan sebagai bentuk promosi nyata.
“Jika perangkat desa memakainya, itu akan menjadi sarana promosi yang efektif. Teruslah semangat dan ciptakan inovasi baru agar batik kita bisa go international,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























