Malang, Tugumalang.id – Wacana pembangunan skywalk di kawasan Kayutangan Heritage dan kawasan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang masih membutuhkan proses panjang sebelum benar benar direalisasikan. DPUPR-PKP Kota Malang memastikan saat ini masih berada pada tahap awal penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Kepala DPUPR-PKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto menjelaskan bahwa hingga kini rencana skywalk tersebut baru sebatas konsep dalam dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).
“Di RTBL itu memang sudah dikonsepkan akan ada skywalk. Tapi kami belum bisa bicara detail karena DED-nya belum kami susun,” kata Dandung, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, baik kawasan Kayutangan maupun Suhat bakal dipoles untuk pengembangan berbasis kawasan wisata berkelanjutan. Nantinya, penataan tidak hanya menyasar pembangunan jalur pedestrian layang.
“Kami tata semua, pedestrian, penataan parkirnya, lalu lintasnya. Cuma detailnya saya belum bisa bicara karena kan belum DED-nya,” ujarnya.
Baca juga: Wali Kota Malang Usulkan Pembangunan Skywalk Kayutangan dan Suhat ke Bank Dunia
Soal detail teknis desain, konstruksi, hingga kebutuhan anggaran, Dandung menyebut masih menunggu rampungnya DED tersebut. Konsep proyek ini telah diusulkan ke Bank Dunia.
“Di pusat itu ada kegiatan yang dibiayai Bank Dunia, itu untuk konsep pengembangan dan penataan kawasan seperti itu,” ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Malang telah mengungkapkan wacana pengembangan 2 kawasan iconik tersebut.
Di Kayutangan, rencananya akan ada ekapasi daya tarik destinasi, termasuk pembangunan skywalk. Kayutangan akan diintegrasikan dengan berbagai titik potensial, seperti Alun Alun Merdeka, DKM, Pasar Splendid, Tarekot, Monumen Tugu Balai Kota Malang, Stasiun Malang hingga Kampung Warna Warni Jodipan.
Baca juga: Potensi Jadi Lokasi Ngabuburit, Parkir Tepi Jalan Kayutangan Heritage Malang Bakal Diperketat
Sementara di kawasan Suhat, akan dikembangkan menjadi kawasan milenial. Pembangunan skywalk diproyeksikan semakin memperkuat daya tarik icon destinasi pusat kuliner Kota Malang itu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























