Tugumalang.id – Pemerintah Kota Malang berencana melakukan ekspansi daya tarik 2 kawasan iconik di Kayutangan Heritage dan Soekarno-Hatta (Suhat). Salah satunya dengan pembangunan skywalk di 2 kawasan itu. Kini, konsep tersebut tengah diusulkan ke bank dunia.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memastikan bahwa detail konsep pengembangan 2 kawasan icon Kota Malang yakni Kayutangan dan Suhat itu telah diajukan ke bank dunia.
Baca Juga: Revitalisasi Kawasan Alun-Alun Kota Batu, Heli Targetkan Saingi Kayutangan Heritage
“Yang kami usulkan ada dua kawasan, yakni kawasan integrasi Kayutangan dan kawasan Suhat,” kata Wahyu.
Menariknya, pengembangan 2 kawasan itu juga mengusulkan rancangan pembangunan skywalk atau jalur pedestrian layang untuk memperkuat daya tarik.
“Mungkin akan sama sama ada (skywalk). Tapi dengan ornamen yang berbeda. Satunya mengusung konsep heritage kolonial dan satunya konsep milenial,” ungkapnya.
Soal kebutuhan anggaran, Wahyu belum bisa memastikan. “Kan baru kami usulkan, kami belum tahu anggarannya. Kalau saya sih maunya sebanyak banyaknya,” kata dia.
Baca Juga: Motor Dilarang Parkir di Kayutangan Heritage Mulai 7 Januari 2026
Di Kayutangan, rencananya akan ada ekapasi daya tarik destinasi. Wahyu berencana mengitegrasikan Kayutangan dengan berbagai titik potensial, seperti Alun Alun Merdeka, DKM, Pasar Splendid, Tarekot, Monumen Tugu Balai Kota Malang, Stasiun Malang hingga Kampung Warna Warni Jodipan.
“Ini akan menjadi kawasan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Termasuk penataan PKL, parkir dan khususnya destinasi wisata yang tertata,” urainya.
“Sudah ada konsepnya, secara keseluruhan sudah kami sampaikan ke bank dunia. Mereka tertarik dengan konsep ini,” imbuhnya.
Sementara di kawasan Suhat, akan dikembangkan menjadi kawasan milenial. Pembangunan skywalk diproyeksikan semakin memperkuat daya tarik icon destinasi pusat kuliner Kota Malang itu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























