Tugumalang.id – Wali Kota Malang memberikan teguran keras kepada pedagang kaki lima (PKL) yang ditemukan nekat berjualan di trotoar Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Teguran itu disampaikan langsung saat sidak bersama Forkopimda Kota Malang pada Kamis (19/2/2026).
Terpantau, area trotoar Taman Krida Budaya Jatim di Jalan Suhat, Kota Malang yang biasa dipakai PKL berjualan telah steril. Para pedagang sudah masuk ke area dalam Taman Krida Budaya. Disana, ratusan pengunjung tampak berdatangan untuk berburu takjil.
Baca Juga: Suasana Pasar Takjil Suhat Kota Malang Dipadati Pengunjung, Pedagang Full Senyum
Namun di area luar, tepatnya di kiri Taman Krida Budaya, lapak lapak PKL masih berdiri dan berjualan di atas trotoar jalan. Akibatnya, badan jalan menjadi tempat parkir dan jalan menjadi macet. Padahal hal itu telah dilarang melalui SE Wali Kota Malang tentang Pelaksanaan Ramadan 2026.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menemui langsung pedagang PKL yang berjualan takjil di trotoar itu. Ia memberikan teguran keras dan meminta mereka tak berjualan lagi di atas trotoar.

“Di SE kan jelas jualan di trotoar tidak boleh. Lalu di Suhat ini kan sudah disiapkan pasar takjil di dalam Taman Krida Budaya, saya lihat pedagang dan pengunjung di dalam sangat antusias. Tetapi ini masih ada yang jualan di trotoar bahkan ada teropnya yang katanya bayar,” ungkap Wahyu.
Tak main main, Wahyu menyebut para pegadang takjil yang ditemukan berjualan di trotoar itu sudah membayar sewa tempat senilai Rp 1 juta.
Untuk itu, ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk menelusuri siapa oknum yang menjual belikan tempat trotoar sebagai lapak jualan takjil itu.
Baca Juga: Trotoar Suhat Bakal Dipercantik, Wawali Kota Malang Tegaskan Sterilisasi Parkir Liar
“Sesuai SE yang kami terbitkan, dilarang jualan di trotoar. Karena ini menggangu lalu lintas. Pengunjung jadi turun di jalan raya, malah jalannya dipakai parkir, akhirnya macet. Sementara, ini kami beri teguran, kalau mengulangi akan kami tindak tegas,” ujarnya.
Selain memberikan teguran langsung, Wahyu juga akan membongkar tenda tenda yang berdiri di atas trotoar dan dipakai jualan takjil itu. Ia meminta tak ada lagi pedagang yang berjualan diatas trotoar.
“Tenta tenda ini akan kami bongkar. Kami tidak melarang berjualan, tetapi ada tempatnya,” kata dia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























