Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Roehana Koeddoes: Gagasan Emansipasi Perempuan dan Jurnalisme Progresif di Indonesia

Redaksi by Redaksi
Februari 19, 2026 10:39 pm
in News
Pemikiran Roehana Koeddoes tentang emansipasi perempuan dan jurnalisme progresif di Indonesia. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.

Pemikiran Roehana Koeddoes tentang emansipasi perempuan dan jurnalisme progresif di Indonesia. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Sosok Roehana Koeddoes (1884 – 1972) atau yang kerap disapa dengan Ruhana Kuddus. Ia merupakan sosok penting dibalik tonggak awal pergerakan kaum perempuan di Indonesia.

Roehana Koeddoes dikenal sebagai jurnalis perempuan pertama di Indonesia, pendidik, dan penggerak sosial dengan gagasannya terkait pendidikan dan emansipasi perempuan. Pemikiran ini menunjukkan bahwa sosoknya sebagai jurnalis perempuan, memiliki pemikiran yang jauh melampaui zamannya.

READ ALSO

Prakiraan Cuaca Kota Malang Rabu 3 Juni 2026: Merata Udara Kabur

Kasus Dugaan Penganiayaan dan Perusakan di Pantai Wediawu Malang Berakhir Damai

Karena saat itu, di era pemerintahan kolonial Hindia Belanda, kaum perempuan umumnya tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan dibatasi dalam ruang publik.

Baca Juga: Hampir 200 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Malang, Dinsos Masifkan Berani Speak Up

Dalam artikel ilmiah berjudul “Pers Perempuan dan Konstruksi Kesadaran Gender pada Masa Kolonial” yang ditulis Nabila dan Nurhayati dan dipublikasi di Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) tahun 2020. Sosok Roehana muncul di tengah keadaan yang sulit bagi kaum perempuan pada saat itu.

Cuplikan film Soenting Melajoe, biogragi Roehana Koeddoes yang tayang di TVRI Sumatera Barat. /Foto: Tangkapan layar YouTube TVRI Sumatera Barat.
Cuplikan film Soenting Melajoe, biogragi Roehana Koeddoes yang tayang di TVRI Sumatera Barat. /Foto: Tangkapan layar YouTube TVRI Sumatera Barat.

Melalui suara kritis, Roehana muncul menentang norma sosial patriarkal melalui tulisan dan kiprahnya dalam pendidikan.

Gagasan Pendidikan Perempuan sebagai Dasar Emansipasi

Salah satu fondasi utama pemikiran Roehana adalah bahwa pendidikan perempuan bukan sekadar hak, tetapi kebutuhan fundamental untuk mencapai kemandirian dan kesetaraan.

Walaupun tidak menerima pendidikan formal, Roehana dibimbing oleh ayahnya untuk membaca, menulis, dan mempelajari bahasa.

Kesadaran ini mendorongnya pada 11 Februari 1911 mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang, Sumatera Barat.

Sekolah ini membuka ruang bagi perempuan untuk belajar membaca dan menulis, kerajinan tangan, hingga keterampilan ekonomi yang selama ini hanya diasosiasikan dengan peran domestik semata.

Baca Juga: Lansia Perempuan Hilang 6 Hari, Ditemukan Tewas di Pinggir Sungai Ampelgading

Dengan menyediakan pendidikan yang menggabungkan kemampuan literasi dan keterampilan praktis, Roehana memperluas konsep pendidikan perempuan dari sekadar ilmu dasar menjadi alat pemberdayaan sosial dan ekonomi.

Diskusi 3 Wajah Roehana Koeddoea yang dihadiri beberapa tokoh pers nasional dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. /Foto: Tangkapan layar Instagram @fjpindonesia.
Diskusi 3 Wajah Roehana Koeddoea yang dihadiri beberapa tokoh pers nasional dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. /Foto: Tangkapan layar Instagram @fjpindonesia.

Hal ini mengoreksi pemahaman tradisional yang menempatkan pendidikan perempuan di bawah sekadar tanggung jawab rumah tangga (Silfia, Hanani: 2020).

Jurnalisme sebagai Instrumen Perubahan Sosial

Pemikiran Roehana berikutnya adalah bahwa media bukan sekadar alat informasi, tetapi juga alat perjuangan sosial. Pada 1912, Roehana mendirikan surat kabar Soenting Melajoe, sebuah media yang ditujukan khusus untuk perempuan dan dikelola oleh perempuan, dari pemimpin redaksi hingga penulisnya.

Surat kabar ini membawa gagasan bahwa perempuan memiliki suara dan pengalaman yang layak disampaikan kepada publik luas. Sesuatu yang masih jarang terjadi pada masa itu.

Lewat Soenting Melajoe, Roehana mengangkat isu-isu pendidikan perempuan, kesehatan, sosial, serta tantangan ketidaksetaraan gender.

Dengan motto “Dari, Oleh, dan Untuk Perempuan”, Roehana menempatkan media sebagai ruang dialog dan pemberdayaan perempuan, bukan sekadar peliputan berita. Ini merupakan langkah radikal pada era kolonial di mana media hampir seluruhnya dikuasai oleh kaum laki-laki.

Kritik Terhadap Struktur Sosial Patriarkal dan Kolonial

Pemikiran Roehana tidak hanya mendorong perempuan untuk belajar, tetapi juga mengkritik struktur sosial yang membatasi aktivitas dan pengakuan perempuan di ruang publik.

Melalui tulisan-tulisannya, Roehana sering memaparkan bagaimana perempuan diposisikan di bawah laki-laki, termasuk dalam akses pendidikan dan kesempatan berkarya serta menuntut perubahan.

Dalam konteks Minangkabau yang meskipun memiliki budaya matrilineal, akses pendidikan perempuan tetap rendah. Roehana memanfaatkan kekuatan media dan pendidikan untuk menantang stereotip tersebut.

Dengan menuliskan cerita perempuan lain di jurnal dan koran, ia memperlihatkan bahwa pengalaman perempuan patut mendapat perhatian serius.

Lebih jauh, Roehana memandang bahwa perjuangan perempuan juga berkaitan dengan perjuangan melawan struktur kolonial yang mengekang rakyat pribumi.

Tulisan-tulisan Roehana sering bersinggungan dengan gagasan nasionalisme dan kebangkitan bangsa, menunjukkan bahwa masalah gender tak bisa dipisahkan dari konteks sejarah kolonialisme.

Sebagaimana yang dipaparkan Nabila dan Nurhayati (2020) tentang Roehana Koeddoes dalam pers perempuan dan konstruksi kesadaran gender.

Memberdayakan Perempuan Lewat Pendidikan dan Ekonomi

Lebih dari sekadar pendidikan formal, Roehana juga melihat bahwa perempuan perlu memiliki kemampuan ekonomi sebagai bagian dari proses pembebasan.

Sekolah Kerajinan Amai Setia yang dirintisnya membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara komersial, seperti kerajinan tangan dan wirausaha.

Rahmi Ramayanti (2021) dalam artikel ilmiahnya berjudul Roehana Koeddoes’s Resistance to Dutch Colonialism in Belenggu Emas by Iksaka Banu, menyebut pemikiran Roehana tentang pemberdayaan perempuan adalah pemikiran yang holistik.

Pemikirannya mencakup pendidikan literasi, keterampilan teknis, dan kesadaran sosial, sehingga mereka tidak hanya bergantung pada peran domestik semata.

Roehana membangun komunitas perempuan yang saling mendukung, menguatkan keterampilan ekonominya, dan membangun jaringan sosial yang lebih luas.

Pendekatan ini menjadi cikal bakal prakarsa pemberdayaan ekonomi perempuan yang kemudian berkembang pada abad-abad berikutnya.

Warisan Pemikiran dan Pengaruhnya

Roehana Koeddoes tak hanya diakui sebagai jurnalis perempuan pertama di Indonesia, tetapi juga sebagai pionir yang membuka ruang bagi perempuan dalam dunia jurnalisme, pendidikan, dan publik.

Prestasinya diakui secara resmi lewat gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan pada 7 November 2019 oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Pemikirannya tentang pendidikan perempuan, media sebagai alat perubahan, dan pemberdayaan sosial tetap menginspirasi generasi modern dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan akses pendidikan.

Warisannya hidup dalam berbagai organisasi perempuan dan media yang terus memperjuangkan suara dan perspektif perempuan.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Emansipasi PerempuanJurnalis Perempuan Pertama IndonesiaJurnalisme ProgresifPemikiran Roehana KoeddoesRoehana Koeddoes

Related Posts

Prakiraan cuaca Kota Malang
News

Prakiraan Cuaca Kota Malang Rabu 3 Juni 2026: Merata Udara Kabur

Rabu, 3 Jun 2026
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi saat memberi keterangan pada media. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

Kasus Dugaan Penganiayaan dan Perusakan di Pantai Wediawu Malang Berakhir Damai

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi karhutla di Kota Batu. Foto: BPBD Kota Batu
News

Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan

Selasa, 2 Jun 2026
Candi Kidal
News

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
KEmarau panjang
News

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Senin, 1 Jun 2026
Gus IQdam
News

Gus Iqdam Bakal Isi Pengajian di Stadion Gajayana Kota Malang Peringati Hari Bhayangkara

Senin, 1 Jun 2026
Next Post
Awang-awang Sky Lounge

Rekomendasi Buka Bersama with View City Light di Awang-awang Sky Lounge Kota Batu

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.