Jakarta, Tugumalang.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato penuh penekanan dan refleksi mendalam dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025, yang berlangsung di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat malam (28/11/2025).
Pada kesempatan itu Prabowo tidak hanya menyoroti posisi strategis dunia pendidikan, tetapi juga memadukan pesan kemanusiaan, kritik tegas terhadap praktik korupsi, serta komitmen konkret pemerintah memperbaiki akses pendidikan di seluruh pelosok Indonesia.

“Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa. Tanpa pendidikan yang kuat, kita tidak mungkin menjadi negara yang benar-benar merdeka,” tegas Presiden dalam pidatonya.
Pada kesempatan tersebut hadir sejumlah menteri di antaranya Mendikdasmen Abdullah Mu’ti, sebagai tuan rumah. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, Menteri Keuangan, Purbaya Yudi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Khairi Fauzi, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Kepolisian RI, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Komunikasi dan Digital, Mutya Hafid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Serta sejumlah wamen.
Mengawali sambutannya, Presiden menyampaikan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk hadir dalam acara tersebut. Ia mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama memanjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, seraya menegaskan bahwa hanya kepada-Nya manusia memohon pertolongan dan perlindungan.
Empati Presiden untuk Korban Bencana Alam
Di tengah semangat peringatan Hari Guru Nasional, Presiden juga mengingatkan suasana duka yang tengah dirasakan sebagian masyarakat akibat bencana alam di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyampaikan doa agar para korban diberi kekuatan dan perlindungan, serta memastikan bahwa pemerintah telah bergerak cepat sejak hari pertama kejadian.
Menurut Presiden, pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur darat dan udara, tetapi dihadapkan pada medan berat, akses yang terputus, dan kondisi cuaca yang sulit.
“Kondisinya sangat berat, banyak akses terputus, cuaca juga belum memungkinkan. Helikopter dan pesawat kita kadang sulit mendarat, tetapi pemerintah tetap hadir untuk rakyat,” ujar Prabowo. Bahkan helikopter dan pesawat kerap mengalami kendala saat pendaratan. Meski demikian, pemerintah terus meningkatkan upaya dengan memberangkatkan tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A400 untuk kembali menyalurkan bantuan dan memperkuat logistik di lapangan.
Baca juga: Sikap Tegas Presiden Prabowo dalam Kasus ASDP, Terbitkan Hak Rehabilitasi
Presiden menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa dunia tengah menghadapi tantangan besar seperti perubahan iklim, pemanasan global, dan kerusakan lingkungan. Ia menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menanamkan kesadaran menjaga alam sejak dini, mulai dari menjaga hutan, mencegah pembabatan liar, hingga memastikan kebersihan sungai agar tetap berfungsi sebagai jalur aliran air yang aman.
Pendidikan sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa
Dalam konteks pembangunan nasional, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kebangkitan dan keberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ia menyoroti bahwa negara-negara maju selalu menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama investasi jangka panjang. Indonesia, menurutnya, telah menetapkan pendidikan sebagai mata anggaran terbesar dalam APBN, bahkan melampaui ketentuan minimal 20 persen sebagaimana diamanatkan undang-undang.
Namun, anggaran besar tersebut harus benar-benar sampai kepada sasaran yang tepat.
“Saya minta menteri-menteri awasi anak buahmu, awasi pejabat-pejabatmu. Jangan mencuri uang rakyat. Setiap rupiah sangat berarti untuk sekolah dan guru-guru kita,” tegasnya. Presiden secara tegas mengingatkan seluruh jajaran birokrasi, dari pusat hingga daerah, agar tidak menyelewengkan anggaran pendidikan yang seharusnya dinikmati guru, siswa, sekolah, dan sarana pembelajaran.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Baru pada Peringatan Hari Pahlawan 2025
Ia menegaskan bahwa setiap rupiah dalam anggaran negara sangat berarti untuk masa depan bangsa, terutama untuk kesejahteraan guru dan perbaikan fasilitas pendidikan. Presiden pun mengajak seluruh pejabat untuk tidak mempermainkan amanat rakyat dan berhenti mencuri uang negara.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Presiden menyampaikan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah telah diarahkan untuk sektor pendidikan.
“Tahun ini kita baru mampu memperbaiki 16 ribu sekolah. Saya minta maaf, tapi tahun depan saya bertekad melipatgandakan menjadi minimal 60 ribu sekolah,” kata Presiden di hadapan para guru. Tahun ini pemerintah baru mampu memperbaiki 16.000 sekolah, namun pada tahun berikutnya ia menargetkan peningkatan signifikan menjadi minimal 60.000 sekolah.
Presiden juga menegaskan peran sentral guru sebagai tonggak utama pembangunan bangsa. Ia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Indonesia, dari berbagai tingkatan, yang telah mendedikasikan diri membimbing generasi penerus. Menurutnya, ketegasan guru merupakan bagian dari proses pembentukan karakter, karena anak-anak membutuhkan disiplin dan arahan agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.
Digitalisasi Sekolah dan Modernisasi Pembelajaran
Dalam arah kebijakan pendidikan ke depan, Presiden menggarisbawahi langkah besar menuju digitalisasi pembelajaran. Ia menyebut lebih dari 200 ribu layar interaktif telah dikirim ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, dan ditargetkan menjangkau 288 ribu sekolah hingga akhir tahun. Ke depan, setiap kelas akan dilengkapi layar tambahan yang terhubung dengan konten pembelajaran terpusat, termasuk materi dari guru-guru terbaik dalam negeri maupun luar negeri.
Menurut Presiden, langkah ini penting agar anak-anak Indonesia mampu bersaing di tingkat global dan tidak tertinggal dalam arus perubahan zaman. Selain itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi perhatian utama, bukan semata-mata soal gelar, tetapi pada kompetensi dan kemampuan mengajar yang efektif.
Pembangunan Jembatan Sekolah Jadi Prioritas Nasional
Selain persoalan pendidikan formal, Presiden juga menyoroti realitas pahit yang masih dialami banyak siswa di daerah terpencil. Ia menyinggung video-video yang dikirim langsung kepadanya, memperlihatkan anak-anak yang harus menyeberangi sungai dan menghadapi banjir setiap hari demi bisa bersekolah. Kondisi tersebut disebutnya sebagai potret ketimpangan yang tidak boleh lagi dibiarkan.
Sebagai respons, Presiden menyatakan telah membentuk satuan tugas darurat untuk pembangunan jembatan, dengan target pembangunan 300 ribu jembatan di seluruh pelosok Indonesia, baik jembatan kecil maupun jalur penyeberangan.
“Saya tidak rela anak-anak mempertaruhkan nyawanya hanya untuk pergi ke sekolah. Masalah jembatan ini menjadi prioritas,” ujarnya. Upaya ini melibatkan Kementerian terkait, TNI, Polri, serta mahasiswa teknik sipil untuk ikut turun langsung ke desa-desa.
Baca juga: Presiden Prabowo Lantik Komisi Reformasi Polri untuk Wujudkan Kepolisian yang Profesional dan Akuntabel
Masalah jembatan, menurutnya, menjadi prioritas nasional karena tidak boleh ada anak-anak yang mempertaruhkan nyawa hanya untuk mengejar pendidikan. Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ini tidak cukup dengan wacana, teori, atau perdebatan, melainkan harus dilakukan melalui kerja nyata dan keputusan konkret.
Peringatan Keras terhadap Praktik Mark Up Anggaran
Dalam bagian lain pidatonya, Presiden menyampaikan kritik keras terhadap praktik mark up dan manipulasi anggaran yang dinilai masih marak di berbagai lini birokrasi. Ia menyebut adanya kasus di mana harga barang Rp10 juta dinaikkan hingga 150 kali lipat, dan memperingatkan para pejabat agar tidak menganggap pemerintah atau rakyat sebagai pihak yang mudah dibodohi.
Presiden meminta para menteri, kepala badan, dan pejabat publik untuk membersihkan aparat di bawahnya serta memperketat pengawasan internal.
“Jangan kira saya tidak tahu. Mark up barang Rp10 juta bisa dinaikkan 150 kali. Saya kasih peringatan, bersihkan aparatmu semuanya itu,” kata Presiden dengan nada tegas. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki “tongkat Nabi Musa” untuk menyulap masalah dalam sekejap, tetapi memiliki sistem yang harus dijalankan dengan integritas dan keberanian.
Ajakan Bersatu Bangun Bangsa dan Berantas Korupsi
Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan semangat persatuan, kerja nyata, dan keberanian melawan korupsi.
“Saya minta dukunganmu, saya minta doamu. Bantu saya berantas korupsi. Bersama-sama kita bangun bangsa kita,” tutupnya. Ia meminta dukungan dan doa dari seluruh rakyat agar upaya pembenahan pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, dan pembangunan infrastruktur dasar dapat berjalan optimal.
Dengan nada penuh ketegasan sekaligus empati, Presiden menutup pidatonya dengan pesan bahwa setiap pengorbanan, kerja keras, dan dukungan rakyat merupakan fondasi utama bagi kebangkitan bangsa menuju Indonesia yang lebih adil dan berdaya saing.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: channel youtube Skretariat Presiden.
redaktur: jatmiko





























