Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Viral Gus-gus Cium Anak, Ini Kata Dosen Psikologi UMM: Bahaya Trauma!

Redaksi by Redaksi
November 18, 2025 5:28 pm
in News
Dosen Psikologi UMM Zainul Anwar angkat bicara soal insiden gus-gus cium anak. Foto: Dok

Dosen Psikologi UMM Zainul Anwar angkat bicara soal insiden gus-gus cium anak. Foto: Dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Insiden yang melibatkan figur publik sekaligus tokoh agama mencium anak-anak secara berlebihan menjadi sorotan tajam di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Video yang beredar luas di berbagai platform digital memperlihatkan seorang gus-gus sedang mencium anak kecil di atas panggung dalam sebuah acara publik.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Inside ini memantik kritik keras dari warganet, yang menilai tindakan tersebut melanggar etika publik dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, terutama dalam konteks perlindungan anak. Reaksi publik mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya batasan tubuh dan keselamatan anak di ruang publik.

Baca Juga: Mengapa Kita Sering Membandingkan Diri di Media Sosial? Ini Penjelasan Psikologinya

Melihat fenomena tersebut, Dr. Zainul Anwar, S.Psi, M.Psi., Psikolog, dosen psikologi Universitas Muhammadiyah malang (UMM) angkat bicara terkait hal ini. Menurutnya, hal itu bisa berpotensi membuat trauma anak.

Sebab itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam membentengi anak dari perilaku yang tidak diharapkan.

Menurut Zainul, langkah pertama yang wajib dilakukan orang tua adalah mengajarkan kepada anak-anak secara jelas mengenai batasan sentuhan (good touch dan bad touch).

Selain itu juga menjelaskan bagian-bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. “Kita kenalkan bagian tubuh dengan nama yang benar,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Baca Juga: Cegah Penyalahgunaan Digitalisasi, Mahasiswa Fakultas Psikologi UM Gelar Psikoedukasi dengan Tema Bermedia Sosial untuk Siswa SMP

Pria yang juga menjabat Wakil Dekan Fakultas Psikologi UMM itu juga menekankan pentingnya menghindari analogi atau perumpamaan. Hal itu dikarenakan anak kecil belum memiliki pemahaman kognitif yang memadai untuk membedakannya.

Bagian-bagian tubuh yang tertutup, khususnya alat vital, adalah area yang harus diajarkan kepada anak sebagai area yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Zainul menyarankan bahwa edukasi ini dapat dimulai sejak anak sudah bisa diajak berkomunikasi secara interaktif, kurang lebih pada usia 3 hingga 4 tahun.

Metode pengajaran harus disesuaikan dengan dunia anak-anak, yaitu sambil bermain, saat mandi, atau ketika ganti baju, alih-alih menggunakan pendekatan formal layaknya kepada orang dewasa.

Lebih lanjut, psikolog ini menyoroti dampak negatif yang serius dari perlakuan tidak etis terhadap anak. Dampak utamanya adalah potensi trauma yang bisa terbawa hingga anak dewasa. Di era digital saat ini, risiko tersebut makin diperparah.

“Apalagi sekarang jamannya zaman medsos. Di direkam kemudian tersebar di dunia digital, bahkan sampai besar ia masih bisa menemukannya. Tentu ini bisa membuat traumanya semakin muncul,” tegasnya.

Ia menegaskan kepada orang tua dan pendidik adalah untuk meningkatkan kewaspadaan (vigilansi) terhadap lingkungan sekitar anak. Kewaspadaan harus ditujukan bahkan kepada orang-orang terdekat yang dikenal. “Jangan mudah percaya dan karena zaman sekarang kan memang harus hati-hati ya,” pesannya.

Menurutnya, anak kecil cenderung takut pada orang asing, tetapi justru lebih rentan terhadap orang-orang terdekat atau yang mereka kenal, yang lebih mudah masuk ke dunia mereka. Selain pengawasan interaksi tatap muka, ia juga mengingatkan tentang bahaya dunia digital.

Orang tua diimbau untuk membatasi pemberian perangkat seluler, mengingat sifat anak yang cenderung meniru apa yang mereka lihat dan dengar.

“Tidak semua konten yang ada di medsos atau yang ada di smartphone kan baik. Ada buruknya juga. Apalagi sifat anak itu kan memang suka menirukan,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: anakpendidikan orang tuaPsikologi AnakPsikologi UMMtrauma anak dicium

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Terduga pelaku pengeroyokan bersajam di musik underground di Kota Batu saat diamankan di Mapolsek Batu. Foto: Istimewa

8 Pemuda Terduga Pengeroyokan Bersajam di Acara Musik Underground di Kota Batu Diamankan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.