Sabtu, Agustus 29, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Mengapa Kita Sering Membandingkan Diri di Media Sosial? Ini Penjelasan Psikologinya

Saat Dunia Ada di Genggaman, Tapi Hati Terasa Kosong

Redaksi by Redaksi
Juli 21, 2025 3:45 pm
in Tugu Sehat
Membandingkan diri di Media sosial

Ilustrasi:foto/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id-Pernah nggak sih, kamu baru saja menikmati momen bahagia-nonton film favorit, ngobrol bareng teman, atau menyelesaikan tugas penting-tapi begitu buka Instagram atau TikTok, tiba-tiba ngerasa kurang? Kayak hidup orang lain jauh lebih keren, lebih sukses, lebih ‘wah’ daripada kita.

Fenomena ini nggak datang begitu saja. Secara psikologis, otak kita memang punya mekanisme alami untuk merasa “cukup.” Tapi di era media sosial, standar ‘cukup’ itu sering kali bukan berasal dari dalam diri, melainkan dari apa yang kita lihat di layar. Dan yang kita lihat? Biasanya cuma potongan-potongan terbaik dari hidup orang lain.

READ ALSO

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Media sosial, yang awalnya jadi tempat terhubung dan hiburan, malah berubah jadi cermin pembanding. Kita buka HP buat santai, tapi malah pulang dengan rasa hampa. Kenapa bisa begitu?

Social Comparison Theory: Saat Otak Selalu Cari Cermin

Dunia ada di genggaman
Saat Dunia Ada di Genggaman, Tapi Hati Terasa Kosong. Ilustrasi:foto/freepik

Menurut Leon Festinger, seorang psikolog sosial, manusia punya kecenderungan alami untuk mengevaluasi diri dengan cara membandingkan diri dengan orang lain. Ini dikenal sebagai Social Comparison Theory.

Baca juga: Brain Rot: Ketika Otak Lelah karena Media Sosial

Sebenarnya, membandingkan diri itu bisa positif—kalau tujuannya untuk berkembang. Tapi di media sosial, kita nggak cuma membandingkan diri dengan teman sekolah atau rekan kerja, tapi juga dengan selebgram, influencer, dan orang-orang yang bahkan nggak kita kenal. Mereka tampil dengan gaya hidup sempurna, wajah glowing, prestasi segudang, dan liburan mewah. Akibatnya, kita mulai merasa tertinggal, tidak cukup, bahkan gagal.

Self-Esteem yang Tergantung Like dan Views

Harga diri
Ilustrasi:foto/freepik

Harga diri (self-esteem) seharusnya datang dari dalam diri—dari rasa bahwa kita berharga hanya karena kita ada. Tapi menurut Jennifer Crocker dan Connie T. Wolfe, saat ini kita cenderung mengalami yang disebut contingent self-esteem, yaitu harga diri yang bergantung pada faktor eksternal seperti jumlah likes, views, atau komentar.

Masalahnya, validasi digital ini sifatnya sangat rapuh. Satu komentar negatif bisa menghancurkan kepercayaan diri. Satu unggahan yang sepi respons bisa bikin kita merasa nggak dianggap. Padahal, angka-angka itu sama sekali bukan penentu nilai hidup kita. Ada orang yang luar biasa inspiratif tapi nggak viral. Sebaliknya, ada juga yang ‘biasa saja’ tapi jago membangun citra menarik di media sosial.

Citra Diri: Siapa Kita Saat Kamera Mati?

Donald Winnicott, seorang psikoanalis, memperkenalkan konsep false self, yaitu versi diri yang dibentuk untuk memenuhi harapan orang lain. Di media sosial, kita cenderung menampilkan versi ideal diri: selalu bahagia, produktif, cantik, dan sukses.

Tapi kalau setiap unggahan hanya tentang pencitraan, kita bisa kehilangan jati diri. Lama-lama kita takut terlihat “biasa,” takut jujur, bahkan takut mengenal diri sendiri lebih dalam. Kita sibuk memoles citra, sampai lupa siapa sebenarnya kita ketika kamera mati.

Jadi, Media Sosial Itu Jahat? Belum Tentu

Marah
Ilustrasi:foto/freepik

Media sosial bukan musuh. Ia cuma alat. Bisa jadi sumber inspirasi, hiburan, bahkan tempat membangun komunitas positif. Tapi ia juga bisa menjadi jebakan, kalau kita kehilangan kesadaran saat menggunakannya.

Baca juga: Ramai jadi Perbincangan di Media Sosial, Berikut Penjelasan Istilah Tone Deaf

Yang penting adalah: jangan biarkan kehidupan digital mengaburkan realita personal. Tetap terhubung dengan diri sendiri. Sadari kapan harus berhenti scrolling dan mulai mendengarkan hati.

Kesimpulan: Keseimbangan Adalah Kunci

Membandingkan diri di media sosial adalah hal yang wajar, tapi perlu disadari dampaknya. Dengan memahami proses psikologis di baliknya, kita bisa lebih bijak menggunakan media sosial-bukan sebagai tolok ukur nilai diri, tapi sebagai sarana koneksi, ekspresi, dan inspirasi.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maysa Ayu Raddina (Magang)
redaktur: jatmiko

Tags: citra diricontingent self-esteemDampak Media Sosialharga diriKesehatan MentalMedia SosialMental Healthperbandingan sosialpsikologi media sosialself-esteemsocial comparisonsocial comparison theory

Related Posts

Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Tugu Sehat

Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya

Senin, 20 Jul 2026
Next Post
ITN Malang kunjungan ke Kementerian PUPR

Studi Ekskursi PWK ITN Malang: Jelajah Transportasi Publik, Aviary Irfan Hakim, hingga Gedung Hijau Kementerian PU

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.