BATU, Tugumalang.id – Baru-baru ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menyampaikan pada bulan September 2025 tercatat penyaluran kredit mencapai Rp 109, 64 triliun.
Data tersebut diperoleh dari wilayah kerja OJK Malang, meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo.
Jumlah tersebut naik 8, 41 persen secara Year on Year (YoY) dibandingkan bulan September 2024. Saat itu, jumlah penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 101, 14 triliun. Jumlah kenaikan tahun ini dinilai lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang hanya 7,70 persen secara YoY.
Baca Juga: Seleksi Calon Direksi Perumdam Among Tirto Kota Batu Tuai Sorotan, Ini Kata Ketua HIPMI
“Ini peningkatannya di atas nasional. Ini menunjukkan kondisi ekonomi dan pergerakan ekonomi di wilayah Malang masih relatif bagus,” kata Kepala OJK Malang, Farid Faletehan dalam acara Journalist Class belum lama ini di Makassar, Sulawesi Selatan.
Merespons data tersebut, Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Batu, Rizky Ramdan menilai kondisi perekonomian tahun lalu lebih bergeliat dibandingkan tahun ini.
Dia menyebut sektor pariwisata bergeliat di tahun 2024 imbas dari Pandemi Covid-19. Namun, memasuki awal 2025, tepatnya di rentang Februari – Agustus 2025, omzet pelaku usaha menurun sekitar 40 persen karena menurunnya daya beli masyarakat.
Baca Juga: BPC HIPMI Kota Batu Susun Formatur dan Visi Misi Kolaborasi Pengusaha Lewat Meeting in Forest
“Yang saya rasakan ekonomi tahun ini dengan tahun lalu, berbeda. Tahun lalu lebih bergeliat karena memang efek dari pandemi dari tahun 2022, 2023, dan 2024, itu kalau dari pariwisata. Tingkat kunjungan wisata pulih, cuma ya begitu mulai berpengaruh di bulan Januari 2025, tepatnya Februari – Agustus terjadi penurunan omzet sekitar 40 persen, faktor determinan adalah daya beli menurun,” beber Rizky kepada Tugumalang.id, Senin (17/11/2025).
Tetapi disisi lain, Rizky tak menampik bahwa upaya pemerintah yang menggelontorkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebagai langkah yang tepat.
Seperti diketahui Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa menggelontorkan dana sebesar Rp 200 triliun kepada bank milik pemerintah untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi.
“Saya rasa yang dilakukan pemerintah dalam menggelontorkan dana KUR sudah tepat. Cuma KUR butuh jaminan dan lain sebagainya, makanya Pak Purbaya kemarin menyinggung itu,” ujarnya.
Sebagai pelaku usaha, Rizky berharap bantuan tersebut dapat diserap oleh pihak swasta secara maksimal. Bantuan pemerintah lewat KUR, dapat dialokasikan untuk aktivitas peningkatan usaha yang memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini.
“Secara umum, perbankan bisa diserap oleh swasta, dan swasta dapat menggunakan modalnya untuk kegiatan produktif, seperti penambahan modal, peningkatan aktivitas, dan sebagainya,” ucap Rizky.
Faktor judi online (judol) serta kebijakan efisiensi anggaran dirasa Rizky juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi mikro. Sebab, uang yang harusnya berputar untuk kegiatan perekonomian justru digunakan untuk judol.
“Yang perlu digaris bawahi, daya beli menurun juga karena efek dari judol yang itu sangat berpengaruh terhadap ekonomi mikro, karena uang 50 atau 100 ribu yang harusnya buat beli bakso, soto, kopi, dan sebagainya justru berkurang,” jelasnya.
“Kedua juga faktor efisiensi anggaran, di mana harusnya ada belanja pemerintah disaat sektor swasta mulai mengering. Harusnya itu diperbesar untuk kegiatan di hotel dan perjalanan dinas, tetapi ya namanya efisiensi, memang dialihkan ke sektor yang lain,” imbuh Rizky.
Pihaknya pun menunggu hasil dari kebijakan fiskal yang diberlakukan beberapa waktu terakhir ini dapat memberi dampak yang nyata terhadap pertumbuhan ekonomi mikro.
“Overall apa yang dilakukan Kementerian Keuangan dalam beberapa bulan ini, kebijakannya cukup oke. Kita tunggu hasilnya di akhir tahun, kita akan melihat bagaimana kebijakan fiskal berpengaruh terhadap ekonomi mikro, ya tentunya usaha-usaha kita ini,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A
























