Kota Batu, Tugumalang.id – Proses seleksi calon Dewan Pengawas dan Direksi Perumdam Among Tirto Kota Batu menuai sorotan tajam. Salah satunya datang dari BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Batu.
Sorotan ini bermula dari sejumlah kejanggalan yang ditemukan dalam sejumlah tahapannya. Mulai tidak adanya mekanisme penilaian laporan kinerja pejabat Direksi dan Dewas sebelumnya hingga pengumuman mendadak perpanjangan waktu pendaftaran tanpa disertai alasan yang jelas.
Hal ini diungkapkan salah satu peserta dari BPC HIPMI Kota Batu yang mendaftar, Cakra Negara yang mengaku kaget saat menyerahkan berkas administrasi di hari terakhir, mendadak panitia memberitahu perpanjangan masa pendaftaran hingga 17 November dari yang semula ditutup 8 November.
Baca Juga: Pemkot Buka Seleksi Calon Dewas dan Direksi Baru Perumdam Among Tirto Kota Batu
”Saat kita tanya alasan dan surat resminya, tidak ada penjelasan. Saat kita mau lihat surat resminya, mereka ada menutupi sejumlah teks. Dari situ, wajar jika ada muncul kecurigaan,” kata Cakra, Minggu (17/11/2024).
Cakra juga telah mencari tahu pengumuman terkait perpanjangan ini di media sosial atau di media massa. Namun hasilnya nihil. Dari situlah pihaknya curiga bahwa pemilihan calon pejabat Perumdam ini memiliki muatan politis. Apalagi, terjadi di momen Pilkada.
Kecurigaan Cakra bertambah ketika dirinya mencari tahu ke pejabat PDAM di luar daerah yang juga curiga dengan kejangggalan proses tahapan seleksi yang terjadi. Terlebih, jabatan di PDAM juga memang merupakan jabatan politis.

”Dari situ bisa dicurigai bawah apa mungkin dalam seleksi ini ada tendensi politik orang titipan. Hal-hal seperti itu kan bisa terjadi. Cuma kita tidak bisa men-judge juga. Terlepas dari itu semua, sebetulnya kita hanyya ingin transparansi saja,” tegasnya.
Sebagai anak muda yang ingin berkontribusi terhadap pembangunan daerah, ia berharap kepentingan politis jangan sampai mempengaruhi kinerja pembangunan daerah. Sudah saatnya, penjabat dijabat oleh orang yang benar-benar kompeten.
”Tidak lagi ada politik titip-titipan. Orang-orang yang terpilih harusnya orang yang benar-benar kompeten. Saya mengajak semua masyarakat untuk mengawal proses seleksi Dewas dan Direksi Perumdam Among Tirto ini,” harapnya.
Harapan yang sama datang dari Ketua HIPMI Kota Batu Rizky Ramdan bahwa sudah tidak lagi zamannya ‘titip-menitip orang’. Sudah waktunya, kata dia, Kota Batu mewujudkan Good Corporate Governance dengan mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik, bersih dan profesional.
”Kami memahami bahwa jabatan ini adalah hak prerogatif Wali Kota. Meski dalam hal ini Pak Pj. adalah ASN, bukan orang partai, tapi juga tidak menutup kemungkinan kepentingan politis itu masih ada. Jadi hal-hal seperti ini perlu kami kritisi,” tegasnya.
Menurut Rizky, dalam setiap proses pengambilan keputusan, termasuk dalam hal ini terkait seleksi calon penjabat Perumdam pastinya dilandasi dengan hukum melalui Surat Keputusan (SK). Ia berharap tidak ada permainan ‘politis’ dalam kejadian ini.
Baca Juga: Perumdam Among Tirto Kota Batu Hadirkan Tandon ASI untuk Tekan Kasus Stunting
”Jadi, dalam proses rekrutmen ini bisa dijalankan dengan profesional dan transparan. Atau lebih baik sekalian digelar setelah musim Pilkada. Jadi, jangan main-main dengan hukum. Saya rasa pemerintah pusat juga sedang komitmen buat ‘bersih-bersih’,” tegasnya.
Terlepas dari itu, Rizky berharap sosok penjabat di BUMD ini nantinya merupakan sosok yang representatif. Lebih baik lagi diambil dari unsur kalangan pebisnis yang memiliki rekam jejak kemampuan menyelenggarakan Good Corporate Governance yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
”Pada prinsipnya, bagaiman ke depannya BUMD di Kota Batu bisa melalukan transformasi dalam hal core value atau nilai-niali perusahaan yang mengedepankan profesionalitas. Tidak lagi dari kalangan birokrat,” ungkapnya.
reporter: ulul





























