Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

11 dari 12 Sampel Air di Malang Diduga Terpapar Mikroplastik, Ecoton Ungkap Dampaknya bagi Kesehatan

Redaksi by Redaksi
November 6, 2025 6:29 am
in News
Terpapar Mikroplastik

Pengujian kualitas air yang terpapar mikroplastik. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Peneliti dari Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton) menemukan indikasi kuat adanya cemaran mikroplastik pada air di wilayah Malang. Dari 12 titik pengambilan sampel air yang diuji pada Rabu (5/11/2025), sebanyak 11 di antaranya terdeteksi mengandung mikroplastik.

Dua belas titik tersebut mencakup sumber air tanah, air permukaan, air rebusan, serta air dari PDAM. Hasil uji menunjukkan jumlah paparan mikroplastik bervariasi antara 1 hingga 7 partikel per sampel, terdiri atas mikroplastik jenis film/filamen dan fiber.

READ ALSO

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Baca juga: Waspada! Tubuh Manusia Sudah Terpapar Mikroplastik

Menurut peneliti Ecoton Rafika Aprlianti, mikroplastik jenis filamen berasal dari pecahan plastik yang terdegradasi seperti kantong plastik, sementara jenis fiber bersumber dari serat pakaian sintetis seperti poliester yang terlepas saat proses mencuci.

“Secara fisik, paparan mikroplastik dapat mengganggu kesehatan, seperti merusak jaringan paru, hati, hingga sistem imun tubuh,” ujar Rafika dalam Talkshow ‘Membangun Kesadaran Hukum Lewat Bencana Mikroplastik’ di Universitas Widyagama Malang.

Air yang diuji berasal dari peserta talkshow, sekaligus menjadi bagian dari kampanye pengurangan plastik sekali pakai. Peserta diajak menghindari penggunaan air kemasan, sachet toiletries, kantong plastik, dan tas kresek.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional Ecoton bersama Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) yang juga meneliti cemaran mikroplastik di 18 kota lain di Indonesia. Penelitian berlangsung pada Mei–Juli 2025, periode peralihan menuju musim kemarau yang memungkinkan partikel mikroplastik bertahan lebih lama di udara karena minim curah hujan.

“Pada periode itu, konsentrasi mikroplastik di udara ambien dapat terukur dengan lebih representatif,” tambah Rafika.

Baca juga: Mayjen TNI Susilo Kobarkan Perang Melawan Sampah dari Malang

Cemaran Mikroplastik Tertinggi di Jakarta Pusat, Terendah di Malang

Selain Malang, penelitian juga dilakukan di Kabupaten Aceh Utara, Palembang, Jambi, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Sidoarjo, Denpasar, Gianyar, Kupang, Sumbawa, Pontianak, Palu, dan Bulukumba.

Hasilnya menunjukkan cemaran mikroplastik tertinggi berada di Jakarta Pusat dengan 37 partikel terdeteksi dalam dua jam pengambilan sampel di Pasar Tanah Abang, Jalan Katedral Sawah Besar, dan Kawasan Ragunan.

Sementara itu, Kota Malang mencatat cemaran terendah, hanya dua partikel dalam dua jam pengambilan di Dusun Lowok, Dusun Jatirejo, Kecamatan Pakisaji, dan Kelurahan Kiduldalem.

Mikroplastik Bisa Masuk ke Aliran Darah dan Ganggu Otak

Koordinator Kampanye Ecoton Mochammad Alaika Rahmatullah menjelaskan, sumber mikroplastik di udara berasal dari berbagai aktivitas manusia yang melibatkan plastik sekali pakai maupun bahan polimer lainnya.

“Cemaran mikroplastik berasal dari aktivitas domestik, transportasi, industri, hingga konstruksi. Temuan ini menegaskan bahwa pencemaran udara bersifat kompleks dan sulit dikendalikan,” ujarnya.

Partikel berukuran sangat kecil, termasuk nanoplastik, dapat menembus penghalang alveolar–kapiler, masuk ke aliran darah, dan terbawa ke berbagai organ tubuh. Di dalam peredaran darah, partikel ini dapat memicu respons imun sistemik, mengganggu metabolisme, bahkan menembus sawar darah-otak yang berpotensi memicu efek neurotoksik.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik di udara sangat dipengaruhi intensitas aktivitas manusia dan minimnya vegetasi, terutama di wilayah perkotaan,” kata Alaika.

Ia menegaskan perlunya langkah pengendalian komprehensif, seperti pembatasan plastik sekali pakai, pengaturan emisi kendaraan, pengelolaan sampah ramah lingkungan, serta perluasan ruang terbuka hijau.

Selain itu, edukasi publik dan penguatan sistem pemantauan udara berbasis riset dinilai penting agar pengendalian polusi mikroplastik berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dorongan Regulasi Pembatasan Plastik Sekali Pakai

Dosen Hukum Lingkungan Universitas Widyagama Malang, Purnawan D. Negara, mendorong Pemerintah Kota Malang segera mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.

“Hingga kini, sudah ada 22 kota dan kabupaten di Jawa Timur yang memiliki regulasi pembatasan plastik sekali pakai,” ujarnya.

Ia menegaskan, “Jika pembuat kebijakan membiarkan mikroplastik terus mencemari lingkungan, sejatinya mereka sedang memupuk bencana. Mikroplastik dapat merusak rantai makanan dan mengancam kesehatan masyarakat, sehingga harus segera dikendalikan.”

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: bahaya mikroplastikecotonkualitas air malangkualitas air sungaiMikroplastiksungai terpapar mikroplastik

Related Posts

Candi Kidal
News

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
KEmarau panjang
News

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Senin, 1 Jun 2026
Gus IQdam
News

Gus Iqdam Bakal Isi Pengajian di Stadion Gajayana Kota Malang Peringati Hari Bhayangkara

Senin, 1 Jun 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Senin, 1 Juni 2026 diperkirakan dominan berawan dan udara kabur. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.
News

Prakiraan Cuaca Malang Senin 1 Juni 2026: Berawan dan Kabut

Senin, 1 Jun 2026
PEsantren Cabul
News

Tanggapi Pernyataan Soal Banyak Pesantren Cabul di Malang, Gus Fahrur: Tidak Boleh Menggeneralisir!

Minggu, 31 Mei 2026
Satlantas Polres Malang
News

Satlantas Polres Malang Bekali 80 Warga Lewat Coaching Clinic Keselamatan Berkendara

Minggu, 31 Mei 2026
Next Post
film hiburan

Film Ilmiah Terbaik yang Menyuguhkan Keajaiban Sains dan Imajinasi Manusia

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.