Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Studi Lancet: Paparan Plastik di Masa Kanak-Kanak Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis

Redaksi by Redaksi
Oktober 2, 2025 12:14 pm
in Tugu Sehat
Paparan plastik

seorang bayi bermain dengan bahan plasti. foto/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Paparan bahan kimia dari plastik sejak masa kanak-kanak terbukti meningkatkan risiko penyakit serius yang dapat berlangsung hingga dewasa. Fakta ini terungkap dalam laporan komprehensif yang dirilis NYU Langone Health dan dipublikasikan di jurnal The Lancet Child & Adolescent Health pada 21 September 2025.

Penelitian tersebut merupakan tinjauan dari ratusan studi terbaru yang menyoroti dampak plastik terhadap kesehatan manusia. Para ahli menegaskan bahwa bahan kimia dalam plastik tidak hanya berbahaya bagi lingkungan, tetapi juga berkontribusi langsung pada berbagai penyakit kronis pada anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

READ ALSO

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Bahan Kimia Plastik dan Dampaknya pada Kesehatan

Laporan ini menyoroti tiga kelompok utama zat kimia berbahaya:

  • Ftalat, yang digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel.

  • Bisfenol (BPA), yang memberikan kekakuan pada plastik.

  • Zat perfluoroalkil (PFAS), yang membuat plastik tahan panas dan air.

Ketiga bahan ini ditemukan dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari kemasan makanan, kosmetik, hingga struk kertas. Menurut hasil penelitian, paparan zat kimia tersebut sejak dini berhubungan dengan risiko penyakit jantung, obesitas, infertilitas, asma, serta gangguan perkembangan otak seperti autisme dan ADHD.

“Temuan kami menunjukkan peran plastik dalam asal mula berbagai penyakit kronis yang memengaruhi anak hingga dewasa,” ujar Leonardo Trasande, MD, MPP, penulis utama studi sekaligus profesor pediatri di NYU Grossman School of Medicine.

ilustrasi/freepik

Baca juga: Aktivis Lingkungan Demo Pemkot Malang, Desak Perda Pembatasan Plastik Sekali Pakai Segera Disahkan

Mikroplastik, Peradangan, dan Risiko Neurologis

Paparan plastik tidak hanya berhenti pada bahan kimia. Ketika dipanaskan atau diproses, plastik dapat melepaskan mikroplastik dan nanopartikel yang masuk ke dalam tubuh manusia. Zat ini terbukti memicu peradangan, mengganggu fungsi hormon, serta memengaruhi perkembangan otak.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan paparan plastik dengan penurunan IQ dan gangguan saraf pada anak. Hal ini menegaskan perlunya tindakan pencegahan sejak dini untuk melindungi generasi muda.

Upaya Pencegahan dan Solusi Paparan Plastik

Meski berisiko, para peneliti menekankan bahwa langkah pencegahan sederhana dapat dilakukan orang tua, seperti:

  • Mengganti wadah plastik dengan kaca atau baja tahan karat.

  • Menghindari penggunaan plastik di microwave dan dishwasher.

  • Memilih produk yang bebas BPA dan ftalat.

“Dengan memberikan panduan yang jelas, tenaga kesehatan dapat membantu orang tua memilih produk yang lebih aman,” tambah Trasande.

Selain itu, keterlibatan sekolah, organisasi masyarakat, dan kebijakan publik sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.

Baca juga: Sungai Brantas Tercemar Plastik, Pegiat Lingkungan di Kota Malang Gelar Aksi

Regulasi Global dan Perjanjian Plastik PBB

Tinjauan ini juga bertepatan dengan negosiasi terbaru Perjanjian Plastik Global PBB di Jenewa. Lebih dari 100 negara mendesak pembatasan produksi plastik secara hukum. Menurut Trasande, hasil penelitian ini semakin memperkuat urgensi regulasi global.

Ia menekankan bahwa meski industri plastik bernilai ekonomi besar, biaya kesehatan akibat dampaknya mencapai $250 miliar per tahun di Amerika Serikat.

Perjanjian internasional ini juga akan dibahas dalam Simposium Plastik, Kesehatan Manusia, dan Solusi 2025 yang digelar NYU Langone Health di New York.

Paparan Plastik di Mainan bayi
mainan bayi.foto/freepik

Plastik dalam Dunia Medis: Perlu, Tapi Harus Bijak

Para peneliti menegaskan bahwa plastik tetap memiliki peran penting, terutama dalam bidang medis seperti ventilator bayi prematur, nebulizer, hingga masker kesehatan. Namun, penggunaannya harus dibatasi pada konteks medis yang memang vital, bukan untuk konsumsi harian yang berisiko pada kesehatan jangka panjang.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

redaktur: jatmiko

Tags: bahan kimia berbahayaBPAftalatkesehatan anakkesehatan globalMikroplastikNYU Langone Healthpenyakit kronisperjanjian plastik PBBPFASplastikThe Lancet

Related Posts

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti
Tugu Sehat

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Kamis, 16 Jul 2026
jamu sinom
Tugu Sehat

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Kamis, 16 Jul 2026
Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
Sate ayam ponorogo

Rekomendasi Sate Ayam Ponorogo di Malang: Kuliner Khas Kota Reog yang Wajib Dicoba!

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.