Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Nobar Film Pendek di Pesantren Baitul Hikmah Bahas Filsafat Seni dan Estetika

Redaksi by Redaksi
September 29, 2025 8:15 pm
in News
Film Pendek

Sesi pemaparan Filsafat Seni oleh para pembicara. Foto/Zam-zam

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang – Dua film pendek berjudul “Kelangan” dan “A Paint: Gemurat Dalam Senyep” menjadi pintu masuk diskusi filsafat seni dan estetika bersama santri serta mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Al Farabi. Acara bertajuk Film dan Filsafat Seni itu berlangsung di Musala Pesantren Baitul Hikmah, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Minggu (28/9/2025).

Diskusi menghadirkan tiga narasumber, yakni Ach Dhofir Zuhry (pendiri Pesantren Baitul Hikmah Kepanjen dan STF Al Farabi), Sindu Dohir H (aktor dan budayawan Kota Malang), serta Sudjane Kenken (sutradara sekaligus pendiri Kampung Film Gelanggang Kabupaten Malang). Hadir pula Shaggil Mahara, sutradara film A Paint: Gemurat Dalam Senyep.

READ ALSO

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Foto bersama
Sesi foto Bersama para peserta dan pemateri. Foto/Zam-zam

Estetika dalam Sejarah Filsafat

Dalam pemaparannya, Ach Dhofir Zuhry menjelaskan akar perbincangan estetika sejak filsafat Barat Klasik. Menurutnya, istilah estetika pertama kali diperkenalkan oleh Platon dengan makna sebagai sesuatu yang berhubungan dengan inderawi.

“Estetika itu dari kata Yunani aesthetikos yang berarti mengindra. Jadi awalnya terkait dengan hal-hal inderawi,” jelas penulis buku Filsafat untuk Pemalas itu.

Baca juga: Pusat Studi Gender dan Anak UIN Malang Rilis Film Pendek Berjudul Melesat, Beri Pesan Khusus Kepada Anak Muda

Pemikiran estetika kemudian berkembang pada abad ke-18 melalui Alexander Gottlieb Baumgarten, yang memperluasnya sebagai hal yang terkait dengan rasa. “Namun dalam konteks modern, estetika dirusak oleh industri karena dikaitkan dengan kepentingan pasar dan kapitalisme,” imbuh alumni STF Driyarkara tersebut.

Film sebagai Medium Estetika

Sementara itu, Sindu Dohir menyoroti estetika dari sudut keaktoran yang menjembatani filsafat seni dengan medium film. Ia menekankan bahwa film selalu lekat dengan latar budaya, ruang, dan waktu.

“Film A Paint mengangkat tema living together. Di budaya Barat hal itu biasa, tetapi di Indonesia masih dipandang tidak umum,” ujar aktor yang pernah bermain dalam film Yowes Ben itu.

Sudjane Kenken menambahkan, kekuatan film terletak pada sudut pandang penontonnya. Menurutnya, film indie seringkali memunculkan interpretasi berbeda antarpenonton.

“Film Kelangan mudah dipahami, sementara A Paint lebih menantang untuk dimaknai. Semua bergantung pada perspektif penonton,” jelasnya.

Kenken juga menyinggung tantangan film indie yang sulit dikomersialkan di Indonesia. “Biasanya film indie lebih cocok untuk festival, karena idealisme sutradara sering berbenturan dengan kepentingan industri,” ungkapnya.

Baca juga: Perkembangan Produksi Film di Malang: Geliat Kreativitas Komunitas

Sutradara Hadirkan Realitas Sosial

Sutradara A Paint, Shaggil Mahara, menjelaskan bahwa film karyanya berangkat dari realitas sosial generasi muda di kota-kota besar seperti Yogyakarta dan Malang.

“Dari film ini, saya memang ingin memancing banyak pertanyaan dari penonton. Jika mereka bertanya-tanya tentang makna film, itu berarti film berhasil,” tutur mahasiswa ISI Yogyakarta itu.

Ia menambahkan, tema living together sengaja dipadukan dengan persoalan seni lukis dan simbolisme aktor untuk menyoroti kompleksitas kehidupan generasi muda.

Antusiasme Penonton

Pemutaran film berdurasi 10 menit dan 21 menit tersebut mendapat respons beragam. Sejumlah penonton memberikan pujian atas keberanian mengangkat tema filosofis, sementara sebagian lain melontarkan pertanyaan kritis.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko

Tags: EstetikaFilsafat Senikabupaten malangPesantren Luhur Baitul Hikmah

Related Posts

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan
News

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Jumat, 17 Jul 2026
Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya
News

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Jumat, 17 Jul 2026
Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak
News

Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak

Jumat, 17 Jul 2026
Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung
News

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

Jumat, 17 Jul 2026
7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
42dc89d5 Adcc 4908 8e53 0c98de78d5d8
News

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Angin kencang

Total 39 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Malang Selatan

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.