Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Emotional Abuse: Mengenali Kekerasan Psikologis yang Sering Tak Disadari

Redaksi by Redaksi
Agustus 20, 2025 10:22 pm
in Tugu Sehat
Emotional Abuse

ilustrasi/pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id-Emotional abuse atau kekerasan psikologis sering kali tidak disadari korban karena tidak meninggalkan luka fisik. Namun, dampaknya terhadap kesehatan mental bisa sangat serius dan berkepanjangan. Dalam banyak kasus, emotional abuse hadir dalam bentuk kata-kata merendahkan, kontrol berlebihan, hingga manipulasi emosional yang terselubung.

Apa Itu Emotional Abuse Menurut Psikologi?

Menurut Dr. Beverly Engel, terapis sekaligus penulis buku The Emotionally Abusive Relationship, emotional abuse adalah pola perilaku untuk mengendalikan, merendahkan, atau menakuti orang lain melalui kritik berlebihan, penghinaan, atau manipulasi emosional.

READ ALSO

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Tidak seperti kekerasan fisik, bentuk ini jarang meninggalkan bekas luka di tubuh, tetapi dapat menghancurkan harga diri dan kepercayaan diri korban secara mendalam. Engel menekankan bahwa sering kali perilaku abusif dibungkus dalam kedok “kepedulian” atau “cinta” manipulatif.

Baca juga: Memutus Rantai Toxic Parenting: Cara Mengatasi Luka Psikologis Anak

Bentuk-Bentuk Emotional Abuse

Psikolog Jill Murray Follingstad dari University of Kentucky mengidentifikasi beberapa bentuk emotional abuse yang paling sering terjadi dalam hubungan:

  1. Gaslighting

    Pelaku membuat korban meragukan ingatan, persepsi, bahkan kewarasannya. Misalnya dengan menyangkal fakta atau menyebut korban “terlalu sensitif”.

  2. Kontrol Berlebihan

    Pelaku mengatur kehidupan korban, termasuk pilihan pakaian, makanan, aktivitas, hingga lingkaran pertemanan.

  3. Penghinaan dan Kritik Konstan

    Komentar negatif terus-menerus, baik secara terang-terangan maupun sarkasme, perlahan menghancurkan harga diri korban.

  4. Penarikan Afeksi

    Pelaku sengaja menolak memberikan kasih sayang atau perhatian sebagai bentuk hukuman, sehingga korban semakin tergantung secara emosional.

Meskipun tidak terlihat, dampaknya bisa sama buruknya dengan kekerasan fisik. Luka emosional sering menetap dalam bentuk rasa takut, cemas, dan hilangnya kepercayaan terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Dampak Jangka Panjang Emotional Abuse pada Kesehatan Mental

Menurut Dr. Bessel van der Kolk dalam bukunya The Body Keeps the Score, trauma akibat emotional abuse bisa “tersimpan” di sistem saraf dan memengaruhi respons tubuh terhadap stres, bahkan bertahun-tahun setelah hubungan abusif berakhir.

Beberapa dampak jangka panjang antara lain:

  • Kecemasan kronis: korban selalu merasa waspada meski tanpa ancaman nyata.

  • Depresi: perasaan tidak berharga, kehilangan motivasi, dan putus asa.

  • Complex PTSD: kilas balik traumatis, mimpi buruk, dan reaksi emosional berlebihan.

  • Sulit mempercayai orang lain: trauma membuat korban menutup diri.

  • Luka tersimpan di tubuh: trauma memengaruhi sistem saraf, sehingga tubuh bereaksi seolah trauma masih berlangsung.

Mengapa Emotional Abuse Sulit Disadari?

Psikolog klinis Dr. Ramani Durvasula menjelaskan bahwa trauma bonding membuat korban terjebak. Ikatan emosional ini terbentuk melalui siklus kasih sayang dan kekerasan dari pelaku. Sering kali, emotional abuse dibungkus sebagai “kritik membangun” atau “kepedulian”, sehingga korban menganggapnya normal.

Jika pelaku adalah pasangan, keluarga, atau sahabat dekat, korban cenderung membenarkan perilaku tersebut. Hal ini memperkuat ketergantungan emosional, membuat korban sulit melepaskan diri meski sadar hubungan itu merugikan.

Baca juga: Fatherless Generation: Pandangan Psikologi tentang Anak yang Tumbuh Tanpa Ayah

Cara Menghadapi Emotional Abuse

Para pakar menyarankan langkah-langkah berikut untuk memutus siklus kekerasan emosional:

  1. Kenali Tanda-tandanya

    Bedakan antara kritik sehat dan perilaku merendahkan. Jika komentar seseorang konsisten meremehkan dan mengabaikan perasaanmu, itu tanda abuse.

  2. Tetapkan Batas Tegas

    Komunikasi asertif penting untuk melindungi kesehatan emosional. Contoh: “Saya tidak nyaman jika diperlakukan seperti itu.”

  3. Bangun Dukungan Sosial

    Temukan orang atau komunitas yang bisa mendukungmu tanpa menghakimi.

  4. Cari Bantuan Profesional

    Konsultasi dengan psikolog atau konselor dapat membantu korban memproses trauma dan membangun kembali kepercayaan diri.

Kesimpulan

Emotional abuse adalah kekerasan yang tak terlihat, tetapi meninggalkan luka mendalam di hati dan pikiran korban. Dengan mengenali tanda-tandanya, menetapkan batas sehat, dan mencari dukungan, korban bisa mulai memulihkan diri dan memutus rantai kekerasan psikologis.

Ingatlah, setiap orang berhak merasa aman, dihargai, dan dicintai tanpa syarat—itu adalah hak, bukan hadiah.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Deskripsi
Artikel ini mengulas emotional abuse atau kekerasan emosional, mulai dari definisi, bentuk-bentuk umum, dampak jangka panjang pada kesehatan mental, hingga strategi pemulihan, dengan merujuk pada pandangan dan temuan para pakar.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis : Risma Elina (Magang).

Tags: Emotional abusekekerasan emosionalkekerasan psikologis.

Related Posts

Event INAS26
Tugu Sehat

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Jumat, 29 Mei 2026
Cara Aman Mengonsumsi Olahan Daging saat Idul Adha (Foto: Pexels)
Tugu Sehat

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Rabu, 27 Mei 2026
Black Mold
Tugu Sehat

Bahaya Black Mold di Rumah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 26 Mei 2026
Aqua Yoga
Tugu Sehat

Mengenal Aqua Yoga, Olahraga Air yang Bantu Relaksasi dan Kebugaran

Selasa, 26 Mei 2026
Para dokter spesialis dari Morula. (Foto/ist)
Tugu Sehat

10 Persen Pasangan Usia Subur di Malang Hadapi Persoalan Infertilitas, Morula Beber Faktornya

Senin, 25 Mei 2026
Ilustrasi ketika seseorang dengan kondisi pencernaan yang sehat (Foto: Pinterest @prozenycz)
Tugu Sehat

Bukan Sekedar Lancar BAB, Ini 10 Ciri Pencernaan yang Sehat

Jumat, 22 Mei 2026
Next Post
Kebiasaan orang sukses di pagi hari

Rahasia 3 Kebiasaan Pagi Orang Sukses yang Wajib Dicoba

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.