Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Prinsip Pilihan Tindakan untuk Remaja

Redaksi by Redaksi
Agustus 18, 2025 10:24 am
in Catatan
Masbahur Roziqi. Foto/dok

Masbahur Roziqi. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Masbahur Roziqi*

Tugumalang.id – Beberapa kasus pada dunia pendidikan seolah tidak ada habisnya. Salah satunya keluhan mengenai perilaku malasuai remaja. Remaja yang dimaksud di sini merupakan siswa pada jenjang pendidikan menengah.

READ ALSO

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Siswa pada jenjang SMA SMK sederajat. Keluhan karena dianggap cengeng, manja, mudah menyerah, hingga berkurangnya perilaku menghargai orang lain, tidak terkecuali pada guru dan orang tua.

Beberapa kalangan penyedia kerja juga mengeluhkan perilaku remaja yang saat ini termasuk generasi Z ini. Seperti kesulitan menumbuhkan sikap pantang menyerah, menarik diri dari pekerjaan, hingga mengesampingkan produktivitas kerja.

Baca Juga: Adolescence: Serial yang Bongkar Sisi Gelap Maskulinitas Toksik pada Remaja

Pada dunia persekolahan keluhan ini juga tentu mengemuka. Penulis sendiri cukup sering mendengarkan beberapa bapak ibu guru baik pada sekolah penulis maupun di sekolah lain mengeluh mengenai siswa mereka.

Keluhan mengenai keterampilan belajar dan keterampilan menjalin relasi misalnya. Beberapa guru mengeluhkan siswa yang mulai kesulitan menuliskan ide nya secara runtut.

Sulit melepaskan diri dari memegang gadget. Hingga kuatnya perilaku agresi beberapa remaja pada teman remaja lainnya. Seperti misalnya perilaku agresi pada hubungan romantis antar remaja.

Baca Juga: Tim Psikologi UB Ajak Orang Tua dan PAUD Bersinergi Siapkan Anak Masuk Sekolah

Padahal menurut bapak ibu guru, keterampilan belajar dan menjalin relasi merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk bertahan pada dunia kerja maupun pendidikan tinggi. Sebab tuntutan untuk mandiri jauh lebih besar.

Ketika para siswa kesulitan mengembangkan keterampilan belajar dan menjalin relasi maka akan besar kemungkinan kesulitan dalam menjalani profesi dan atau pendidikan lanjutannya.

Kekhawatiran bapak ibu guru dan penyedia kerja tersebut tentu patut kita perhatikan bersama. Keterampilan hidup tentu penting bagi remaja.

Sekolah sebagai salah satu tempat remaja untuk menumbuhkembangkan keterampilan hidup berperan penting pada fase kehidupan mereka.

Latihan mengelola diri dan mengelola interaksi bersama orang lain akan intens remaja lakukan di sekolah. Sikap pantang menyerah misalnya dapat siswa latih melalui penempaan atas pengerjaan tugas-tugas di sekolah.

Kemudian manajemen waktu kegiatan akademik dan kegiatan ekstrakurikuler. Latihan empati dapat remaja lakukan dengan turut menjadi bystander aktif ketika mendapati perilaku bullying, dan membantu siswa lain sesuai kemampuan diri ketika mengalami kesulitan.

Selain keluhan itu tentu ada pula kelebihan yang penulis rasakan saat berinteraksi dengan remaja generasi Z ini. Beberapa kelebihan itu antara lain mereka lebih melek teknologi, lebih terbuka, dan mulai sadar mengenai pentingnya keseimbangan hidup.

Melek teknologi dapat dilihat melalui keterampilan mereka menggunakan media teknologi. Seperti penggunaan smartphone dengan segala pirantinya. Termasuk bagaimana mereka mampu memanfaatkan media sosial untuk melakukan interaksi maya bersama teman sebayanya.

Selain itu perilaku berwirausaha juga mereka tumbuhkan melalui fasilitas medsos ini. Dengan pengikut pada medsos yang lumayan banyak, mereka juga mampu mengasah bakat wirausahanya melalui pemasaran digital.

Hal ini tentu membantu pada era yang saat ini telah lintas batas melalui peran internet, khususnya media sosial. Walau pun tentu dalam hal ini ada tantangannya.

Tantangannya berupa pengelolaan medsos yang tidak sesuai tempatnya seperti cyberbullying, dan penyebaran konten medsos yang tidak sesuai norma hukum.

Kelebihan remaja berikutnya mereka lebih terbuka. Remaja saat ini lebih terbuka dalam mengungkapkan pikirannya. Tidak lagi malu-malu.

Penulis pada akhir semester biasanya meminta anak-anak untuk mengisi evaluasi melalui link google form mengenai aktivitas layanan bimbingan dan konseling yang penulis berikan pada mereka selama satu semester.

Dalam hasil evaluasi yang penulis baca satu persatu, para remaja ini menyampaikan penilaian mereka secara bebas. Ada yang mengapresiasi, namun ada pula yang terang-terangan mengkritik.

Keterbukaan ini dapat membantu penulis untuk selalu berbenah dan menjadikan kritik serta apresiasi tersebut sebagai poin pengembangan layanan bimbingan dan konseling terus menjadi lebih baik bagi siswa.

Remaja saat ini juga telah menyadari pentingnya keseimbangan hidup. Beberapa siswa pernah berbagi dengan penulis mengenai alasan mereka mengurangi kegiatan selain kegiatan akademik dan memastikan waktu akhir pekan sebagai waktu refresing.

Hal ini mereka lakukan agar mereka tidak mengalami kejenuhan yang berujung pada keengganan untuk melaksanakan aktivitas di sekolah.

Walau pun mereka menyadari hal itu tidak bisa mereka lakukan terus menerus. Karena pasti aka nada waktu yang tetap tersita untuk menyelesaikan tantangan di sekolah dan luar sekolah.

Beberapa kondisi ini dapat dimaknai remaja saat ini memiliki nilai yang berbeda dengan remaja sebelum generasi Z. Mereka lebih terbuka, lebih melek teknologi, bahkan peduli pada keseimbangan hidup.

Prinsip itu membuat mereka agak tidak memperhatikan tantangan ke depan. Tentu tantangan itu tidak akan menyesuaikan dengan kelebihan mereka tersebut. Sehingga penting bagi remaja memiliki keterampilan beradaptasi.

Nah bagaimana harus beradaptasi, kita dapat membantu mereka dengan memastikan mereka memiliki pemahaman dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip pilihan tindakan.

Ini berlaku dalam melaksanakan segala aktivitas kehidupan para remaja tersebut. Tidak hanya saat akan melaksanakan kegiatan di sekolah melainkan kegiatan di luar sekolah sekalipun. Apa prinsip pilihan tindakan?

Prinsip pilihan tindakan berarti remaja melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan dasar dirinya berdasarkan pilihan-pilihan yang tersaji saat tindakan itu akan dia lakukan.

Kebutuhan dasar itu berupa kebutuhan bertahan hidup, kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki-dimiliki, kebutuhan akan kekuasaan, kebutuhan akan kesenangan, dan kebutuhan akan kebebasan.

Pemenuhan kebutuhan ini diharapkan tidak menyakiti dan mencegah orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasarnya ini. Pilihan tindakan yang dilakukan remaja untuk memenuhi kebutuhan dasarnya ini hendaknya juga berpatokan pada tidak menyakiti orang lain dan merugikan dirinya.

Tentunya pada tahap perkembangan remaja, meminta mereka untuk pasti sempurna melakukan pilihan tindakan yang tidak merugikan dirinya dan orang lain merupakan hal yang mustahil.

Atau bisa dibilang sebuah pikiran irasional. Orang dewasa, dalam hal ini guru, orang tua, dan masyarakat dapat membantu remaja untuk menjadi pendamping dan support system yang memastikan hadir kala remaja mengambil keputusan atas pilihannya.

Remaja perlu mendapat bantuan untuk menyeleksi dan memilih tindakan yang dapat membantu dirinya menjadi lebih baik. Termasuk mengenali konsekuensi-konsekuensi yang harus dijalani ketika memilih tindakan tersebut.

Hanya dengan cara ini lah orang dewasa dapat membantu remaja memilih tindakan sesuai dengan norma dan bertanggung jawab atas pilihan tindakannya tersebut.

Saat para remaja ini telah mampu mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan konsekuensi yang berdampak positif bagi dirinya, maka saat itu lah dia telah melatih dirinya untuk mandiri dan siap menyongsong kehidupan dewasa dengan segala dinamikanya. Mari bergandengan tangan mendampingi para remaja kita.

 

*Guru Bimbingan dan Konseling SMAN 1 Kraksaan Kabupaten Probolinggo

Editor: Herlianto. A

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tags: anak sekolahguruRemaja

Related Posts

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Next Post
Dosen Universitas Airlangga mengungkap kenaikan signifikan angka diabetes di kalangan anak muda./Foto: Pinterest/Sara

Alarm Diabetes di Kalangan Anak Muda: Dosen Universitas Airlangga Ungkap Faktor Penyebabnya

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.