Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Prinsip Pilihan Tindakan untuk Remaja

Redaksi by Redaksi
Agustus 18, 2025 10:24 am
in Catatan
Masbahur Roziqi. Foto/dok

Masbahur Roziqi. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Masbahur Roziqi*

Tugumalang.id – Beberapa kasus pada dunia pendidikan seolah tidak ada habisnya. Salah satunya keluhan mengenai perilaku malasuai remaja. Remaja yang dimaksud di sini merupakan siswa pada jenjang pendidikan menengah.

READ ALSO

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Zainal Habib Soroti Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

MBG: Kembalikan Eksekusi ke Komite Sekolah, Jangan Birokrasi

Siswa pada jenjang SMA SMK sederajat. Keluhan karena dianggap cengeng, manja, mudah menyerah, hingga berkurangnya perilaku menghargai orang lain, tidak terkecuali pada guru dan orang tua.

Beberapa kalangan penyedia kerja juga mengeluhkan perilaku remaja yang saat ini termasuk generasi Z ini. Seperti kesulitan menumbuhkan sikap pantang menyerah, menarik diri dari pekerjaan, hingga mengesampingkan produktivitas kerja.

Baca Juga: Adolescence: Serial yang Bongkar Sisi Gelap Maskulinitas Toksik pada Remaja

Pada dunia persekolahan keluhan ini juga tentu mengemuka. Penulis sendiri cukup sering mendengarkan beberapa bapak ibu guru baik pada sekolah penulis maupun di sekolah lain mengeluh mengenai siswa mereka.

Keluhan mengenai keterampilan belajar dan keterampilan menjalin relasi misalnya. Beberapa guru mengeluhkan siswa yang mulai kesulitan menuliskan ide nya secara runtut.

Sulit melepaskan diri dari memegang gadget. Hingga kuatnya perilaku agresi beberapa remaja pada teman remaja lainnya. Seperti misalnya perilaku agresi pada hubungan romantis antar remaja.

Baca Juga: Tim Psikologi UB Ajak Orang Tua dan PAUD Bersinergi Siapkan Anak Masuk Sekolah

Padahal menurut bapak ibu guru, keterampilan belajar dan menjalin relasi merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk bertahan pada dunia kerja maupun pendidikan tinggi. Sebab tuntutan untuk mandiri jauh lebih besar.

Ketika para siswa kesulitan mengembangkan keterampilan belajar dan menjalin relasi maka akan besar kemungkinan kesulitan dalam menjalani profesi dan atau pendidikan lanjutannya.

Kekhawatiran bapak ibu guru dan penyedia kerja tersebut tentu patut kita perhatikan bersama. Keterampilan hidup tentu penting bagi remaja.

Sekolah sebagai salah satu tempat remaja untuk menumbuhkembangkan keterampilan hidup berperan penting pada fase kehidupan mereka.

Latihan mengelola diri dan mengelola interaksi bersama orang lain akan intens remaja lakukan di sekolah. Sikap pantang menyerah misalnya dapat siswa latih melalui penempaan atas pengerjaan tugas-tugas di sekolah.

Kemudian manajemen waktu kegiatan akademik dan kegiatan ekstrakurikuler. Latihan empati dapat remaja lakukan dengan turut menjadi bystander aktif ketika mendapati perilaku bullying, dan membantu siswa lain sesuai kemampuan diri ketika mengalami kesulitan.

Selain keluhan itu tentu ada pula kelebihan yang penulis rasakan saat berinteraksi dengan remaja generasi Z ini. Beberapa kelebihan itu antara lain mereka lebih melek teknologi, lebih terbuka, dan mulai sadar mengenai pentingnya keseimbangan hidup.

Melek teknologi dapat dilihat melalui keterampilan mereka menggunakan media teknologi. Seperti penggunaan smartphone dengan segala pirantinya. Termasuk bagaimana mereka mampu memanfaatkan media sosial untuk melakukan interaksi maya bersama teman sebayanya.

Selain itu perilaku berwirausaha juga mereka tumbuhkan melalui fasilitas medsos ini. Dengan pengikut pada medsos yang lumayan banyak, mereka juga mampu mengasah bakat wirausahanya melalui pemasaran digital.

Hal ini tentu membantu pada era yang saat ini telah lintas batas melalui peran internet, khususnya media sosial. Walau pun tentu dalam hal ini ada tantangannya.

Tantangannya berupa pengelolaan medsos yang tidak sesuai tempatnya seperti cyberbullying, dan penyebaran konten medsos yang tidak sesuai norma hukum.

Kelebihan remaja berikutnya mereka lebih terbuka. Remaja saat ini lebih terbuka dalam mengungkapkan pikirannya. Tidak lagi malu-malu.

Penulis pada akhir semester biasanya meminta anak-anak untuk mengisi evaluasi melalui link google form mengenai aktivitas layanan bimbingan dan konseling yang penulis berikan pada mereka selama satu semester.

Dalam hasil evaluasi yang penulis baca satu persatu, para remaja ini menyampaikan penilaian mereka secara bebas. Ada yang mengapresiasi, namun ada pula yang terang-terangan mengkritik.

Keterbukaan ini dapat membantu penulis untuk selalu berbenah dan menjadikan kritik serta apresiasi tersebut sebagai poin pengembangan layanan bimbingan dan konseling terus menjadi lebih baik bagi siswa.

Remaja saat ini juga telah menyadari pentingnya keseimbangan hidup. Beberapa siswa pernah berbagi dengan penulis mengenai alasan mereka mengurangi kegiatan selain kegiatan akademik dan memastikan waktu akhir pekan sebagai waktu refresing.

Hal ini mereka lakukan agar mereka tidak mengalami kejenuhan yang berujung pada keengganan untuk melaksanakan aktivitas di sekolah.

Walau pun mereka menyadari hal itu tidak bisa mereka lakukan terus menerus. Karena pasti aka nada waktu yang tetap tersita untuk menyelesaikan tantangan di sekolah dan luar sekolah.

Beberapa kondisi ini dapat dimaknai remaja saat ini memiliki nilai yang berbeda dengan remaja sebelum generasi Z. Mereka lebih terbuka, lebih melek teknologi, bahkan peduli pada keseimbangan hidup.

Prinsip itu membuat mereka agak tidak memperhatikan tantangan ke depan. Tentu tantangan itu tidak akan menyesuaikan dengan kelebihan mereka tersebut. Sehingga penting bagi remaja memiliki keterampilan beradaptasi.

Nah bagaimana harus beradaptasi, kita dapat membantu mereka dengan memastikan mereka memiliki pemahaman dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip pilihan tindakan.

Ini berlaku dalam melaksanakan segala aktivitas kehidupan para remaja tersebut. Tidak hanya saat akan melaksanakan kegiatan di sekolah melainkan kegiatan di luar sekolah sekalipun. Apa prinsip pilihan tindakan?

Prinsip pilihan tindakan berarti remaja melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan dasar dirinya berdasarkan pilihan-pilihan yang tersaji saat tindakan itu akan dia lakukan.

Kebutuhan dasar itu berupa kebutuhan bertahan hidup, kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki-dimiliki, kebutuhan akan kekuasaan, kebutuhan akan kesenangan, dan kebutuhan akan kebebasan.

Pemenuhan kebutuhan ini diharapkan tidak menyakiti dan mencegah orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasarnya ini. Pilihan tindakan yang dilakukan remaja untuk memenuhi kebutuhan dasarnya ini hendaknya juga berpatokan pada tidak menyakiti orang lain dan merugikan dirinya.

Tentunya pada tahap perkembangan remaja, meminta mereka untuk pasti sempurna melakukan pilihan tindakan yang tidak merugikan dirinya dan orang lain merupakan hal yang mustahil.

Atau bisa dibilang sebuah pikiran irasional. Orang dewasa, dalam hal ini guru, orang tua, dan masyarakat dapat membantu remaja untuk menjadi pendamping dan support system yang memastikan hadir kala remaja mengambil keputusan atas pilihannya.

Remaja perlu mendapat bantuan untuk menyeleksi dan memilih tindakan yang dapat membantu dirinya menjadi lebih baik. Termasuk mengenali konsekuensi-konsekuensi yang harus dijalani ketika memilih tindakan tersebut.

Hanya dengan cara ini lah orang dewasa dapat membantu remaja memilih tindakan sesuai dengan norma dan bertanggung jawab atas pilihan tindakannya tersebut.

Saat para remaja ini telah mampu mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan konsekuensi yang berdampak positif bagi dirinya, maka saat itu lah dia telah melatih dirinya untuk mandiri dan siap menyongsong kehidupan dewasa dengan segala dinamikanya. Mari bergandengan tangan mendampingi para remaja kita.

 

*Guru Bimbingan dan Konseling SMAN 1 Kraksaan Kabupaten Probolinggo

Editor: Herlianto. A

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tags: anak sekolahguruRemaja

Related Posts

Hari Lahir Pancasila
Catatan

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Zainal Habib Soroti Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

Senin, 1 Jun 2026
Dr. Aries Musnandar & Dr. Muhammad Effendi, M.Si. Foto/dok
Catatan

MBG: Kembalikan Eksekusi ke Komite Sekolah, Jangan Birokrasi

Senin, 1 Jun 2026
Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Next Post
Dosen Universitas Airlangga mengungkap kenaikan signifikan angka diabetes di kalangan anak muda./Foto: Pinterest/Sara

Alarm Diabetes di Kalangan Anak Muda: Dosen Universitas Airlangga Ungkap Faktor Penyebabnya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.