MALANG, Tugumalang.id – Fenomena angka diabetes di kalangan anak muda Indonesia memasuki titik yang mengkhawatirkan dalam dunia kesehatan. Tak hanya sekedar ancaman kesehatan global, lonjakan kasus diabetes di kelompok usia remaja dan dewasa muda kini menjadi perhatian utama kalangan pakar di bidang kesehatan.
Salah satunya akademisi Universitas Airlangga, dr. Raudia Faridah Humaidy, MPH mengungkapkan beberapa faktor penyebab melonjaknya angka diabetes di kalangan anak muda.
Baca Juga: Penderita Diabetes Anak di Kota Batu Tembus 50 Penderita
Diabetes yang selama ini dikenal sebagai penyakit orang tua, kini merambah secara agresif ke anak-anak dan remaja akibat perubahan gaya hidup serta pola makan yang kian buruk.

Perempuan yang akrab disapa Rida itu pun menjelaskan tentang diabetes melitus 1 yang disebabkan oleh kelainan produksi hormon insulin dan diabetes melitus 2 yang disebabkan tubuh kurang sensitif terhadap hormon insulin.
Baca Juga: Hari Diabetes Internasional 2024, Plt Bupati Malang Komitmen Wujudkan Masyarakat yang Lebih Sehat
“Waktu seorang makan atau minum, kadar gula dalam darah meningkat. Insulin tugasnya menjadi tukang angkut gula dari darah untuk dimasukkan ke sel tubuh. Kalau seseorang terbiasa makan atau minum dengan pola yang kurang baik, insulin bekerja lebih keras sebagai tukang angkut,” jelasnya.
“Lama-lama insulin yang terus bekerja bisa lelah dan gula dalam darah masih banyak yang enggak diangkut masuk ke sel tubuh,” imbuh Rida.
Adapun beberapa faktor penyebab meningkatnya angka diabetes di kalangan anak muda, Rida menjelaskannya sebagai berikut:
Faktor Penyebab Tingginya Diabetes di Kalangan Anak Muda
1. Sedentary Lifestyle
Pola hidup yang kurang atau minim gerak, seperti hanya fokus di depan screen, gadget, atau buku. Kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko atas menurunnya sensitivitas insulin.
2. Pola Nutrisi
Mengonsumsi gula yang melebihi batas konsumsi gula harian yakni 50 gram atau 4 sendok makan per hari.
3. Jam Tidur
Jam tidur normal yang baik adalah 6-8 jam dalam sehari. Jika seseorang tidur kurang dari 6 atau 8 jam sehari, ada kesulitan dalam memulai atau mempertahankan tidur, dan bekerja dalam shift dapat meningkatkan risiko diabetes.
4. Stres
Ketika seseorang sedang mengalami beban pikiran, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol, yang hormon tersebut juga menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah.
Dampak Bagi Kondisi Kesehatan Tubuh
Lebih lanjut, Rida menjelaskan komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh diabetes melitus secara umum dibedakan ke dalam dua kategori, yakni pembuluh darah besar atau makrovaskuler dan pembuluh darah kecil mikrovaskuler.
“Komplikasi yang berdampak pada pembuluh darah besar di antaranya adalah penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke sedangkan komplikasi yang berdampak pada pembuluh darah kecil,” ujar Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat-Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Unair.
“Gangguan itu antara lain gangguan ginjal, gangguan penglihatan, serta gangguan saraf termasuk luka pada kaki akibat diabetes. Timbulnya komplikasi pada pasien diabetes akan berkaitan dengan kualitas hidup dari pasien tersebut,” sambungnya.
Data prevalensi diabetes muda berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah pada kelompok usia 25-34 tahun sebesar 4,1 persen tahun 2018.
Kemudian menjadi 5,3 persen di tahun 2023, sedangkan pada kelompok usia 35-44 tahun prevalensinya sebesar 8,6 persen tahun 2018. Persentasenya naik, menjadi sebesar 10,1 persen pada tahun 2023.
Solusi Menekan Angka Diabetes di Kalangan Anak Muda
Rida menyarankan anak muda melakukan pemantauan kondisi kesehatan dengan cek kesehatan secara berkala. Selain itu, juga diperlukan peran yang sinergis dari berbagai pihak mulai dari tingkat individu, keluarga, lingkungan tempat tinggal, institusi pendidikan, tempat kerja, hingga pemangku kebijakan.
Menurutnya hal itu diperlukan agar masyarakat dapat dengan mudah menerapkan aktivitas fisik yang baik. seperti tersedianya taman kota atau fasilitas jalan kaki yang nyaman dan aman. Serta ditunjang dengan nutrisi yang cukup.
“Tubuh juga perlu mendapatkan asupan nutrisi yang sesuai kebutuhan, seperti tersedianya informasi nilai gizi pada gerai makanan atau minuman,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























