Malang, Tugumalang.id – Tim dosen dari Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB) mengajak orang tua dan lembaga pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), untuk berkolaborasi dalam mendukung kesiapan anak memasuki dunia sekolah secara optimal.

Kepala PAUD Terpadu Siti Hajar Kota Malang, Maisaroh, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa PAUD memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam menyiapkan anak menuju jenjang pendidikan formal. Melalui kegiatan yang terstruktur dan disesuaikan dengan tahap perkembangan, PAUD memberikan stimulasi menyeluruh—mulai dari aspek kognitif, sosial-emosional, bahasa, motorik, hingga spiritual dan moral.
Namun, menurut Maisaroh, stimulasi yang diberikan di sekolah perlu diperkuat oleh peran aktif orang tua di rumah.
“Sekolah sangat membutuhkan kolaborasi dari orang tua dalam mengembangkan murid-murid. Tanpa sinergi yang baik, stimulasi yang kami lakukan tidak akan memberikan dampak optimal,” ujarnya.
Baca juga: Menjadi Guru Tangguh: Tim Psikologi UB Dorong Kesiapan Mental Pendidik untuk Sekolah Inklusif
Menanggapi kebutuhan tersebut, tim dosen dari Departemen Psikologi UB mengadakan kegiatan psikoedukasi bertajuk “Sinergi Orang Tua dan Sekolah: Stimulasi Kemampuan Dasar Belajar Anak di Rumah”. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu (19/5/2025) di Aula PAUD Terpadu Siti Hajar, Kota Malang.
Tim pelaksana terdiri dari dosen-dosen psikologi UB yaitu Naila Kamaliya, M.Psi., Psikolog; Ulifa Rahma, M.Psi., Psikolog; dan Sukma Nurmala, S.Psi., M.Si., serta lima mahasiswa sebagai asisten pengabdian masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sambutan dan penyerahan cinderamata kepada pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin. Untuk menciptakan suasana akrab dan interaktif, peserta diajak mengikuti sesi ice breaking yang dipandu oleh Sukma Nurmala.
Baca juga: Kolaborasi Bersama SMAN 1 Lawang, Dosen Fakultas Psikologi UM Beri Pelatihan Esensial Public Speaking dan Penulisan Esai
Sesi materi utama disampaikan oleh Naila Kamaliya yang membahas konsep Piramida Belajar Anak. Ia menjelaskan bahwa kesiapan akademik anak tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan bertumpu pada fondasi perkembangan seperti kemampuan sensorik, motorik, emosi, hingga keterampilan sosial.
“Pemahaman ini penting agar orang tua dapat menyesuaikan ekspektasi serta strategi pendampingan anak di rumah,” jelas Naila.
Dalam paparannya, Naila juga menjelaskan tips dan cara cara menstimulasi anak pada setiap aspek perkembangan tersebut, seperti bermain engklek, lompat tali, dan rutin berolahraga untuk menstimulasi perkembangan motorik kasar anak.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ulifa Rahma, M.Psi., Psikolog, yang menguraikan tentang pentingnya membangun hubungan positif antara orang tua dan anak.

Menurut Ulifa, hubungan positif ini dapat dicapai dengan memenuhi kebutuhan psikologis dasar anak. Yakni perasaan merasa berharga, merasa bisa, dan merasa tidak terpaksa. Kebutuhan psikologis dasar tersebut, merupakan pondasi motivasi intrinsik anak dalam belajar dan berperilaku.
Ulifa juga memberikan tips kepada orang tua mengenai cara memenuhi kebutuhan psikologis tersebut. Misalnya menghargai pendapat anak, memberikan kepercayaan dan kesempatan, serta membangun kedekatan emosional kepada anak.
Kegiatan ini diikuti oleh 89 peserta yang terdiri dari guru dan wali murid PAUD Terpadu Siti Hajar.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, para orang tua menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya keterlibatan aktif di rumah dalam mendukung perkembangan kemampuan dasar belajar anak.
Selain itu, mereka juga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai cara-cara menstimulasi kemampuan tersebut secara praktis di lingkungan rumah. Peningkatan kesadaran dan pengetahuan ini terlihat melalui hasil pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah sesi psikoedukasi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























