Minggu, Oktober 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Perasaan Minder: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengubahnya Jadi Motivasi Diri

Redaksi by Redaksi
Agustus 15, 2025 6:58 am
in Tugu Sehat
Perasaan minder

ilustrasi/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Hampir semua orang pernah merasa dirinya kurang: kurang pintar, kurang menarik, kurang berhasil, atau belum cukup baik sebagai pribadi. Perasaan ini sering muncul ketika kita membandingkan diri dengan orang lain, menerima kritik, atau memiliki ekspektasi tinggi terhadap diri sendiri. Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai perasaan inferior (feelings of inferiority).

Tokoh psikologi kepribadian Alfred Adler melihat bahwa perasaan minder bukanlah kelemahan, melainkan potensi kekuatan yang bisa mendorong seseorang untuk berubah dan berkembang.

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Apa Itu Perasaan Inferior Menurut Psikologi?

Menurut Adler, perasaan inferior adalah pengalaman ketika seseorang merasa lebih rendah, lemah, atau kurang mampu dibandingkan orang lain atau standar tertentu. Perasaan ini bukanlah gangguan mental, melainkan pengalaman yang wajar dan dialami semua orang sejak kecil—karena secara fisik dan mental, anak-anak memang bergantung pada orang dewasa.

Adler menekankan bahwa rasa minder dapat menjadi motivasi untuk berkembang melalui konsep striving for superiority—dorongan alami manusia untuk menjadi versi diri yang lebih baik. Tanpa rasa “ada yang kurang”, manusia mungkin tidak akan termotivasi untuk tumbuh.

Perasaan minder
ilustrasi/freepik

Baca juga: Sering Merasa Stres dan Gelisah Berlebihan? Hindari 4 Hal Ini

Penyebab Perasaan Minder

Adler menjelaskan bahwa perasaan inferior dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal, antara lain:

  1. Kondisi biologis dan fisik

    Misalnya kelemahan tubuh, penyakit kronis, atau penampilan yang dianggap tidak sesuai standar sosial (organ inferiority).

  2. Lingkungan keluarga dan sosial

    Anak yang selalu dibandingkan dengan saudara atau teman yang “lebih pintar” dapat tumbuh dengan rasa tidak cukup.

  3. Pengaruh budaya dan media

    Standar kecantikan, tuntutan prestasi, dan ekspektasi gender yang berlebihan dapat memicu rasa minder.

Yang terpenting, kata Adler, bukan hanya sumber rasa minder, tetapi bagaimana individu menafsirkannya dan bagaimana lingkungan merespons. Lingkungan yang suportif membantu mengelola rasa minder secara sehat, sedangkan lingkungan yang penuh stigma dapat mengubahnya menjadi hambatan psikologis.

Baca juga: Cara Mengatasi Bosan Berolahraga

Dampak Negatif Jika Tidak Dikelola

Perasaan inferior yang dibiarkan dapat berkembang menjadi:

1. Inferiority Complex

Kondisi ketika seseorang merasa tidak berharga, gagal, dan tidak mampu menghadapi tantangan. Akibatnya, ia cenderung menghindari kesempatan baru sebelum mencoba.

2. Superiority Complex

Sikap arogan, merasa lebih baik dari orang lain, atau selalu mencari pengakuan. Seringkali, ini adalah cara menutupi luka batin akibat rasa minder yang mendalam.

Kedua kondisi ini, menurut Adler, adalah bentuk kegagalan dalam mengelola rasa inferior secara sehat.

Cara Mengelola Perasaan Minder Menurut Adler

Adler percaya setiap orang memiliki kekuatan kreatif (creative power) untuk membentuk hidupnya sendiri. Berikut langkah yang dapat membantu:

  1. Sadar dan terima rasa minder tanpa menghakimi diri.

  2. Bangun gaya hidup bermakna (style of life) dengan tujuan yang memberi kontribusi positif bagi orang lain.

  3. Fokus pada perkembangan diri dengan membandingkan diri pada versi kita sebelumnya, bukan pada orang lain.

  4. Kembangkan minat sosial (social interest) dengan peduli pada orang dan lingkungan sekitar—indikator utama kesehatan mental menurut Adler.

Kuncinya adalah menjadikan rasa kurang sebagai pemicu pertumbuhan, bukan sebagai alasan untuk menyerah.

Penutup

Perasaan minder adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Perbedaannya terletak pada bagaimana kita meresponsnya. Dalam pandangan Alfred Adler, rasa inferior dapat menjadi kekuatan tersembunyi jika disadari, diterima, dan dikelola dengan baik.

Di tengah tekanan sosial modern, kemampuan mengubah rasa kurang menjadi motivasi berkembang adalah tanda kematangan diri. Tujuan hidup bukanlah menjadi yang paling hebat, tetapi menjadi versi diri yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis : Risma Elina (Magang)
redaktur: jatmiko

Tags: Alfred Adlercara mengatasi rasa minderinferiority complexKesehatan MentalMotivasi diriperasaan inferiorperasaan minderPsikologi Kepribadiansuperiority complex

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Seorang pengemudi becak motor sedang menunggu pelanggan di Kota Malang. Foto/Siti Nur Fadia

Nasib Malang Becak Motor di Kota Malang, Terpaksa Bertahan dari Serbuan Ojek Online

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.