Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Urgensi Peduli Kesehatan Mental Siswa

Redaksi by Redaksi
September 17, 2024 8:01 am
in Catatan
Kesehatan Mental

Masbahur Roziqi.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh : Masbahur Roziqi

Penulis adalah guru Bimbingan dan Konseling SMAN 1 Kraksaan Kabupaten Probolinggo

READ ALSO

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

“Pak mengapa orang lebih memilih menyakiti orang lain jika mentalnya terganggu? Pak bagaimana jika keluarga menjadi bagian yang membuat saya tidak sehat mentalnya pak? Pak bagaimana cara saya menolong teman yang mentalnya sedang terganggu?” Beberapa pertanyaan itu meluncur deras pada beberapa siswa saya dalam sesi berbagi isu kesehatan mental di sekolah.

Banyak siswa bertanya. Baik perempuan maupun laki-laki. Ada yang menanyakan temannya, ada yang menanyakan tentang diri sendiri, bahkan bertanya mengenai penyikapan dengan lingkungan sekitar. Semuanya fokus menanyakan tentang serba serbi kesehatan mental. Seberapa urgen sih kesehatan mental bagi siswa?

Pertanyaan itu tentu bisa menjadi bahan refleksi bersama. Kaitkan pula dengan beberapa kejadian akhir-akhir ini. Seperti yang diberitakan Jawa Pos Radar Bromo pada bulan Agustus akhir. Seorang siswa salah satu SMA negeri di Kota Pasuruan mengalami depresi berat.

Siswa tersebut menurut berita, diduga menjadi korban perundungan atau biasa dikenal dengan bullying. Pelakunya tak lain teman sendiri. Remaja berusia setara dengan korban. Berjumlah lebih dari lima orang. Bentuk perundungannya beragam. Korban pun akhirnya mengalami depresi.

Berikutnya, kaitan kesehatan mental dengan fenomena maraknya bunuh diri pada anak usia remaja. Seperti diberitakan salah satu media nasional, seorang siswi SMP di daerah Jawa Barat pada 27 Agustus 2024 lalu dikabarkan menabrakkan diri pada kereta api yang melintas. Sampai saat ini belum ada informasi terbaru apa yang menjadi motifnya.

Baca Juga: Atasi Kecanduan Media Sosial untuk Menjaga Kesehatan Mental, Begini Pandangan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

Dua kejadian tersebut menunjukkan kondisi kesehatan mental para remaja yang dapat dikatakan memprihatinkan. Isu ini dapat menjadi bumerang bagi bangsa ini yang hendak lepas landas menyongsong Indonesia emas pada usia 100 tahun. Tepatnya tahun 2045.

Saat itu generasi muda kini masih duduk di bangku SMP dan SMA sederajat tentu akan menjadi aset sumber daya manusia bangsa ini. Contoh remaja yang mengalami depresi berat akibat perundungan dan remaja yang memutuskan bunuh diri menjadian banyak mulai mengkhawatirkan kesehatan mental remaja.

Banyak tantangan yang tentu akan dihadapi remaja kita. Dalam hal ini remaja yang menjalani pendidikan formal. Pertanyaan para siswa saya mengenai beragam problem pada kesehatan mental menjadi bukti. Bahwa mereka sebenarnya juga sangat memerhatikan mengenai isu kesehatan mental. Problem itu sangat dekat dengan mereka.

Mereka merasakan, memikirkan, hingga berpengaruh pada keseharian mereka. Entah itu berkaitan dengan interaksi mereka bersama teman sekolah, teman luar sekolah, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Bahkan merambah pula pada interaksi tidak hanya offline melainkan online melalui media sosial.

Pertanyaan dan kasus yang menimpa para remaja pada pemberitaan daerah memunculkan pertanyaan pula bagi para orang dewasa baik bapak ibu guru di sekolah maupun orang tua di rumah, sudah sejauh mana kita memahami mengenai urgensi kesehatan mental bagi anak-anak?

Apakah cukup hanya membandingkan apa yang telah para orang dewasa alami saat remaja dengan apa yang anak remaja sekarang alami? Adilkah ketika misalnya para orang dewasa saat ini membandingkan apple to apple kehidupan remaja dulu dengan sekarang?

Apakah ketika ada seorang remaja saat ini mengeluhkan mengenai kesehatan mentalnya sudah dapat dianggap dia cengeng dan tidak memiliki daya lentur (resiliensi) seperti remaja zaman dulu yang saat ini telah memiliki banyak pengalaman dan bekerja sesuai passion masing-masing? Tentu hal ini masih menjadi perdebatan.

Namun yang pasti remaja perlu mendapat pendampingan mengenai isu kesehatan mental yang tengah mereka alami. Apalagi remaja pada tahap perkembangannya saat ini tengah melakukan eksplorasi pada berbagai bidang, baik itu bidang pribadi, sosial, akademik, maupun kariernya. Mereka pasti akan mengalami masa melakukan kesalahan atas eksplorasi yang mereka lakukan.

Mereka juga pasti akan mengalami kegagalan dalam mencapai life goals yang telah mereka rancang. Namun tidak sedikit pula mereka akan bisa menikmati kebahagiaan ketika passion mereka telah mereka jalani dengan penuh antusiasme.

Peran orang dewasa dalam hal ini bapak ibu guru, dan keluarga tentu menjadi utama di sini. Yakni mendampingi dan membersamai anak agar mampu menebalkan hal-hal baik atau positif yang akan dan telah mereka kembangkan. Serta berupaya menipiskan hal-hal negatif atau berdmapak buruk yang mungkin akan mereka lakukan atau telah mereka lakukan.

Baca Juga: Berbagi Ilmu di Tugu Inspirasi Talks, Dosen Psikologi UM Berbicara Pentingnya Kesadaran Diri dalam Menjaga Kesehatan Mental

Tentu hal ini tidak mudah dan kompleks. Apalagi dengan tantangan era gadget saat ini. Remaja generasi Z dan alpha tidak lagi hanya berinteraksi melalui tatap muka. Mereka juga telah mahir mengoperasikan alat komunikasi yang mengantarkan mereka menjaid digital native. Isu kesehatan mental pun tidak lagi hanya terbatas pada interaksi offline yang mungkin terjadi antar individu remaja, melainkan telah meluas pada interaksi secara online.

Peduli kesehatan mental anak remaja tentu juga harus mempertimbangkan hal ini. Paham dan melek mengenai komunikasi media sosial remaja menjadi salah satu hal urgen dalam mendampingi remaja melakukan interaksi di media sosial.

Ada beberapa hal yang bisa orang dewasa turut lakukan dalam membantu remaja mengelola diri untuk menjaga kesehatan mentalnya. Pertama kuatkan dan latihkan empati. Mari bersama ajak remaja untuk menumbuhkan dan mengembangkan empatinya. Hal ini agar para remaja walau tengah melakukan kegiatan apa pun, dapat tetap pedulu pada orang lain.

Kepedulian ini akan membawa mereka untuk menggapai hubungan interpersonal yang positif dengan orang lain. Selain itu empati juga akan membantu remaja untuk memiliki rasa bersyukur (gratitude) atas apa yang Tuhan berikan pada diri mereka dan memanfaatkanya dengan baik melalui peduli pada orang lain.

Kedua, mari latih remaja untuk tangguh atau resilien. Tentu akan ada saja kegagalan yang remaja alami. Baik pada hubungan interpersonal maupun pencapaian akademiknya. Tidak masalah. Gagal selalu ada pada kamus setiap orang, tidak terkecuali remaja.

Bagaimana remaja bangkit, itu yang akan membedakan tiap orang. Bangkit dan belajar dari kegagalan merupakan bagian dari upaya untuk menumbuhkan dan mengembangkan resiliensi diri atau ketangguhan diri. Ketiga asertif. Mari ajak remaja untuk bisa asertif atas dirinya. Artinya mari tinggalkan sikap tidak enakan dalam berelasi sosial. Katakan tidak jika anda menolak dan tidak berkenan, dan katakan iya jika memang anda rela untuk melakukannya.

Namun dalam asertif penolakan dan penerimaan itu harus memperhatikan perasaan orang lain. Penolakan dalam asertif misalnya berarti kita menolak tanpa menggunakan sikap agresif atau keinginan untuk merendahkan orang lain. Asertif membantu kita untuk berbicara sesuai dengan perasaan sendiri dengan rasional dan tanpa kekerasan.(*)

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

editor: jatmiko

Tags: kesehatan metal siswametal siswa

Related Posts

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Next Post
Bulu Mata

5 Cara Ampuh Melentikkan Bulu Mata

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.