Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Cerita Ahmad Saiful, Petani Kopi di Tirtoyudo dengan Semangat Tradisi

Redaksi by Redaksi
September 16, 2024 11:01 am
in Insight
Ahmad Saiful seorang petani kopi dalam mengembangkan potensi kopi lokal di Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Foto/Lutfa Putri Valentina

Ahmad Saiful seorang petani kopi dalam mengembangkan potensi kopi lokal di Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Foto/Lutfa Putri Valentina

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Sebagai petani kopi, Ahmad Saiful punya cara tersendiri untuk mengembangkan usahanya tersebut. Dia menggunakan pendekatan semangat tradisi sehingga dia bisa tetap bertahan hingga hari ini.

Ahmad Saiful adalah petani kopi dari Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Ia telah menekuni dunia pertanian kopi selama enam tahun terakhir, meneruskan tradisi yang diwariskan dalam keluarganya sejak tahun 1990.

READ ALSO

Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi

Belajar Kepemimpinan dari Coach Fahmi: Pemimpin Berkarakter Fondasi Bangsa yang Tangguh

Sebelumnya sempat bekerja di sektor industri, tapi berbagai pengalaman hidup akhirnya membawanya kembali ke ladang kopi dan memutuskan untuk merawat perkebunan kopi milik keluarganya. “Saya sempat kerja di luar bidang kopi, tetapi kemudian kembali ke kopi,” kata dia saat diwawancarai pada Sabtu, 14 September 2024, di kebun miliknya.

Baca Juga: Pemkot Batu Ajak Petani Alih Komoditas Kopi Agar Tak Kerap Merugi

Menurutnya, pertanian kopi di Desa Sumbertangkil dimulai pada tahun 1990. Ketika lahan di wilayah ini beralih dari budidaya kakao ke tanaman kopi.

Ahmad terjun ke dunia pertanian kopi didorong oleh keinginan untuk melanjutkan usaha keluarga. Meski awalnya sempat ragu karena ingin mencari pengalaman di bidang lain. Kecintaan terhadap tanah kelahiran dan usaha turun-temurun membuatnya yakin untuk kembali.

Kopi robusta adalah jenis kopi yang banyak dibudidayakan di daerah Sumbertangkil, termasuk oleh Ahmad sendiri. Kondisi ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut sangat cocok untuk jenis kopi ini.

Ahmad memulai proses budidaya dengan menyemai biji kopi untuk bibit, yang memakan waktu sekitar 6 bulan hingga siap tanam. “Setelah bibit ditanam, tanaman kopi dirawat selama 1-2 tahun hingga siap untuk diokulasi, sebuah proses penting dalam budidaya kopi,” jelas dia.

Baca Juga: Petani di Wonosari Ditemukan Meninggal di Kebun Kopi

Ahmad menjelaskan beberapa tahapan yang dilakukan untuk merawat kopi, antara lain pembersihan rumput secara berkala setiap 4 bulan sekali.

Pemupukan dua kali setahun untuk memastikan tanaman memeroleh unsur hara yang cukup, pemangkasan dahan pasca panen, serta sortasi tunas untuk memastikan tanaman siap berbuah di tahun berikutnya.

Namun, tantangan terbesar dalam budidaya kopi adalah kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama saat tanaman kopi sedang berbunga. “Cuaca yang tidak mendukung, seperti hujan yang terus-menerus, dapat menyebabkan pembusukan bunga dan kegagalan pembentukan buah kopi,” kata dia.

Saat masa panen tiba, Ahmad menentukan buah kopi yang siap dipetik dengan memperhatikan warnanya. Umumnya, kopi yang siap dipanen berwarna merah, meskipun ada juga yang berwarna kuning.

Proses pasca panen masih dilakukan secara tradisional, yaitu dengan penjemuran di bawah sinar matahari setelah proses penggilingan. Dahulu, penggilingan dilakukan dengan alat manual dari papan kayu. “10 tahun belakangan, telah beralih menggunakan mesin giling yang lebih efisien,” paparnya.

Kualitas kopi yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh perawatan yang konsisten, terutama dalam hal pemupukan. Menurut Ahmad, pupuk yang digunakan harus mengandung unsur hara penting, seperti NPK (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium).

Hal ini sangat menentukan rasa kopi robusta yang dihasilkan, yang umumnya memiliki cita rasa sedikit asam dan pahit, meskipun bervariasi tergantung klon kopi yang ditanam.

Untuk pemasaran, hasil panen kopi dari perkebunan Ahmad umumnya dijual kepada pengepul atau tengkulak yang ada di desa. Meski sempat mencoba menjual produk kopi dalam bentuk bubuk, ia merasa tidak mampu bersaing dengan produk lain yang sudah mapan di pasaran. Oleh karena itu, ia kini lebih fokus pada penjualan biji kopi kepada pengepul.

Pertanian kopi di Desa Sumbertangkil telah membawa dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama dalam meningkatkan taraf hidup keluarga petani.

Selain itu, komunitas petani di desa ini kerap melakukan studi banding ke perkebunan kopi yang lebih maju untuk bertukar pengetahuan dan meningkatkan kualitas pertanian mereka. “Kelompok tani yang ada secara aktif saling mendukung untuk memajukan pertanian kopi di daerah mereka,” papar dia.

Namun, perubahan iklim menjadi salah satu tantangan yang dihadapi para petani kopi. Curah hujan yang tinggi ketika tanaman kopi sedang berbunga bisa menyebabkan pembusukan bunga, sehingga gagal menghasilkan buah.

Untuk menjaga keberlanjutan pertanian kopi, Ahmad menekankan pentingnya perawatan yang intensif, termasuk pemupukan berkala dan penanaman bibit kopi baru sebagai langkah adaptasi terhadap perubahan iklim.

Di masa mendatang, Ahmad berharap pertanian kopi di desanya bisa terus berkembang dan semakin modern. Salah satu inovasi yang ingin ia coba adalah metode penanaman kopi dengan sistem pagar, yang sudah banyak diterapkan di Brasil. “Metode ini diyakini akan mempermudah perawatan dan dapat meningkatkan hasil panen,” pungkasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Lutfa Putri Valentina (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: kabupaten malangKopi Lokal MalangKopi RobustaPetani Kopitirtoyudo

Related Posts

Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi
Insight

Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi

Jumat, 17 Jul 2026
Coach Fahmi berbagi pandangan tentang kepemimpinan berkarakter sebagai fondasi bangsa yang tangguh. /Foto: Dok.
Insight

Belajar Kepemimpinan dari Coach Fahmi: Pemimpin Berkarakter Fondasi Bangsa yang Tangguh

Rabu, 15 Jul 2026
Gastronom Malang
Insight

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Sabtu, 27 Jun 2026
Konsep Louisana style atau makan bar-bar seafood di Uniccrab Malang. Foto: Dok
Insight

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Rabu, 24 Jun 2026
Surya Burhanuddin (lima dari kiri) dan Sjenny Burhanuddin (empat dari kiri) melakukan potong kue di sela acara. Foto-foto: rubianto (tugumalang.id)
Insight

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Berlangsung Gayeng, Surya dan Sjenny Bisa jadi Role Model Anak Muda di Indonesia

Sabtu, 20 Jun 2026
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Senin, 8 Jun 2026
Next Post
Menu makanan khas Maulid Nabi yang ada di berbagai daerah sebagai tradisi menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. /Foto: Pixabay.com/Mufidpwt.

Unik! Ini 5 Menu Makanan Khas Maulid Nabi yang Ada di Berbagai Daerah

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.