Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Masyarakat Pelestari Lingkungan Identifikasi 302 Mata Air di Kota Batu

Redaksi by Redaksi
Juni 2, 2024 3:43 pm
in News
masyarakat pelestari lingkungan

Ekspedisi mata air oleh masyarakat pelestari lingkungan di Kota Batu. Foto: MKTI

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Masyarakat pelestari lingkungan hidup yang tergabung dalam Gerakan Kesadaran Terlibat dan Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli) berhasil mengidentifikasi jumlah ril mata air di Kota Batu, Jawa Timur. Jumlahnya bahkan mencapai 302 mata air.

Data hasil ekspedisi tersebut semakin melengkapi data mata air di Kota Batu yang telah terdokumentasi dalam Buku Inventarisasi Sumber Mata Air Wilayah Perhutani KPH Malang, cetakan ke-3 Tahun 2016.

READ ALSO

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumlah mata air tersebar baik di seluruh kawasan desa dan kelurahan, termasuk di kawasan hutan dengan berbagai nama lokal. Temuan jumlah itu lebih banyak dari data yang disampaikan Pemkot Batu selama ini hanya mendata sebanyak 157 mata air.

Baca Juga: Mengunjungi Arboretum, Mata Air Sungai Brantas yang Tak Pernah Mati

”Jumlah tersebut masih belum termasuk di 2 desa dan kelurahan yang belum disurvei seperti di Desa Oro-Oro Ombo dan Kelurahan Pesanggrahan,” ungkap Koordinator Ekspedisi Mata Air, Doddy Eko Wahyudi Minggu (2/6/2024).

Diketahui, kegiatan ekspedisi ini dilakukan sejak Oktober 2022 hingga Mei 2024. Dalam ekspedisi ini melibatkan relawan masyarakat dan perwakilan instansi Perum Jasa Tirta I, BBWS Brantas, TNI, Polri, PUPR, DLH, BPBD, dan PDAM Kota Batu.

Ekspedisi dilakukan untuk menjawab ketidaktahuan atau kesimpangsiuran data mata air yang selama ini diketahui masyarakat. Selama ini masyarakat Kota Batu sering mendengar pemberitaan jumlah mata air yang tersisa, namun jumlahnya tidak sama dengan mata air yang dikenal masyarakat.

”Tapi dari data awal di lapangan ini ternyata kok lebih banyak daripada yang diberitakan. Buktinya juga benar, bahkan ada lebih dari 300 titik mata air yang berhasil kami identifikasi,” ungkap Doddy.

Doddy berharap data yang berhasil terdokumentasi ini tidak hanya menjadi sekedar data. Merunut dari data inu diharapkan dapat ditindaklanjuti pihak-pihak berwenang. “Program pemantauan, evaluasi, pelestariannya diharapkan dapat lahir dari data mata air ini,” harapnya.

Ahmad Berlin atau akrab disapa Cak Mad Berlin, tokoh pelestari sungai di Kota Batu menambahkan dalam ekspedisi ini juga melakukan pendataan meliputi nama lokal dan data lokasi, perkiraan debit (liter/detik), status kepemilikan lahan, luasan, juru kunci/tokoh pemangku, periode keberadaan hingga asal buatan/alami.

”Termasuk juga mendata kegiatan pemanfaatan, kegiatan perlindungan, kegiatan adat budaya, aturan yang berlaku, flora dan fauna hingga rekomendasi program,” jelasnya.

Cak Mad Berlin berharap program pelestarian mata air di Kota Batu dapat berjalan. Jadi, tidak hanya sibuk memanfaatkan saja, tapi juga melestarikan.

Baca Juga: 4 Sumber Mata Air di Malang Selatan yang Bisa Dikunjungi Bareng Keluarga

“Penggunaan air tanah dapat dikendalikan dengan tegas agar tidak mengancam keberadaan mata air di Kota Batu sebagai daerah di hulu DAS Brantas,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Pokja Diklat dan Pemberdayaan Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) Jatim Bayu Sakti menuturkan apresiasi atas ekspedisi ini. Ia berharap upaya pelestarian mata air juga dapat dimasifkan.

”Tak hanya di titik mata air saja dan sekitarnya, ada juga daerah tangkapan atau imbuhan yang perlu dilestarikan, seperti daerah yang menjadi asal-usul air yang muncul di titik mata air karena itu juga jadi faktor utama lestarinya mata air,” ungkap Bayu.

Upaya pelestarian yang dapat dilakukan seperti menjaga kestabilan tanah, fungsi hutan dan lahan agar sesuai peran alaminya, mengurangi erosi dan kesuburan tanah. Menurut dia, penggunaan air tanah secara berlebihan juga dapat mengancam keberadaan mata air.

“Jangan sampai elevasi muka air tanah berada di bawah elevasi titik mata air, sehingga mata air dapat terus memunculkan air,” pesannya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: Masyarakat pelestari lingkungan hidupmata airmata air di kota batusabers pungliSapu bersi sampah nyemplung kali

Related Posts

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung
News

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

Jumat, 17 Jul 2026
7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
42dc89d5 Adcc 4908 8e53 0c98de78d5d8
News

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Kamis, 16 Jul 2026
Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq (baju coklat) berfoto bersama usai panen tebu bersama di Gondanglegi. Foto: Pemkab Malang
News

Wamenko Pangan Dorong Peningkatan Rendemen Tebu demi Capai Swasembada Gula

Kamis, 16 Jul 2026
Bawaslu Kabupaten Malang dan Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Perkuat Pengawasan Partisipatif
News

Bawaslu Kabupaten Malang dan Tugu Media Group Jalin Kerja Sama Perkuat Pengawasan Partisipatif

Kamis, 16 Jul 2026
Stadion
News

Stadion Kanjuruhan Lolos Verifikasi, Arema FC Siap Tuntaskan Catatan Minor

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Kota Batu

Ribuan Rider se-Indonesia Marakkan KWB 2 Stroke di Kota Batu

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.