MALANG, Tugumalang.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates Malang (Stasiun Geofisika Malang) mencatat sebanyak 7.562 gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya di sepanjang tahun 2025.
Di antara ribuan gempa bumi tersebut, sebanyak 41 di antaranya dapat dirasakan oleh warga. Gempa terbesar terjadi pada 30 September 2025 di Kabupaten Sumenep dengan kekuatan Magnitudo 6 yang dirasakan hingga Lombok dan Malang.
Baca Juga: Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Wilayah Kota Malang
Gempa terbesar kedua terjadi di barat daya Kabupaten Pacitan pada 27 Mei 2025 dengan kekuatan Magnitudo 5,4. Gempa ini dirasakan di daerah Nganjuk, Trenggalek, Malang, hingga Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta dengan skala intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity).

Gempa yang cukup besar dengan kekuatan Magnitudo 5,3 terjadi sebanyak dua kali pada 1 Februari 2025 di barat daya Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan 23 November 2025 di barat daya Kabupaten Blitar.
“Sebagian besar kejadian gempa bumi terjadi di laut dan tersebar di selatan Pulau Jawa. Sebagian lagi terjadi di darat,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Malang, Mamuri, Selasa (6/1/2025).
Gempa bumi yang terjadi di laut disebabkan subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Sedangkan gempa bumi yang terjadi di darat bisa disebabkan pergerakan patahan lokal di daerah tersebut atau karena dampak aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.
Baca Juga: BMKG Usulkan Tambakrejo Jadi Desa Siaga Tsunami Tingkat Internasional
“Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal,” ringkas Mamuri.
Ia menambahkan, gempa bumi paling banyak terekam pada bulan Juli yang mencapai 763 kejadian. Sedangkan jumlah gempa bumi paling rendah tercatat pada bulan Februari, yaitu 503 kejadian.
Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi terbagi menjadi dangkal, menengah, dan dalam. Sebanyak 6.120 gempa bumi yang terjadi masuk dalam kategori dangkal atau kurang dari 60 kilometer.
Kemudian sebanyak 1.426 gempa bumi masuk dalam kategori menengah, yakni kedalamannya di antara 60 kilometer hingga 300 kilometer. Sementara 16 kejadian masuk dalam kategori gempa bumi dalam atau lebih dari 300 kilometer.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























