Tugumalang.id – Puluhan warga binaan atau nara pidana (napi) di Lapas Kelas I Malang lolos sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang digelar di halaman Museum Pendjara Lowokwaru, Kota Malang, pada 5 Januari 2026. Kini, mereka akan menjalani asimilasi di bidang ketahanan pangan.
Rencananya, 21 napi yang lolos sidang TPP tersebut akan menjalankan program asimilasi di pusat pembinaan ketahanan pangan SAE LSIMA Ngajum yang merupakan kawasan pertanian Lapas Kelas I Malang.
Penempatan dilakukan secara terukur sesuai minat dan kemampuan napi pada berbagai bidang kegiatan. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan yang menjadi fokus pengembangan SAE LSIMA.
Baca Juga: 54 Napi Lapas Malang Diusulkan Dapat Remisi Natal 2025
Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji menegaskan bahwa Sidang TPP merupakan langkah strategis percepatan di awal tahun untuk mendukung program ketahanan pangan.
“Sidang TPP ini adalah percepatan awal tahun agar program ketahanan pangan di SAE LSIMA Ngajum dapat segera berjalan maksimal dengan dukungan sumber daya manusia yang siap,” ucapnya, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Tim Doktor Mengabdi UB Latih Eks-Napiter Jadi Barista
Ia menekankan bahwa SAE LSIMA Ngajum terus didorong menjadi pusat pembinaan yang produktif dan berdampak nyata bagi masyarakat luas. Keterlibatan napi dalam berbagai sektor di pusat ketahanan pangan itu juga menjadi sarana pembinaan kemandirian yang terarah.
“Kami ingin SAE tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat kontribusi nyata pemasyarakatan bagi ketahanan pangan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























