Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

WHO: 1,4 Miliar Orang Hidup dengan Hipertensi, Hanya 1 dari 5 yang Terkendali

Redaksi by Redaksi
September 26, 2025 2:18 pm
in Tugu Sehat
Ilustrasi/freepik

Ilustrasi/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

New York, Tugumalang.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis Laporan Hipertensi Global Kedua pada Sidang Umum PBB ke-80, Rabu lalu (24/9/2025), yang mengungkapkan bahwa 1,4 miliar orang di seluruh dunia hidup dengan hipertensi pada 2024. Ironisnya, hanya lebih dari satu dari lima penderita yang mampu mengendalikan tekanan darah tinggi mereka melalui pengobatan maupun upaya pencegahan.

Laporan yang disusun bersama WHO, Bloomberg Philanthropies, dan Resolve to Save Lives ini juga menunjukkan kesenjangan besar antarnegara. Hanya 28% negara berpenghasilan rendah melaporkan bahwa semua obat hipertensi yang direkomendasikan WHO tersedia di fasilitas kesehatan primer atau apotek, dibandingkan dengan 93% negara berpenghasilan tinggi.

READ ALSO

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Mengukur tekanan darah. foto/freepik

Hipertensi: Ancaman Global yang Dapat Dicegah

Hipertensi adalah penyebab utama serangan jantung, stroke, penyakit ginjal kronis, hingga demensia. WHO menegaskan penyakit ini dapat dicegah dan diobati, namun tanpa tindakan serius, jutaan orang berisiko meninggal lebih awal.

Beban ekonomi juga tidak kalah besar. Dari 2011–2025, penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi, diproyeksikan merugikan negara berpenghasilan rendah dan menengah hingga US$3,7 triliun, setara dengan 2% PDB gabungan mereka.

“Setiap jam, lebih dari 1.000 orang meninggal akibat komplikasi tekanan darah tinggi. Sebagian besar sebenarnya bisa dicegah,” ujar Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. “Dengan kemauan politik, investasi berkelanjutan, dan reformasi layanan kesehatan, kita bisa menyelamatkan jutaan nyawa.”

Baca juga: 6 Minuman Bisa Kurangi Kolesterol dan Hipertensi

Hambatan Global dalam Penanganan Hipertensi

Analisis WHO terhadap 195 negara menemukan bahwa 99 negara memiliki tingkat pengendalian hipertensi nasional di bawah 20%. Hambatan yang paling umum meliputi:

  • Rendahnya promosi kesehatan terkait gaya hidup (alkohol, rokok, kurang aktivitas fisik, konsumsi garam, lemak trans).

  • Akses terbatas ke alat ukur tekanan darah yang tervalidasi.

  • Kurangnya standar protokol perawatan serta tenaga medis terlatih.

  • Harga obat yang mahal dan rantai pasok yang tidak stabil.

  • Sistem informasi kesehatan yang lemah dalam memantau tren hipertensi.

Dr. Kelly Henning dari Bloomberg Philanthropies menekankan pentingnya kebijakan kuat. “Tekanan darah tinggi merenggut lebih dari 10 juta jiwa tiap tahun. Negara yang mengintegrasikan perawatan hipertensi ke dalam layanan kesehatan primer terbukti mampu menurunkan angka kematian.”

Akses Obat: Kunci Pencegahan Kematian Dini

WHO menegaskan bahwa obat antihipertensi termasuk salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling hemat biaya. Namun, ketersediaannya masih timpang.

“Obat yang aman dan efektif sebenarnya ada, tapi jutaan orang tidak bisa mengaksesnya,” kata Dr. Tom Frieden, Presiden & CEO Resolve to Save Lives. “Menutup kesenjangan ini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menghemat miliaran dolar tiap tahun.”

Baca juga: Inovasi Antihipertensi, Unisma Peringkat 3 Kategori Pengabdian kepada Masyarakat

Contoh Keberhasilan di Beberapa Negara

Meski menghadapi tantangan besar, sejumlah negara berhasil menunjukkan kemajuan:

  • Bangladesh: Pengendalian hipertensi meningkat dari 15% menjadi 56% (2019–2025) berkat integrasi layanan pengobatan hipertensi dalam paket layanan esensial dan penguatan skrining.

  • Filipina: Menerapkan paket teknis HEARTS WHO ke tingkat komunitas secara nasional.

  • Republik Korea: Memberlakukan biaya rendah untuk obat antihipertensi dan subsidi pasien, hingga mencapai tingkat pengendalian nasional sebesar 59% pada 2022.

Ajakan WHO: Integrasi ke Jaminan Kesehatan Nasional

WHO menyerukan semua negara untuk mengintegrasikan pengendalian hipertensi ke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jika rekomendasi WHO dijalankan, jutaan kematian dini bisa dicegah, sekaligus mengurangi kerugian ekonomi akibat hipertensi yang tidak terkendali.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: WHO
redaktur: jatmiko

 

Tags: Bloomberg PhilanthropiesDemensiahipertensi globalkesehatan dunialaporan hipertensi WHOobat hipertensipencegahan hipertensipengendalian tekanan darahpenyakit ginjal kronispenyakit kardiovaskularResolve to Save Livesserangan jantungstroketekanan darah tinggiWHO 2024

Related Posts

Hospital Penawar hadirkan paket skrining prostat berbiaya terjangkau bagi pasien asal Indonesia./Foto: Pinterest/Kimberly Getchell
Tugu Sehat

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Senin, 1 Jun 2026
Event INAS26
Tugu Sehat

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Jumat, 29 Mei 2026
Cara Aman Mengonsumsi Olahan Daging saat Idul Adha (Foto: Pexels)
Tugu Sehat

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Rabu, 27 Mei 2026
Black Mold
Tugu Sehat

Bahaya Black Mold di Rumah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 26 Mei 2026
Aqua Yoga
Tugu Sehat

Mengenal Aqua Yoga, Olahraga Air yang Bantu Relaksasi dan Kebugaran

Selasa, 26 Mei 2026
Para dokter spesialis dari Morula. (Foto/ist)
Tugu Sehat

10 Persen Pasangan Usia Subur di Malang Hadapi Persoalan Infertilitas, Morula Beber Faktornya

Senin, 25 Mei 2026
Next Post
Rekomendasi wisata di Ngajum, Kabupaten Malang yang menawarkan keindahan alam, udara sejuk, spot foto menarik, hingga aktivitas seru bersama keluarga. /Foto: Google Review Lembah Indah Malang

Rekomendasi Wisata di Ngajum Kabupaten Malang: Jelajahi Destinasi Menawan!

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.