Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

WHO: 1,4 Miliar Orang Hidup dengan Hipertensi, Hanya 1 dari 5 yang Terkendali

Redaksi by Redaksi
September 26, 2025 2:18 pm
in Tugu Sehat
Ilustrasi/freepik

Ilustrasi/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

New York, Tugumalang.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis Laporan Hipertensi Global Kedua pada Sidang Umum PBB ke-80, Rabu lalu (24/9/2025), yang mengungkapkan bahwa 1,4 miliar orang di seluruh dunia hidup dengan hipertensi pada 2024. Ironisnya, hanya lebih dari satu dari lima penderita yang mampu mengendalikan tekanan darah tinggi mereka melalui pengobatan maupun upaya pencegahan.

Laporan yang disusun bersama WHO, Bloomberg Philanthropies, dan Resolve to Save Lives ini juga menunjukkan kesenjangan besar antarnegara. Hanya 28% negara berpenghasilan rendah melaporkan bahwa semua obat hipertensi yang direkomendasikan WHO tersedia di fasilitas kesehatan primer atau apotek, dibandingkan dengan 93% negara berpenghasilan tinggi.

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Mengukur tekanan darah. foto/freepik

Hipertensi: Ancaman Global yang Dapat Dicegah

Hipertensi adalah penyebab utama serangan jantung, stroke, penyakit ginjal kronis, hingga demensia. WHO menegaskan penyakit ini dapat dicegah dan diobati, namun tanpa tindakan serius, jutaan orang berisiko meninggal lebih awal.

Beban ekonomi juga tidak kalah besar. Dari 2011–2025, penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi, diproyeksikan merugikan negara berpenghasilan rendah dan menengah hingga US$3,7 triliun, setara dengan 2% PDB gabungan mereka.

“Setiap jam, lebih dari 1.000 orang meninggal akibat komplikasi tekanan darah tinggi. Sebagian besar sebenarnya bisa dicegah,” ujar Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. “Dengan kemauan politik, investasi berkelanjutan, dan reformasi layanan kesehatan, kita bisa menyelamatkan jutaan nyawa.”

Baca juga: 6 Minuman Bisa Kurangi Kolesterol dan Hipertensi

Hambatan Global dalam Penanganan Hipertensi

Analisis WHO terhadap 195 negara menemukan bahwa 99 negara memiliki tingkat pengendalian hipertensi nasional di bawah 20%. Hambatan yang paling umum meliputi:

  • Rendahnya promosi kesehatan terkait gaya hidup (alkohol, rokok, kurang aktivitas fisik, konsumsi garam, lemak trans).

  • Akses terbatas ke alat ukur tekanan darah yang tervalidasi.

  • Kurangnya standar protokol perawatan serta tenaga medis terlatih.

  • Harga obat yang mahal dan rantai pasok yang tidak stabil.

  • Sistem informasi kesehatan yang lemah dalam memantau tren hipertensi.

Dr. Kelly Henning dari Bloomberg Philanthropies menekankan pentingnya kebijakan kuat. “Tekanan darah tinggi merenggut lebih dari 10 juta jiwa tiap tahun. Negara yang mengintegrasikan perawatan hipertensi ke dalam layanan kesehatan primer terbukti mampu menurunkan angka kematian.”

Akses Obat: Kunci Pencegahan Kematian Dini

WHO menegaskan bahwa obat antihipertensi termasuk salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling hemat biaya. Namun, ketersediaannya masih timpang.

“Obat yang aman dan efektif sebenarnya ada, tapi jutaan orang tidak bisa mengaksesnya,” kata Dr. Tom Frieden, Presiden & CEO Resolve to Save Lives. “Menutup kesenjangan ini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menghemat miliaran dolar tiap tahun.”

Baca juga: Inovasi Antihipertensi, Unisma Peringkat 3 Kategori Pengabdian kepada Masyarakat

Contoh Keberhasilan di Beberapa Negara

Meski menghadapi tantangan besar, sejumlah negara berhasil menunjukkan kemajuan:

  • Bangladesh: Pengendalian hipertensi meningkat dari 15% menjadi 56% (2019–2025) berkat integrasi layanan pengobatan hipertensi dalam paket layanan esensial dan penguatan skrining.

  • Filipina: Menerapkan paket teknis HEARTS WHO ke tingkat komunitas secara nasional.

  • Republik Korea: Memberlakukan biaya rendah untuk obat antihipertensi dan subsidi pasien, hingga mencapai tingkat pengendalian nasional sebesar 59% pada 2022.

Ajakan WHO: Integrasi ke Jaminan Kesehatan Nasional

WHO menyerukan semua negara untuk mengintegrasikan pengendalian hipertensi ke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jika rekomendasi WHO dijalankan, jutaan kematian dini bisa dicegah, sekaligus mengurangi kerugian ekonomi akibat hipertensi yang tidak terkendali.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: WHO
redaktur: jatmiko

 

Tags: Bloomberg PhilanthropiesDemensiahipertensi globalkesehatan dunialaporan hipertensi WHOobat hipertensipencegahan hipertensipengendalian tekanan darahpenyakit ginjal kronispenyakit kardiovaskularResolve to Save Livesserangan jantungstroketekanan darah tinggiWHO 2024

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Rekomendasi wisata di Ngajum, Kabupaten Malang yang menawarkan keindahan alam, udara sejuk, spot foto menarik, hingga aktivitas seru bersama keluarga. /Foto: Google Review Lembah Indah Malang

Rekomendasi Wisata di Ngajum Kabupaten Malang: Jelajahi Destinasi Menawan!

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.