Malang, Tugumalang.id – Di era modern yang serba cepat dan penuh tekanan, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan memang meningkat. Namun ironisnya, gaya hidup masa kini justru menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus penyakit kronis di berbagai kalangan, termasuk usia muda.
Penyakit kronis adalah gangguan kesehatan yang berkembang perlahan dan berlangsung dalam jangka panjang, bahkan bisa seumur hidup. Berbeda dengan penyakit akut yang bisa sembuh dalam waktu singkat, penyakit kronis membutuhkan perawatan jangka panjang dan kontrol medis yang berkesinambungan.
Hal ini ditegaskan oleh dr. Said Umargono Sosrohandoyo, Sp.PD, FINASIM, dari Hermina Hospitals. Ia menyebut bahwa penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal, dan penyakit jantung memerlukan pengelolaan seumur hidup.
Baca juga: Cegah Risiko Penyakit Kronis, BPJS Kesehatan Ajak Peserta Lakukan Skrining Kesehatan
“Penyakit kronis merupakan kondisi yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Jika tidak ditangani dengan baik, dampaknya bisa fatal,” ujar dr. Said dikutip dari laman resmi Hermina Hospitals, Rabu (9/7/2025).
Penyakit Kronis Jadi Pembunuh Nomor Satu di Dunia
Data global menunjukkan bahwa penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) menjadi penyebab utama kematian di dunia. Mengerikannya lagi, penyakit ini kini tak hanya mengintai lansia, tetapi juga menyasar anak muda akibat pola hidup tidak sehat.
Menurut dr. Said, banyak masyarakat belum menyadari gejala awal yang cenderung samar. Padahal, semakin dini gejala dikenali, semakin besar peluang untuk mengendalikan kondisi tersebut.
“Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa gejala awal sering kali muncul perlahan dan tanpa keluhan yang jelas. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk memperbesar peluang kesembuhan,” jelasnya.
Kenali Faktor Pemicu Penyakit Kronis
Agar masyarakat lebih waspada, penting untuk mengetahui faktor-faktor penyebab penyakit kronis. Berikut beberapa di antaranya:
1. Gaya Hidup Tidak Sehat
Pola makan buruk: Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam serta rendah serat dapat memicu diabetes, hipertensi, dan jantung.
Kurang olahraga: Gaya hidup sedentari menyebabkan obesitas dan gangguan metabolisme.
Merokok dan alkohol: Kebiasaan ini meningkatkan risiko kanker, jantung, dan gangguan paru-paru.
2. Faktor Lingkungan
Polusi udara dan asap rokok: Meningkatkan risiko penyakit paru kronis dan kanker.
Paparan bahan kimia berbahaya: Termasuk pestisida dan zat karsinogenik yang memicu mutasi sel.
3. Faktor Genetik dan Usia
Riwayat keluarga: Penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan kanker seringkali diturunkan secara genetik.
Penuaan: Seiring bertambah usia, risiko penyakit kronis meningkat. Namun, usia muda tetap tidak bebas risiko.
4. Stres Berkepanjangan
Stres yang tidak terkelola dapat menyebabkan gangguan hormonal dan memperparah kondisi tubuh, sehingga memicu penyakit kronis.
5. Gizi Buruk
Kekurangan atau kelebihan nutrisi, serta pola makan tidak seimbang, turut meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga diabetes.
Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit kronis:
Terapkan pola makan sehat dan seimbang
Rutin berolahraga minimal 30 menit per hari
Hindari rokok dan alkohol
Kendalikan stres melalui aktivitas positif
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
Pentingnya Perubahan Gaya Hidup
Penyakit kronis dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta mengelola stres dengan baik.
Selain itu, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat dianjurkan agar penyakit kronis dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra





























