Senin, Juni 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Waspada Nyamuk Anopheles Penyebab Malaria Mematikan

Redaksi by Redaksi
Juli 13, 2023 9:10 am
in Tugu Sehat
Ilustrasi Waspada Gigitan Nyamuk Berbahaya (Ilustrasi/Pinterest @ehow)

Ilustrasi Waspada Gigitan Nyamuk Berbahaya (Ilustrasi/Pinterest @ehow)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, tugumalang.id – Dalam beberapa hari terakhir, muncul kasus malaria yang signifikan telah terjadi hingga menyebabkan korban jiwa. Hal tersebut menimpa pada seorang prajurit TNI yang meninggal dunia akibat digigit nyamuk anopheles saat bertugas di hutan Papua.

Nyamuk Anopheles adalah spesies nyamuk yang dapat mentransmisikan parasit Plasmodium yang berkembang biak melalui gigitannya ke tubuh manusia. Parasit akan ditularkan pada manusia sebelum akhirnya menyebabkan infeksi dan merusak sel darah merah di dalam tubuh. Hal ini kemudian menyebabkan penyakit malaria yang dapat berakibat fatal jika tidak diobati dengan cepat dan tepat.

READ ALSO

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Nyamuk anopheles yang dapat menularkan penyakit malaria ini adalah anopheles betina. Mereka menggigit manusia karena memerlukan darah (protein) untuk mematangkan telur-telurnya. Nyamuk ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Perkembangbiakkan nyamuk anopheles paling banyak terjadi saat dan sesudah musim hujan atau di daerah yang memiliki kelembapan tinggi di atas 60%.

Dilansir dari CDC, ciri-cirinya adalah memiliki posisi badan menukik sekitar 45 derajat dengan bagian kepala yang lebih rendah dari posisi abdomen dan aktif pada saat senja hingga subuh dini hari. Dengan mengandalkan faktor suhu dan kelembapan, umur hidup nyamuk Anopheles juga tergantung pada tingkat kesulitan yang dimiliki untuk mendapatkan sumber makanan. Biasanya umur hidupnya sekitar 1 sampai 2 minggu atau bahkan hingga 1 bulan.

Selain malaria, nyamuk Anopheles juga mampu menyebabkan infeksi seperti arbovirus yang disebabkan berbagai virus yang dibawa oleh makhluk arthropoda. Hingga Filariasis yang merupakan infeksi kelenjar getah bening disebabkan oleh cacing filaria. Hal inilah yang menyebabkan tingkat kematian akbiat gigitan nyamuk Anopheles semakin tinggi.

Oleh karena itu, kamu harus mengenali gejala malaria yang harus diwaspadai. Umumnya gejala tersebut tidak akan langsung muncul ketika seseorang setelah terkena gititan. Namun, dapat dilihat jika imunitas tubuh seseorang sangat baik, kemungkinan terinfeksi malaria menjadi lebih kecil. Sedangkan, bagi seseorang dengan imunitas yang kurang, maka gejala malaria biasanya muncul 7-10 hari setelah gigitan nyamuk tersebut.

Beberapa gejala yang harus diwaspadai adalah anemia atau kurang darah, sakit kepala, tubuh kelelahan, demam tinggi, menggigil, diare dan nyeri otot, mual dan muntah, hingga mengeluarkan banyak keringat. Apabila seseorang mengalami gejala-gejala tersebut setelah terpapar gigitan nyamuk, penting untuk segera mencari bantuan medis dan melakukan tes darah untuk memastikan diagnosis. Jika dibiarkan, malaria bisa menyebabkan penyakit kuning hingga berujung pada kematian.

BACA JUGA: Waspadai DBD, Dinkes Kota Malang Bakal Sebar Obat Pemberantas Jentik Nyamuk

Setelah kamu mengenali nyamuk anopheles dan gejala yang diakibatkan, kamu tentunya juga perlu mengetahui cara pencegahan terjadinya penyakit karena gigitan nyamuk. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu:

1. Penting bagi kamu untuk menghilangkan tempat-tempat berkembangbiak nyamuk dengan cara mengeringkan genangan air, membuang wadah yang tidak terpakai, menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air untuk pemberantasan nyamuk.
2. Mengenakan pakaian yang menutupi tubuh untuk membantu melindungi diri dari gigitan nyamuk yang berpotensi membawa parasit malaria.
3. Membatasi aktivitas di luar rumah saat hari sudah gelap, yang merupakan saat nyamuk aktif bergerak.
4. Rutin melakukan fogging dan penyemprotan insektisida di area yang rentan menjadi sarang nyamuk.
5. Memasang kawat nyamuk di jendela atau menggunakan kelambu saat tidur.
6. Menggunakan losion penangkal nyamuk yang mengandung DEET atau picaridin.

Selain itu, untuk mencegah penularan penyakit oleh jenis nyamuk tertentu maka cara pencegahan diatas saja tidak akan cukup. Kamu juga perlu tindakan lainnya seperti mendapatkan vaksin malaria. Ketika mengalami gejala tertentu, segeralah mencari bantuan medis agar bisa segera mendapatkan perawatan yang tepat. Dalam menghadapi ancaman malaria, kesadaran dan tindakan bersama menjadi kunci utamanya.

Kamu harus tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan metode perlindungan diri yang tepat untuk tetap waspada pada nyamuk Anopheles yang berbahaya ini. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat dan kesadaran yang tinggi, maka kita dapat mengatasi dan mencegah penyebaran penyakit tersebut. Jadi, tetaplah waspada dan senantiasa lindungi diri!!!.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Penulis: Efryca Ayu Nabella
editor: jatmiko

Tags: hutan papuaNyamuk Anophelesnyamuk malariaparasi plasmodium

Related Posts

Hospital Penawar hadirkan paket skrining prostat berbiaya terjangkau bagi pasien asal Indonesia./Foto: Pinterest/Kimberly Getchell
Tugu Sehat

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Senin, 1 Jun 2026
Event INAS26
Tugu Sehat

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Jumat, 29 Mei 2026
Cara Aman Mengonsumsi Olahan Daging saat Idul Adha (Foto: Pexels)
Tugu Sehat

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Rabu, 27 Mei 2026
Black Mold
Tugu Sehat

Bahaya Black Mold di Rumah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 26 Mei 2026
Aqua Yoga
Tugu Sehat

Mengenal Aqua Yoga, Olahraga Air yang Bantu Relaksasi dan Kebugaran

Selasa, 26 Mei 2026
Para dokter spesialis dari Morula. (Foto/ist)
Tugu Sehat

10 Persen Pasangan Usia Subur di Malang Hadapi Persoalan Infertilitas, Morula Beber Faktornya

Senin, 25 Mei 2026
Next Post
Serupa tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Anoreksia dan Bulimia

Serupa tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Anoreksia dan Bulimia

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.