Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Waspadai DBD, Dinkes Kota Malang Bakal Sebar Obat Pemberantas Jentik Nyamuk

Redaksi by Redaksi
Januari 10, 2023 3:50 pm
in Peristiwa
DBD,Demam berdarah,Kota Malang - Waspadai DBD, Dinkes Kota Malang Bakal Sebar Obat Pemberantas Jentik Nyamuk

Ilustrasi. Foto/pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur, bakal melakukan upaya pencegahan merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di 2023. Salah satunya dengan memberikan obat-obatan pemberantas jentik nyamuk aedes aegypti.

Pasalnya, Dinkes Kota Malang mencatat terdapat 560 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2022 lalu. Bahkan dari jumlah kasus itu, tercatat 7 kasus kematian akibat terserang DBD.

READ ALSO

Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

“Kemarin di 2022, di Kota Malang ada 560 kasus DBD. Kematiannya 7 kasus,” kata Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, Selasa (10/1/2023).

Menurutnya, kasus DBD perlu diwaspadai meski angka kematian tersebut masih terbilang rendah. Untuk itu, saat ini pihaknya mulai menyebar obat-obatan pemberantas jentik nyamuk untuk mengantisipasi perebakan wabah DBD di 2023 ini.

Menurutnya, obat-obatan itu diharapkan mampu mencegah kembang biak nyamuk aedes aegypti. Sebab menurutnya, langkah paling efektif dalam menekan wabah DBD adalah memberantas sarang nyamuk.

“Paling efisien dan efektif ya pemberantasan sarang nyamuk. Kami sudah bagikan obat-obat untuk jentik-jentik berupa abate lewat Puskesmas. Nanti akan diteruskan lewat RT/RW,” jelasnya.

Husnul mengatakan bahwa perkembangan kasus DBD pada umumnya terjadi pada bulan tertentu. Dia menyebut bahwa puncak wabah DBD biasanya terjadi pada bulan Maret dan April.

“Bulan-bulan tertentu memang harus diwaspadai. Ini yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat. Puncaknya itu di antara bulan Maret dan April,” ujarnya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tidak ada genangan air yang bisa berpotensi menjadi sarang atau perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

“Mari jaga lingkungan, DBD ini adalah kasus tiap tahun yang penyebabnya biasanya adanya genangan yang menjadi perindukan nyamuk. Jika ada genangan air segera dibersihkan,” tuturnya.

“Jika genangan tidak ada, bukan berarti bibit nyamuk tidak ada. Ketika tinggal nyamuk yang dewasa, maka hindari menggantung baju terlalu lama,” imbuhnya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk mencegah DBD dengan melakukan 3M plus, yakni Menutup dan Menguras tempat penampungan air serta Memanfaatkan atau Mendaur ulang barang bekas.

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: DBDdemam berdarahdemam berdarah denguekota malangNyamuk Aedes Aegypti

Related Posts

Ekonomi hijau - Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang
Peristiwa

Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang

Jumat, 16 Okt 2026
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat sidak di SPBU Mergan (M Sholeh)
Peristiwa

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

Jumat, 16 Okt 2026
Wali Kota Batu Nurochman beserta jajaran saat ziarah makam Mbah Batu jelang HUT Kota Batu ke-25. Foto: Dok.
Peristiwa

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Rabu, 14 Okt 2026
Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Next Post
Rektor Unisma, Prof Maskuri MSi.

Unisma Siap Menyongsong Entrepreneur University Tahun 2023

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.