Selasa, Juli 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Waspada! Masih Ada Potensi Banjir Bandang

Redaksi by Redaksi
November 12, 2021 2:36 pm
in Berita
Lahan terdampak banjir bandang di Kota Batu. Foto: Ulul Azmy

Lahan terdampak banjir bandang di Kota Batu. Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Warga Kota Batu diminta untuk waspada mengingat masih ada potensi terjadinya banjir bandang. Seperti diketahui, banjir bandang terjadi karena kombinasi beberapa faktor penyebab. Namun yang paling berkontribusi adalah adanya perubahan tata lahan di bagian hulu sungai.

Berdasarkan hasil penelusuran Perum Jasa Tirta (PJT) I menggunakan drone, ada tiga titik di kawasan hulu Sungai Brantas yang semula adalah hutan lindung berubah menjadi lahan terbuka alias gundul. Tiga titik itu seperti di Pusung Lading, Alas Pengking, dan Sumbergondo.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Dirut PJT I, Raymond Valiant Ruritan menyimpulkan bahwa penggundulan hutan ini berperan besar dalam terjadinya banjir bandang karena minimnya tutupan lahan yang ada. Kondisi itu memungkinkan erosi tanah di sana terjadi sejak lama hingga sedimennya mengendap dan terbawa aliran air hujan dengan intensitas tinggi.

Dirut PJT I, Raymond Valiant Ruritan. Foto: Ulul Azmy

”Di Pusung Lading itu hutan tidak lagi rapat. Di Alas Pengking bawahnya itu kami melihat pemanfaatan lahan di kanan kiri aliran sungai. Curah hujan juga adalah faktor, tapi bukan yang utama,” kata dia, pada Jumat (12/11/2021).

Raymond menyebutkan bahwa perubahan tata lahan di sejumlah titik di kawasan hulu digunakan untuk pemanfaatan lahan non-lindung. Khususnya paling masif ada di Pusung Lading dan Glagah Wangi yang beralih fungsi menjadi kawasan pertanian.

Dia menjelaskan, kondisi gundulnya kawasan tersebut membuat aliran air tidak bisa diresapkan ke tanah sehingga masuk ke sungai dengan membawa sedimentasi dan sampah hutan. Akhirnya, aliran air tersumbat kemudian tidak sanggup menampung aliran air hingga kemudian meluap dan menjadi air bah.

Raymond menambahkan, alih fungsi lahan di hulu Sungai Brantas ini cukup masif. Jika diperkirakan, saat ini jumlah tutupan lahan atau vegetasi alami di sepanjang Sungai Brantas tersisa 19-25 persen. Padahal, idealnya harus lebih dari 30 persen.

Sebab itu, dia mengimbau agar kewaspadaan terus hinggap di benak masyarakat. Mengingat proses untuk melakukan rehabilitasi sudah terlambat alias membutuhkan waktu panjang yang tidak mungkin dilakukan sekarang.

”Misal mau lakukan penanaman sekarangkan sudah terlambat ya, sedang musim hujan dan tidak tahu apa bisa bertahan. Saya kira yang penting sekarang adalah kewaspadaan,” tegasnya.

“Untuk penamanan dan lain-lain saya kira perlu diprogramkan dalam jangka waktu panjang secara bertahap. Lalu perubahan tata lahan juga sebaiknya dikurangi,” tandasnya.

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Tags: Banjir Bandang Kota Batubatuwaspada

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Waspada Ancaman Varian Baru Virus Corona di Libur Akhir Tahun 2021

Waspada Ancaman Varian Baru Virus Corona di Libur Akhir Tahun 2021

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.