Tugumalang.id – Cacing gelang atau ascaris lumbricoides merupakan parasit usus yang sering dijumpai di wilayah tropis. Infeksi dapat menimbulkan masalah kesehatan serius, terutama pada anak-anak.
Artikel ini membahas empat aspek utama terkait cacing gelang, yaitu penularan, gejala, pencegahan, serta dampaknya bagi kesehatan.
Cacing gelang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. WHO memperkirakan ratusan juta orang di dunia terinfeksi setiap tahun, dengan angka tertinggi di negara-negara berkembang (StatPearls, 2023).
Baca Juga: Kampanyekan Kesehatan Mental di Kota Malang, Indonesia Sehat Jiwa Bongkar Cara Atasi Overthinking
Di Indonesia, prevalensi cacing gelang masih cukup tinggi. Berdasarkan penelitian Media Analis Kesehatan tahun 2025, di Sulawesi Selatan menunjukkan angka 30,7 persen anak usia sekolah terjangkit cacing tersebut.
1. Cara Penularan
Penularan cacing gelang terjadi melalui makanan, minuman, atau tangan yang terkontaminasi telur cacing. Telur biasanya terdapat pada tanah atau sayuran yang tercemar tinja manusia.
Baca Juga: Kemenko PM Turun Gunung Sukseskan Program Nasional Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Malang
Menurut Mayo Clinic (2023), setelah tertelan, telur menetas di usus, lalu larva bermigrasi ke paru-paru sebelum kembali ke usus untuk tumbuh menjadi cacing dewasa. Faktor risiko meliputi sanitasi buruk, kebiasaan tidak mencuci tangan, dan konsumsi sayuran mentah (StatPearls, 2023).
2. Gejala Infeksi
Manifestasi klinis cacing gelang sangat bergantung pada jumlah cacing di dalam tubuh. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di PubMed tahun 2009, gejala yang sering muncul antara lain nyeri perut.
Perut terasa penuh atau kembung, menurunnya nafsu makan, serta kesulitan dalam peningkatan berat badan. Infeksi kronis dapat berkontribusi pada malnutrisi dan hambatan pertumbuhan anak.
3. Pencegahan
Upaya pencegahan infeksi cacing gelang mencakup pendekatan perilaku dan lingkungan. Menurut StatPearls (2023), langkah penting meliputi:
– Membersihkan tangan menggunakan sabun sebelum makan serta sesudah buang air besar.
– Memasak makanan hingga matang serta mencuci buah dan sayuran dengan bersih.
– Mengonsumsi air bersih yang terjamin kualitasnya.
– Melaksanakan program pemberian obat cacing massal di daerah endemis.
4. Kasus Parah dan Implikasi Kesehatan
Pada infeksi berat, askariasis dapat menyebabkan komplikasi serius. Menurut Mayo Clinic (2023), cacing dewasa dapat keluar melalui mulut atau hidung, selain itu dapat terjadi obstruksi usus yang berakibat fatal bila tidak ditangani.
Penelitian Media Analis Kesehatan (2025) juga menunjukkan adanya hubungan signifikan antara askariasis dengan status gizi buruk pada anak.
Infeksi Ascaris lumbricoides atau biasa dikenal dengan cacing gelang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Empat aspek utama yang perlu diperhatikan adalah: (1) penularan melalui makanan dan minuman tercemar, (2) gejala klinis yang memengaruhi status gizi, (3) pencegahan dengan PHBS, sanitasi, dan obat cacing massal, serta (4) dampak serius pada kasus berat. Upaya komprehensif berbasis edukasi, sanitasi, dan intervensi medis sangat diperlukan untuk menurunkan prevalensi cacing gelang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Lailatul Hikmah A. (Magang)
Editor: Herlianto. A
























