Malang, Tugumalang.id – Pagar pembatas sekaligus pot bunga di area tepi rooftop Pasar Besar Kota Malang mengalami retakan dan berpotensi roboh. Demi menjaga keamanan pedagang serta pengunjung, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turun langsung membongkar pagar tersebut pada Selasa (21/4/2026).
Pembongkaran melibatkan petugas dari BPBD, DLH, DPUPR-PKP, hingga Diskopindag Kota Malang. Panjang pagar yang dibongkar diperkirakan mencapai sekitar 50 meter. Sejumlah perlengkapan pengamanan reruntuhan juga dipasang agar proses pembongkaran tidak membahayakan pengendara maupun masyarakat yang berada di bawah area rooftop.
“Hari ini kami laksanakan eksekusi pembongkaran pagar dan pot yang ada di lantai 3 ini,” kata Wahyu.
Retakan Besar Dinilai Berisiko Ambrol

Ia menegaskan, langkah pembongkaran dilakukan sebagai tindak lanjut atas kondisi konstruksi pagar yang dikhawatirkan pedagang dan masyarakat. Retakan besar disebut sudah muncul dan berpotensi menyebabkan pagar ambrol.
Baca juga: Wali Kota Malang Panen Raya Cabai dan Salurkan Bantuan Alat Tani untuk Jaga Produktivitas
Menurutnya, pembongkaran pagar pembatas dan pot bunga tersebut juga merupakan rekomendasi hasil uji konstruksi yang dilakukan DPUPR-PKP Kota Malang.
“Jadi rekomendasinya tidak hanya pot yang harus dibongkar, tetapi juga pagar karena sudah ada konstruksi yang terputus. Ini dikhawatirkan nanti berpotensi ambrol,” ungkapnya.
Pembongkaran Berat Dilakukan Malam Hari
Wahyu memastikan proses pembongkaran dilakukan secara hati-hati. Pada siang hari, pengerjaan difokuskan untuk membongkar konstruksi ringan. Sementara material berat dan berisiko tinggi dijadwalkan dieksekusi pada malam hari.
“Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, meski di bawah sudah dijaga, tetap waspada. Malam hari kan sedikit kosong, tidak ada orang berjualan, tidak ada pembeli juga. Jadi sekarang membongkar yang ringan-ringan, yang agak berat nanti akan dilakukan malam hari,” urainya.
Baca juga: Wali Kota Malang Tagih Janji Pedagang, Relokasi Pasar Gadang Dikebut
Ia berharap proses pembongkaran dapat segera rampung sehingga pedagang yang berada di area bawah konstruksi tersebut bisa kembali beraktivitas normal.
Terpantau, seluruh lapak di bawah pagar retak telah ditutup sementara. Jaring dan terpal pengaman reruntuhan material juga dipasang berlapis. Selain itu, petugas berjaga untuk memastikan tidak ada pengunjung melintas di kawasan rawan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko


















