MALANG – Vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Malang telah dilaksanakan selama seminggu terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Arbani Mukti Wibowo menyatakan bahwa vaksinasi anak-anak telah mencapai 31 persen dari target yang ditetapkan oleh Komisi Penganganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
“Target vaksinasi anak dari KPCPEN itu 235.000. Jika dibuat prosentase, saat ini kami sudah dapat 31 persen,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa target dari Dinas Pendidikan sedikit berbeda, yakni 250.000 anak.
Menurut Arbani, pelaksanaan vaksinasi anak saat ini tidak menemui kendala yang berarti. “Sementara belum ada kendala,” katanya.
Arbani kemudian menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksin berjalan relatif lancar karena 93 persen anak-anak yang divaksin dikoordinasi langsung oleh sekolah.

Sementara itu, 7 persen sisanya merupakan anak-anak yang tidak sekolah. Mereka akan dikunjungi oleh Dinas Kesehatan ke alamat masing-masing untuk divaksin.
Sejauh ini, kendala ijin orang tua juga belum ditemukan. Namun jika sampai ada orang tua yang tidak mengijinkan anaknya untuk divaksin, pemerintah akan melakukan persuasi.
“Kami akan lakukan persuasi melalui edukasi, kami tidak akan memaksa. Jika memang tidak tembus, kami tidak akan melakukannya,” jelas Arbani.
Keluhan mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) untuk vaksin anak-anak ini juga belum ditemukan.
Sebagai informasi, anak-anak di Kabupaten Malang divaksin menggunakan vaksin jenis Sinovac dengan dosis yang sama seperti orang dewasa.
Pelaksanaan vaksinasi ini diprediksi akan berlangsung dengan cepat. “Harapannya di akhir minggu ini, sudah ada 70 persen anak yang menerima vaksin,” pungkas Arbani.
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Jatmiko





























