Tugumalang.id – UNESCO secara resmi menobatkan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia di bidang Media Arts. Kini, Malang resmi menjadi bagian dari jaringan Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO Creative City Network (UCCN).
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay pada peringatan World Cities Day 2025. Selain Kota Malang, UNESCO juga menobatkan Ponorogo sebagai Kota Kreatif bidang Crafts and Folk Art.
Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO di Paris, Satrya Wibawa menegaskan bahwa pengakuan terhadap Kota Malang dan Ponorogo menunjukkan bahwa ekosistem kreatif di Indonesia telah tumbuh merata, tak hanya di kota kota besar.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Desak Percepatan Proyek Drainase Suhat yang Berdampak ke Usaha Warga
“Ini membuktikan bahwa kreativitas Indonesia tumbuh kuat di daerah yang memiliki akar budaya, inovasi digital, dan energi kolaborasi yang luar biasa,” ungkapnya.
Satrya menjelaskan, status Kota Kreatif UNESCO bukan sekadar penghargaan. Tetapi mandat untuk memperkuat kerja sama internasional melalui program, festival, riset hingga jejaring kreatif lintas negara.
Sebagai Kota Media Arts, Malang akan memiliki kesempatan luas untuk berkolaborasi dengan kota kota kreatif di dunia seperti Changsha (Tiongkok) dan Gwangju (Korea Selatan).
Baca Juga: Penyertaan Modal Senilai Rp 35 Milyar Disiapkan, DPRD Kota Malang Desak Tugu Arta Berbenah
Kolaborasi itu diharapkan memperkaya pertukaran praktik terbaik dalam pengembangan industri kreatif digital berbasis kearifan lokal dan inovasi teknologi.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa predikat Kota Kreatif Dunia menegaskan posisi Kota Malang sebagai kota kreatif dengan ekosistem digital dan seni yang dinamis.
“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Kota Malang. Predikat ini adalah buah kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, komunitas, akademisi, sektor swasta, dan media yang bersama sama membangun ekosistem kreatif di Kota Malang,” ucapnya.
Wahyu mengaku telah menerima surat resmi dari UNESCO. Dalam surat itu, kata Wahyu, Malang dinilai memiliki kapasitas kuat dalam pengembangan Media Arts. Meliputi gim, animasi, digital storytelling, makerspace, dukungan aktif dari universitas dan pelaku ekonomi kreatif muda.
“Penetapan ini menjadi kado istimewa sekaligus momentum memperkuat posisi Malang sebagai pusat kreativitas nasional sekaligus kota dengan daya saing global,” imbuhnya.
Menurutnya, Kota Malang memang berfokus pada pengembangan ekosistem seni digital, perluasan akses budaya berbasis teknologi, serta program pembinaan bagi seniman muda.
Selain di bidang ekonomi kreatif, Malang juga terus berbenah dalam pembangunan fisik dan tata kota. Wahyu menyinggung rekomendasi Kementerian Pekerjaan Umum PUPR yang mengusulkan Malang sebagai salah satu kandidat kota metropolitan yang masuk dalam rancangan 50 Kota Prioritas 2025-2029.
“Status ini akan memperkuat sinergi antara pembangunan fisik dan penguatan sektor kreatif yang menjadi penggerak ekonomi baru di Kota Malang,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























