Tugumalang.id – Alun-alun Merdeka Kota Malang resmi dibuka usai direvitalisasi pada Rabu (28/1/2026). Namun toilet di Alun-alun ini justru mendapat sorotan warganet di media sosial lantaran berbayar.
Tak hanya di media sosial, salah satu pengunjung Alun-alun Merdeka, Rusdi mengaku heran dengan penerapan tarif dalam penggunaan toilet umum di Alun-alun Merdeka itu.
“Saya bayar dua ribu tadi. Ya kaget, saya kira gratis,” kata Rusdi, Kamis (29/1/2026).
Dia berharap, ke depan seluruh fasilitas di Alun-alun Merdeka sebagai ikon Kota Malang yang baru dibenahi tersebut bisa digratiskan.
Baca Juga: Ruas Jalan Sekitar Alun-Alun Merdeka Kota Malang Ditutup saat Acara Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW
“Ya harusnya semua gratis tanpa terkecuali. Tapi ya gak tahu lagi gimana pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang mengatakan bahwa toilet Alun-alun Merdeka dioperasikan 24 jam. Maka pihaknya penyerahkan pengelolaannya kepada kelompok masyarakat.
“Kami bekerja sama dengan kelompok masyarakat. Jadi mereka wajib menjaga kebersihan dan tidak boleh kotor,” kata Raymond.
Ia juga membenarkan bahwa penggunaan toilet umum itu diterapkan dengan skema berbayar. Namun pihaknya belum menetapkan tarif resminya.
“Belum ada ketentuan pasti, tapi kemungkinan antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000,” ungkapnya.
Baca Juga: Ruas Jalan Sekitar Alun-Alun Merdeka Kota Malang Ditutup saat Acara Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW
Menurutnya, perawatan toilet umum ini memang memerlukan biaya. Sebab, septic tank toilet ini masih menggunakan yang lama dan perlu peratawan rutin.
“Dalam setahun itu bisa 2-3 kali menguras. Ke depan juga butuh tambahan anggaran untuk penambahan bak kontrol atau bak tambahan septic tank,” tandasnya.
Sebagai informasi, revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang dikerjakan melalui dana SCR Bank Jatim senilai Rp 5 miliar. Beberapa fasilitas di tempat ini seperti air mancur hingga playground telah dipoles.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























