Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Tewas Diracun Arsenik di Pesawat, 5 Fakta tentang Munir

Redaksi by Redaksi
Oktober 19, 2021 2:59 pm
in Catatan, Hukum & Kriminal
Munir Said Thalib, aktivis HAM yang tewas diracun arsenik/tugu malang

Munir Said Thalib, aktivis HAM yang tewas diracun arsenik. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kematian Munir Said Thalib masih menyisakan luka bagi para aktivis HAM Indonesia. Pasalnya, sampai hari ini belum terungkap siapa aktor intelektual dibalik pembunuhan keji tersebut.

17 September 2004, Munir berangkat dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda dengan pesawat Garuda bernomor GA-974. Namun, belum sampai ke tujuan, aktivis HAM tersebut tewas di udara karena racun arsenik yang merusak tubuhnya. Mirisnya, belum diketahui siapa aktor intelektual dari peristiwa sadis tersebut.

READ ALSO

Diamuk Massa di Gondanglegi, Pria 23 Tahun Diduga Pelaku Pencurian di Bululawang

Yakuza Maneges Kawal Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bantur, Enam Santri Diduga Jadi Korban

Kini, tujuh belas tahun sudah “peristiwa” pembunuhan itu belalu, tetapi belum ada upaya yang serius dari para penegak hukum tanah air  untuk mengungkap siapa sebenarnya dalang besar dibalik kematian Munir. Tewasnya aktivis asal Kota Batu itu menjadi catatan sejarah buruk kesekian tentang penghilangan paksa nyawa para aktivis di Indonesia. Bersama ini, kita ingin mengenal lima fakta tentang Munir.

1. Mengadvokasi Beberapa Kasus HAM

Sebagai aktivis hak asasi manusia sekaligus pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Munir sudah banyak menangani kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Kasus-kasus tersebut di antaranya, sengketa agraria, kasus Marsinah, kasus penghilangan paksa dan penculikan para aktivis HAM pada tahun 1997-1998, kasus penembakan mahasiswa pada tragedi Semanggi. Munir juga terlibat dalam advokasi menangani pelanggaran HAM di daerah-daerah konflik seperti Timor Leste, Ambon, Papua, dan Aceh.

2. Mendapatkan Banyak Penghargaan

Atas kontribusinya yang besar terhadap HAM, Munir mendapatkan banyak penghargaan seperti Man of the Year dari majalah Ummat pada tahun 1998. Juga dinobatkan sebagai salah satu dari ‘Pemimpin Politik Muda Asia pada Milenium Baru di tahun 2000. Di tahun yang sama, dia dianugerahi Right Livelihood Award. Kemudian alumni Universitas Brawijaya (UB) itu juga mendapatkan penghargaan dari UNESCO pada Madanjeet Singh untuk pemajuan toleransi dan nirkekerasan.

3. Membuat Tesis tentang Orang-orang yang Hilang

Pada 6 September 2004, Munir melakukan perjalanan ke Amsterdam untuk melanjutkan studi S2 di Universitas Utrecth. Untuk studinya itu, ia telah menyiapkan proposal tesis mengenai penghilangan orang secara paksa di Indonesia. Proposal tesis inilah yang menurut orang-orang menjadi penyebab utama pembunuhan terhadap Munir. Sebab judul dari proposal itu sangat sensitif dan tentunya membuat aktor dibalik penghilangan orang secara paksa terancam.

4. Diracun Arsenik

Dalam perjalanan dari Indonesia ke Amsterdam inilah Munir diracun dengan arsenik. Pollycarpus, pilot pesawat Garuda yang ditumpangi Munir, menjadi tersangka utama yang ditetapkan oleh pengadilan. Pada saat itu ada dua kemungkinan kapan Munir diracun, yang pertama adalah saat Munir memesan bakmi dan es jeruk di pesawat, kedua saat Munir memesan coklat panas di coffee shop bandara Changi, Singapura. Namun pada persidangan kedua telah ditetapkan bahwa Munir diracun ketika berada di coffee shop Bandara Changi.

Setelah transit di bandara Changi dan duduk di coffee shop bersama Munir, Pollycarpus tidak melanjutkan perjalanannya ke Amsterdam, ia malah pergi dari bandara. Munir pada saat itu tidak peduli dengan Pollycarpus yang tidak ikut penerbangan ke Amsterdam. Di dalam pesawat Munir sakit perut, dan penumpang yang berprofesi sebagai dokter mendiagnosa bahwa Munir terkena muntaber dikarenakan ciri-cirinya mengarah ke sana.

Pada tanggal 7 September 2004 di pagi hari, dokter kembali mengecek keadaan Munir tetapi Munir sudah tidak bernyawa lagi. Setelah sampai di bandara, Munir kemudian dibawa untuk autopsi. Hasil autopsi menunjukan bahwa Munir keracunan arsenik.

5. Aktor Utama Pembunuhan Belum Terungkap

Meskipun telah menetapkan Pollycarpus sebagai tersangka pembunuhan Munir, tetap masih banyak kejanggalan terhadap pada peristiwa tersebut. Aktor intelektual dari pembunuhan ini sampai sekarang belum terungkap. Banyak sekali teori yang beredar tentang kasus ini, termasuk keterkaitan anggota dalam sebuah lembaga yang besar terhadap pembunuhan Munir.

Seorang bawahan anggota tersebut pernah bersaksi bahwa ia sering mendengar Pollycarpus dan atasannya berkomunikasi via telepon, dan ia juga pernah mendengar bahwa mereka berdua membicarakan rencana menyingkirkan Munir. Tetapi setelah bersaksi seperti itu, ia langsung mencabut kesaksiannya karena tidak ingin terlibat dalam kasus ini.

Tags: Aktivis HAMFakta Tentang MunirMunir Said Thalib

Related Posts

Diamuk Massa di Gondanglegi, Pria 23 Tahun Diduga Pelaku Pencurian di Bululawang
Hukum & Kriminal

Diamuk Massa di Gondanglegi, Pria 23 Tahun Diduga Pelaku Pencurian di Bululawang

Kamis, 16 Jul 2026
Yakuza Maneges Kawal Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bantur, Enam Santri Diduga Jadi Korban
Hukum & Kriminal

Yakuza Maneges Kawal Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bantur, Enam Santri Diduga Jadi Korban

Rabu, 15 Jul 2026
Yakuza Maneges Polisikan Icha Cellow dan Mala Agatha Soal Lagu Vulgar
Hukum & Kriminal

Yakuza Maneges Polisikan Icha Cellow dan Mala Agatha Soal Lagu Vulgar

Senin, 13 Jul 2026
Kiai Bad dan Visualisasi Do’a
Catatan

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Senin, 13 Jul 2026
Buku Pelanggaran
Catatan

Buku Pelanggaran

Minggu, 12 Jul 2026
Pria di Malang 4 Kali Keluar Masuk Penjara Nekat Curi Motor Lagi
Hukum & Kriminal

Pria di Malang 4 Kali Keluar Masuk Penjara Nekat Curi Motor Lagi

Sabtu, 11 Jul 2026
Next Post
Unikama

Prodi Geografi Unikama Dorong Mahasiswa Manfaatkan Program MBKM Melalui Webinar

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.